PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Xiaomi Gaspol! Chip Xring O3 Diproduksi TSMC, Ambisi Lawan Qualcomm dan MediaTek Makin Serius

BEIJING — Xiaomi semakin agresif mengembangkan chip Xring buatan sendiri. Langkah terbaru perusahaan China itu adalah meluncurkan Xring O3, prosesor smartphone internal yang menurut sumber industri akan diproduksi oleh TSMC menggunakan teknologi 3 nanometer.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok chip eksternal seperti Qualcomm dan MediaTek. Dengan mengembangkan chip sendiri, Xiaomi juga ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap fitur, performa, serta rantai pasok perangkatnya.

Xiaomi Kembangkan Chip Xring O3

Chip Xring O3 menjadi generasi terbaru prosesor smartphone buatan internal Xiaomi.

Reuters melaporkan bahwa Xring O3 diperkenalkan pada 24 Agustus 2026, sekitar satu tahun setelah Xiaomi memperkenalkan chip pertamanya, Xring O1. Kehadiran O3 menandai kelanjutan ambisi Xiaomi untuk membangun kemampuan semikonduktor sendiri.

Xring O3 dirancang sebagai sistem-on-chip atau SoC, yaitu komponen yang menggabungkan fungsi komputasi, grafis, pemrosesan AI, dan pengolahan gambar dalam satu chip.

TSMC Bantu Produksi dengan Teknologi 3nm

Salah satu fakta penting dalam pengembangan chip Xring adalah keterlibatan TSMC.

Dua sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan TSMC akan memproduksi Xring O3 menggunakan proses 3 nanometer. Xiaomi dan TSMC belum memberikan komentar langsung kepada Reuters mengenai detail kontrak produksi tersebut.

Teknologi 3nm merupakan salah satu proses manufaktur chip tercanggih yang tersedia secara komersial. Penggunaan proses tersebut menunjukkan Xiaomi ingin menempatkan prosesor buatannya di segmen perangkat premium.

Xring O3 Diproyeksikan Masuk Ponsel Lipat

Xiaomi juga disebut berencana menggunakan Xring O3 pada smartphone lipat flagship yang akan datang.

Menurut salah satu sumber Reuters, Xiaomi menargetkan pengiriman sekitar 200.000 hingga 300.000 unit perangkat yang menggunakan chip tersebut.

Strategi ini penting karena pasar ponsel lipat merupakan segmen premium dengan persaingan yang ketat.

Di China, Huawei masih menjadi pemain dominan pada pasar tersebut. Data Smart Analytics Global yang dikutip Reuters menunjukkan Huawei menguasai sekitar 68 persen pasar ponsel lipat China pada kuartal kedua 2026.

Xring O1 Sudah Dipakai Lebih dari 1 Juta Perangkat

Pengembangan chip Xring bukan proyek baru bagi Xiaomi.

Perusahaan telah memperkenalkan Xring O1 pada Mei 2025. Xiaomi kemudian menggunakannya pada sejumlah perangkat, termasuk smartphone, tablet, dan smartwatch.

Xiaomi mengatakan jumlah perangkat yang menggunakan Xring O1 telah melampaui 1 juta unit sejak peluncurannya.

Data tersebut menjadi modal penting bagi Xiaomi untuk melanjutkan pengembangan Xring O3.

Xiaomi Ingin Kurangi Ketergantungan Qualcomm dan MediaTek

Selama bertahun-tahun, pembuat smartphone banyak bergantung pada Qualcomm dan MediaTek untuk prosesor perangkat.

Dengan mengembangkan chip Xring, Xiaomi mencoba mengurangi ketergantungan tersebut.

Reuters menyebut pengembangan chip internal dapat memberi Xiaomi kontrol lebih besar terhadap fitur produknya sekaligus meningkatkan posisi tawar terhadap pemasok eksternal.

Strategi ini juga digunakan perusahaan teknologi besar lainnya.

Apple memiliki lini chip A-series, Samsung mengembangkan Exynos, sementara Huawei membangun prosesor Kirin. Xiaomi kini berusaha mengikuti jejak tersebut.

Investasi Chip Xiaomi Sudah Miliaran Dolar

Ambisi Xiaomi di sektor semikonduktor membutuhkan investasi besar.

