
JAKARTA — Nvidia kembali memberikan sinyal kuat bahwa boom AI belum berakhir. Raksasa chip asal Amerika Serikat itu memproyeksikan pendapatan meningkat sekitar 70 persen pada tahun fiskal berikutnya, jauh di atas perkiraan rata-rata analis Wall Street sebesar 44 persen.
Proyeksi tersebut muncul setelah Nvidia mencatat kinerja kuartalan yang kuat. Permintaan terhadap chip untuk kecerdasan buatan masih tinggi, tetapi perusahaan juga menghadapi kendala pasokan memori dan kenaikan biaya komponen.
Nvidia Prediksi Pertumbuhan Penjualan 70 Persen
Nvidia memperkirakan pendapatannya pada tahun fiskal yang berakhir Januari 2028 akan tumbuh sekitar 70 persen.
Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada estimasi analis yang berada di kisaran 44 persen. Proyeksi tahunan seperti ini juga tergolong tidak biasa bagi Nvidia karena perusahaan biasanya lebih berfokus memberikan panduan untuk kuartal berikutnya.
CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan perkembangan AI telah memasuki titik penting karena teknologi tersebut mulai menghasilkan manfaat ekonomi nyata.
“AI has reached its inflection point. It’s doing useful work.”
Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan Nvidia bahwa kebutuhan komputasi AI masih akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Permintaan Chip AI Masih Sangat Kuat
Pertumbuhan Nvidia terutama didorong oleh kebutuhan terhadap chip untuk pusat data dan sistem AI.
Pendapatan bisnis data center Nvidia lebih dari dua kali lipat menjadi US$89 miliar pada kuartal fiskal kedua. Angka tersebut juga melampaui perkiraan analis sebesar US$85,08 miliar.
Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar masih mengeluarkan investasi besar untuk membangun infrastruktur AI.
Reuters melaporkan perusahaan seperti Microsoft dan Meta bersama pemain teknologi besar lainnya diperkirakan mengeluarkan lebih dari US$730 miliar untuk infrastruktur AI pada 2026.
Pendapatan Nvidia Tembus US$96,22 Miliar
Nvidia juga mencatat hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.
Pendapatan kuartal kedua mencapai US$96,22 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama sebelumnya. Angka tersebut mengalahkan perkiraan analis sebesar US$92,17 miliar.
Laba yang disesuaikan mencapai US$2,22 per saham, lebih tinggi dari perkiraan sebesar US$2,10.
Kinerja tersebut menjadi salah satu alasan utama investor kembali optimistis terhadap prospek bisnis AI.
Saham Nvidia Ikut Melonjak
Proyeksi Nvidia langsung mendapat respons positif dari pasar.
Saham Nvidia sempat turun setelah laporan keuangan dirilis, tetapi kemudian berbalik naik. Dalam perdagangan setelah jam bursa, saham Nvidia sempat menguat hampir 5 persen.
Pada sesi perdagangan berikutnya, saham Nvidia bahkan melonjak sekitar 8,7 persen, membantu mendorong indeks Nasdaq dan saham teknologi lainnya.
Pergerakan tersebut memperlihatkan betapa besar pengaruh Nvidia terhadap sentimen investor terhadap industri AI.
Nvidia Masih Menghadapi Kekurangan Memori
Meski prospeknya kuat, Nvidia menghadapi satu masalah besar.
Perusahaan mengatakan kekurangan komponen memori masih membatasi seberapa cepat mereka dapat meningkatkan produksi. Harga memori yang melonjak juga berpotensi menekan margin keuntungan.
Chief Financial Officer Nvidia Colette Kress mengatakan permintaan tumbuh sangat cepat, tetapi kapasitas pasokan masih menjadi batas utama.
Nvidia memperkirakan margin kotornya dapat turun ke sekitar 71–72 persen pada kuartal keempat sebelum kembali membaik.
Teknologi Vera Rubin Jadi Andalan Berikutnya
Nvidia juga mulai meningkatkan pengiriman platform komputasi generasi berikutnya, Vera Rubin.
Perusahaan memperkirakan platform tersebut akan menyumbang sekitar seperlima pendapatan data center Nvidia pada kuartal berjalan yang berakhir Oktober 2026.
Vera Rubin menjadi bagian penting dari strategi Nvidia untuk mempertahankan posisi di pasar komputasi AI generasi baru.
Dengan kebutuhan AI yang terus meningkat, perusahaan berharap produk tersebut dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama hingga 2028.
Kerja Sama AWS Makin Besar
Nvidia juga memperluas kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS).
Kedua perusahaan akan menambah hingga 2 juta GPU Nvidia ke infrastruktur AWS secara global pada 2027 dan 2028.
Kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan komputasi AI tidak hanya datang dari satu atau dua perusahaan.
