
NAGOYA – Korea Utara bersiap kembali tampil di ajang olahraga multinasional dengan mengirim sekitar 100 atlet ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang. Kontingen tersebut akan berlaga dalam 14 cabang olahraga pada kompetisi yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Rencana tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Nasional Korea Utara, Ko Chol-ho, dalam wawancara dengan Choson Sinbo. Meskipun jumlah atlet lebih sedikit dibandingkan Asian Games sebelumnya, Korea Utara berharap dapat meraih lebih banyak medali.
Korea Utara Kirim Sekitar 100 Atlet
Korea Utara akan mengirim sekitar 100 atlet untuk mengikuti 14 cabang olahraga di Asian Games 2026.
Beberapa cabang yang disebut termasuk sepak bola, angkat besi, tinju, serta sejumlah olahraga lainnya.
Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan kontingen Korea Utara pada Asian Games Hangzhou 2023.
Saat itu, Korea Utara mendaftarkan 185 atlet dalam 18 cabang olahraga.
Target Medali Justru Lebih Tinggi
Meski membawa kontingen yang lebih kecil, Korea Utara tidak menurunkan target prestasi.
Ko Chol-ho mengatakan para atlet dan pelatih telah mempersiapkan diri selama empat tahun untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Ia berharap kontingen Korea Utara mampu meraih lebih banyak medali dibandingkan Asian Games sebelumnya.
Target tersebut membuat Asian Games 2026 menjadi ajang penting bagi program olahraga Korea Utara.
Catatan Korea Utara di Asian Games 2023
Pada Asian Games Hangzhou 2023, Korea Utara menunjukkan performa yang cukup kuat.
Kontingen mereka meraih 39 medali, terdiri dari 11 emas, 18 perak, dan 10 perunggu.
Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian penting Korea Utara setelah kembali tampil di ajang olahraga internasional.
Kini, Pyongyang ingin memperbaiki hasil tersebut dengan jumlah atlet yang lebih sedikit.
Korea Utara Kembali Aktif di Ajang Internasional
Keikutsertaan Korea Utara di Asian Games 2026 juga menjadi perhatian karena negara tersebut sempat membatasi partisipasi dalam berbagai kompetisi internasional.
Korea Utara tidak mengirim tim ke Olimpiade Tokyo 2020. Negara tersebut juga absen dalam beberapa ajang olahraga internasional selama periode pandemi.
Penampilan di Asian Games Hangzhou pada 2023 kemudian menjadi salah satu tanda kembalinya Korea Utara ke panggung olahraga internasional.
Dua Atlet Keturunan Korea di Jepang Ikut Bertanding
Dalam kontingen 2026, terdapat pula dua atlet keturunan Korea yang tinggal di Jepang.
Yonhap melaporkan mereka adalah pesepak bola Ri Song-a dan atlet karate Jong Se-ri. Keduanya akan menjadi bagian dari kontingen Korea Utara di Asian Games Aichi-Nagoya.
Kehadiran dua atlet tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari komposisi kontingen Korea Utara.
Asian Games 2026 Digelar di Jepang
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Nagoya menjadi salah satu kota utama penyelenggara, sementara sejumlah pertandingan juga digelar di wilayah lain di Jepang.
Upacara pembukaan dijadwalkan berlangsung pada 19 September, sedangkan upacara penutupan digelar 4 Oktober.
Ribuan Atlet Akan Bertanding
Asian Games 2026 diperkirakan diikuti lebih dari 11.000 atlet dari 45 negara.
Menurut KBS, sekitar 15.000 anggota kontingen dari negara-negara anggota Olympic Council of Asia akan mengikuti kompetisi dalam 43 cabang olahraga untuk memperebutkan 469 medali emas.
Besarnya jumlah peserta membuat Asian Games 2026 menjadi salah satu event olahraga terbesar di Asia tahun ini.
Korea Utara Hadapi Persaingan Ketat
Dengan jumlah atlet sekitar 100 orang, Korea Utara harus memilih cabang olahraga yang dianggap memiliki peluang paling besar untuk meraih medali.
Angkat besi dan tinju menjadi beberapa cabang yang selama ini menjadi perhatian dalam olahraga Korea Utara.
Selain itu, cabang sepak bola juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap performa kontingen.
Persiapan Dilakukan Selama Empat Tahun
Pejabat Komite Olimpiade Korea Utara menegaskan bahwa atlet dan pelatih telah melakukan persiapan panjang.
Ko Chol-ho menyebut persiapan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas penampilan di Asian Games 2026.
Karena itu, meski jumlah peserta berkurang, Korea Utara berharap kualitas atlet yang dikirim dapat menghasilkan prestasi lebih tinggi.
Berbeda dengan Korea Selatan
Korea Utara akan mengirim sekitar 100 atlet, sedangkan Korea Selatan menyiapkan kontingen jauh lebih besar.
KBS melaporkan Korea Selatan menyiapkan 1.052 anggota kontingen dalam 41 cabang olahraga dan menargetkan posisi ketiga dengan lebih dari 40 medali emas.
Perbedaan ukuran kontingen tersebut membuat persaingan olahraga antara kedua Korea kembali menjadi perhatian.
Panggung Penting bagi Korea Utara
Bagi Korea Utara, Asian Games bukan hanya soal jumlah atlet.
Kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan program olahraga nasional sekaligus menunjukkan kemampuan atlet mereka di tingkat internasional.
Hasil yang lebih baik dari Hangzhou 2023 akan menjadi indikator penting keberhasilan persiapan selama empat tahun terakhir.
Korea Utara Siap Bersaing
Kontingen Korea Utara kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum bertolak ke Jepang.
Para atlet akan menghadapi persaingan dengan negara-negara kuat Asia seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, dan Indonesia.
Dengan target medali lebih tinggi, performa atlet Korea Utara akan menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan selama Asian Games 2026.
Fakta Terbaru Kontingen Korea Utara
Beberapa fakta yang telah dikonfirmasi:
- Korea Utara akan mengirim sekitar 100 atlet.
- Atlet akan bertanding dalam 14 cabang olahraga.
- Asian Games Aichi-Nagoya berlangsung 19 September–4 Oktober 2026.
- Pada Asian Games Hangzhou 2023, Korea Utara membawa 185 atlet dalam 18 cabang.
- Korea Utara meraih 11 emas, 18 perak, dan 10 perunggu di Hangzhou.
- Dua atlet keturunan Korea di Jepang, Ri Song-a dan Jong Se-ri, masuk dalam rencana kontingen 2026.
Target Lebih Tinggi meski Kontingen Lebih Kecil
Korea Utara kini membawa misi berbeda ke Jepang.
Fakta terbaru menunjukkan Korea Utara akan mengirim sekitar 100 atlet dalam 14 cabang olahraga ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan kontingen 2023, tetapi pemerintah olahraga Korea Utara menargetkan perolehan medali yang lebih baik.




















































































































