Menurut sumber Reuters, Xiaomi telah menginvestasikan lebih dari 20 miliar yuan, atau sekitar US$3 miliar, untuk pengembangan chip Xring. Tim desain semikonduktor Xiaomi juga telah berkembang menjadi lebih dari 3.000 orang.

Besarnya investasi tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi tidak melihat chip internal sebagai proyek jangka pendek.

Perusahaan ingin membangun kemampuan desain semikonduktor sebagai bagian dari strategi teknologi jangka panjang.

Xiaomi Punya Target Investasi Lebih Besar

Xiaomi sebelumnya menyatakan akan menginvestasikan sedikitnya 50 miliar yuan atau sekitar US$7 miliar selama satu dekade untuk pengembangan chip internal.

Komitmen tersebut mencakup pengembangan prosesor smartphone dan berbagai jenis chip untuk perangkat lain.

Dengan investasi jangka panjang tersebut, Xiaomi berusaha membangun ekosistem teknologi yang semakin mandiri.

Xring Tidak Hanya untuk Smartphone

Menariknya, Xiaomi juga memperluas keluarga chip Xring ke bidang lain.

Sumber Reuters menyebut Xiaomi telah memesan produksi dua chip tambahan dari TSMC, yaitu Xring O100 dan Xring D100.

Xring O100 merupakan chip pemrosesan saraf 6nm yang ditujukan untuk mendukung model bahasa besar Xiaomi MiMo di perangkat konsumen.

Sementara itu, Xring D100 merupakan chip 3nm yang dirancang untuk kebutuhan sistem berkendara otonom.

Dengan demikian, ambisi semikonduktor Xiaomi mulai merambah ke AI dan kendaraan.

Xring O100 dan D100 Disiapkan untuk Tahun Depan

Menurut sumber yang dikutip Reuters, Xring O100 dan Xring D100 telah menyelesaikan tahap pengembangan dan dijadwalkan digunakan mulai 2027.

Sementara Xring O3 sudah memasuki tahap produksi massal.

Perkembangan ini menunjukkan Xiaomi sedang membangun portofolio chip yang lebih luas.

Perusahaan tidak hanya ingin memiliki satu prosesor smartphone, tetapi beberapa chip dengan fungsi khusus.

Biaya Memori Jadi Tantangan Xiaomi

Di balik ekspansi chip internal, Xiaomi menghadapi tekanan dari sisi biaya komponen.

Reuters melaporkan kenaikan harga memori telah menekan bisnis smartphone Xiaomi pada kuartal kedua 2026. Pendapatan smartphone turun 7,5 persen menjadi 42,1 miliar yuan, sementara margin kotor bisnis smartphone turun menjadi 8,5 persen dari 11,5 persen.

Kondisi tersebut menjadi tantangan karena Xiaomi harus menjaga harga produk tetap kompetitif ketika biaya komponen meningkat.

Pengembangan chip sendiri dapat memberikan manfaat jangka panjang, tetapi tetap membutuhkan investasi besar di awal.

Penjualan Smartphone Xiaomi Ikut Tertekan

Pada semester pertama 2026, Xiaomi menjual sekitar 65 juta smartphone.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan sekitar 84 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, harga jual rata-rata smartphone Xiaomi meningkat menjadi sekitar 1.329 yuan.

Kondisi tersebut menunjukkan pasar smartphone global sedang menghadapi tekanan.

Karena itu, Xiaomi juga berusaha mendapatkan pertumbuhan dari sektor lain, terutama kendaraan listrik dan AI.

Chip Xring Bisa Menjadi Pembeda Produk

Salah satu keuntungan memiliki chip sendiri adalah Xiaomi dapat mengintegrasikan perangkat keras dengan perangkat lunak secara lebih erat.

Perusahaan dapat menyesuaikan prosesor dengan sistem operasi, kamera, fitur AI, serta perangkat ekosistem lainnya.

Konsep tersebut selama ini menjadi salah satu keunggulan perusahaan teknologi yang memiliki kontrol vertikal lebih besar.

Karena itu, keberhasilan chip Xring dapat membantu Xiaomi menciptakan produk dengan karakteristik yang lebih berbeda dibanding pesaing.

TSMC Tetap Memegang Peran Penting

Meski Xiaomi mengembangkan desain chip sendiri, perusahaan tetap membutuhkan perusahaan manufaktur seperti TSMC untuk memproduksinya.