Cloud provider besar juga terus memperluas kapasitas agar dapat memenuhi permintaan dari perusahaan, pengembang AI, dan pelanggan pemerintah.
AI Labs Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Nvidia melihat basis pelanggannya semakin luas.
Selain perusahaan cloud raksasa, AI labs, perusahaan enterprise, pembeli pemerintah, dan pelanggan industri kini ikut meningkatkan investasi pada komputasi AI.
Nvidia memperkirakan AI labs dapat menyumbang sekitar seperempat bisnis perusahaan pada tahun berikutnya.
Perubahan tersebut penting karena menunjukkan pasar Nvidia tidak lagi hanya bergantung pada segelintir perusahaan teknologi besar.
Bisnis Nvidia Tidak Hanya Bergantung pada AS
Nvidia juga mulai memperluas basis pelanggan di berbagai wilayah.
Namun, pasar China masih menjadi ketidakpastian karena pembatasan ekspor teknologi Amerika Serikat.
Nvidia tidak memasukkan pendapatan data center dari China dalam proyeksi terbarunya karena situasi regulasi dan pengiriman chip masih belum jelas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu risiko yang harus diperhatikan investor.
Boom AI Belum Menunjukkan Tanda Berakhir
Proyeksi pertumbuhan 70 persen Nvidia menjadi salah satu indikator paling kuat bahwa investasi AI masih sangat besar.
Reuters menyebut hasil Nvidia membantu meredakan kekhawatiran investor mengenai kemungkinan perlambatan investasi AI.
Namun, pasar tetap menghadapi pertanyaan mengenai biaya infrastruktur yang semakin tinggi.
Pembangunan pusat data AI membutuhkan GPU dalam jumlah besar, listrik, jaringan, pendinginan, dan memori berkecepatan tinggi.
Artinya, pertumbuhan AI memang masih kuat, tetapi biaya untuk mempertahankannya juga semakin besar.
Industri Semikonduktor Ikut Menikmati Dampaknya
Kinerja Nvidia juga memberikan dampak positif bagi perusahaan semikonduktor lainnya.
Setelah proyeksi Nvidia diumumkan, saham perusahaan chip di Asia ikut menguat. Investor melihat meningkatnya permintaan AI dapat memberikan keuntungan kepada seluruh rantai pasok semikonduktor.
SK Hynix, misalnya, tengah memperluas produksi memori HBM yang sangat dibutuhkan untuk sistem AI.
Perusahaan tersebut memperkirakan kekurangan memori AI dapat berlangsung hingga 2030, menunjukkan tingginya kebutuhan infrastruktur AI global.
Nvidia Prediksi Bisnis AI Semakin Luas
Jensen Huang menilai AI kini mulai menjadi mesin pendapatan baru dalam industri komputasi.
Perusahaan tidak hanya melihat pertumbuhan dari chatbot atau model bahasa besar, tetapi juga dari pusat data, robotika, kendaraan, industri, hingga komputer pribadi.
Nvidia karena itu terus memperluas portofolio chip dan sistemnya untuk berbagai aplikasi AI.
Apakah Nvidia Bisa Mempertahankan Pertumbuhan?
Pertanyaan terbesar bagi investor sekarang bukan lagi apakah permintaan AI ada.
Pertanyaannya adalah berapa lama pertumbuhan tersebut bisa dipertahankan.
Nvidia sudah menunjukkan proyeksi yang sangat agresif. Namun, perusahaan juga menghadapi keterbatasan pasokan, biaya komponen yang meningkat, pembatasan ekspor, dan kebutuhan investasi yang sangat besar dari pelanggan.
Karena itu, pertumbuhan 70 persen merupakan proyeksi perusahaan, bukan jaminan bahwa pendapatan pasti tumbuh sebesar angka tersebut.
Kesimpulan
Nvidia memprediksi pertumbuhan pendapatan sekitar 70 persen pada tahun fiskal berikutnya, jauh di atas perkiraan analis sebesar 44 persen. Proyeksi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa boom AI belum berakhir.
Pendapatan data center Nvidia yang mencapai US$89 miliar dan rencana pengadaan hingga 2 juta GPU tambahan oleh AWS menunjukkan permintaan komputasi AI masih sangat kuat.
Meski demikian, Nvidia tetap menghadapi tantangan berupa kekurangan memori, kenaikan biaya komponen, tekanan margin, serta ketidakpastian pasar China.
Bagi industri teknologi, satu hal kini semakin jelas: perlombaan membangun infrastruktur AI masih jauh dari selesai.














































































































