Model tersebut menunjukkan pembagian peran dalam industri semikonduktor.

Xiaomi fokus pada desain dan integrasi, sementara TSMC menjalankan proses manufaktur chip dengan teknologi fabrikasi canggih.

Artinya, ambisi Xiaomi untuk lebih mandiri bukan berarti sepenuhnya meninggalkan pemasok global.

Persaingan Chip Smartphone Semakin Ketat

Kehadiran Xring O3 membuat persaingan prosesor smartphone semakin ramai.

Qualcomm, MediaTek, Apple, Samsung, Huawei, dan kini Xiaomi memiliki strategi masing-masing untuk mengembangkan teknologi prosesor.

Persaingan tidak hanya menyangkut kecepatan CPU dan GPU.

Kinerja AI, efisiensi energi, kamera, konektivitas, serta kemampuan perangkat lunak juga menjadi faktor penting.

Perang Semikonduktor China Makin Serius

Pengembangan chip Xring juga terjadi ketika China berusaha memperkuat industri semikonduktornya.

Perusahaan teknologi China semakin aktif mengembangkan komponen sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.

Di sisi lain, pembatasan ekspor teknologi canggih dari Amerika Serikat membuat perusahaan China harus semakin memperhatikan ketahanan rantai pasok.

Xiaomi tetap menggunakan teknologi manufaktur TSMC untuk chip Xring, tetapi secara bertahap memperbesar kemampuan desain internalnya.

Xiaomi Juga Perkuat Chip AI dan Otomotif

Ekspansi Xring ke pemrosesan AI dan kendaraan menunjukkan arah strategi Xiaomi yang lebih luas.

Xring O100 diarahkan untuk mendukung kebutuhan AI pada perangkat konsumen, sedangkan Xring D100 ditujukan bagi teknologi berkendara otonom.

Strategi ini sejalan dengan ekspansi Xiaomi ke kendaraan listrik dan teknologi AI.

Dengan demikian, pengembangan semikonduktor berpotensi menjadi fondasi untuk berbagai lini bisnis Xiaomi.

Apa Dampaknya bagi Konsumen?

Bagi konsumen, keberadaan chip internal dapat memberikan beberapa keuntungan.

Xiaomi memiliki peluang untuk mengoptimalkan kinerja smartphone berdasarkan kebutuhan perangkatnya sendiri.

Perusahaan juga dapat mempercepat integrasi antara chip, sistem operasi, kamera, fitur AI, dan teknologi baterai.

Namun, dampak nyata akan bergantung pada performa produk di pasar. Spesifikasi chip saja belum cukup untuk menentukan pengalaman pengguna.

Tantangan Xiaomi Masih Besar

Xiaomi tetap harus membuktikan bahwa investasi besar pada semikonduktor dapat memberikan hasil yang konsisten.

Perusahaan menghadapi persaingan dari pemain mapan yang telah memiliki pengalaman panjang dalam desain chip.

Selain itu, biaya produksi, keterbatasan kapasitas manufaktur, harga memori, serta situasi geopolitik juga dapat memengaruhi strategi Xiaomi.

Karena itu, keberhasilan Xring O3 akan menjadi salah satu tolok ukur penting ambisi Xiaomi di bidang chip.

Kesimpulan

Xiaomi kembangkan chip Xring semakin serius dengan peluncuran Xring O3 yang menurut sumber Reuters akan diproduksi TSMC menggunakan proses 3 nanometer. Chip tersebut diproyeksikan masuk ke smartphone lipat flagship Xiaomi.

Xiaomi telah menginvestasikan lebih dari 20 miliar yuan untuk pengembangan chip dan membangun tim semikonduktor lebih dari 3.000 orang. Perusahaan juga menyiapkan Xring O100 untuk AI dan Xring D100 untuk kendaraan otonom.

Langkah tersebut menunjukkan Xiaomi ingin memiliki kontrol lebih besar terhadap teknologi inti produknya dan mengurangi ketergantungan pada Qualcomm serta MediaTek.

Jika strategi ini berhasil, chip Xring dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi Xiaomi untuk bersaing di pasar smartphone premium, AI, hingga kendaraan pintar.

mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong mahjong gila4d vertu789 karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto slot gacor karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto karatetoto kaskus288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 sarang288 ayamtoto slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor ketua288 slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor slot gacor