
BEIJING — Persaingan kecerdasan buatan atau AI China kembali memanas. Tencent merilis preview model open-source Tencent Hy4, sementara Meituan telah membuka model LongCat-2.0 secara terbuka. Dua langkah ini memperlihatkan semakin agresifnya perusahaan teknologi China membangun ekosistem AI yang dapat digunakan pengembang.
Perkembangan tersebut juga memperkuat tren open-source AI, ketika bobot model dan komponen teknologinya dibuka agar dapat dipelajari, dikembangkan, dan digunakan lebih luas sesuai lisensi masing-masing.
Tencent Rilis Model AI Open Source Hy4
Tencent pada 28 Agustus 2026 merilis preview Tencent Hy4, model bahasa besar generasi terbaru yang dikembangkan untuk kebutuhan produktivitas.
Tencent menyebut Hy4 memiliki 770 miliar parameter, dengan sekitar 49 miliar parameter aktif, serta mendukung konteks lebih dari 1 juta token. Model tersebut dirancang untuk berbagai pekerjaan, mulai dari coding, pekerjaan kantor, hingga penelitian ilmiah.
Tencent juga membuat Hy4 tersedia secara terbuka melalui platform seperti Hugging Face. Pengguna dapat mengaksesnya melalui sejumlah produk Tencent serta API melalui Tencent Cloud TokenHub dan OpenRouter.
Hy4 Fokus pada Pekerjaan Nyata
Tencent tidak hanya mengejar ukuran model.
Perusahaan mengatakan Hy4 dikembangkan untuk kebutuhan produktivitas di dunia nyata. Kemampuannya mencakup pemrograman, pekerjaan perkantoran, dan penelitian ilmiah.
Pendekatan tersebut menunjukkan perubahan persaingan AI. Model kini tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan menjawab pertanyaan, tetapi juga kemampuan menyelesaikan pekerjaan kompleks.
Tencent juga memberikan akses gratis Hy4 melalui WorkBuddy dan CodeBuddy selama periode terbatas dua minggu setelah peluncuran.
Meituan Sudah Buka LongCat-2.0
Sementara itu, Meituan telah melangkah lebih jauh dengan LongCat-2.0.
Meituan meluncurkan LongCat-2.0 pada Juni 2026 dan kemudian membuka model tersebut secara penuh pada Juli. Model ini memiliki sekitar 1,6 triliun parameter, dengan rata-rata sekitar 48 miliar parameter aktif.
Meituan menyebut LongCat-2.0 sebagai model dengan skala triliunan parameter yang dilatih dan dijalankan melalui cluster komputasi berbasis chip buatan China. Reuters juga melaporkan klaim Meituan bahwa proses tersebut dilakukan menggunakan sekitar 50.000 chip dalam infrastrukturnya.
LongCat-2.0 Dibuat untuk Coding dan Agent
LongCat-2.0 dirancang dengan fokus kuat pada agentic coding.
Model ini dapat membantu memahami kode, mengubah repositori, menghasilkan program, serta menjalankan tugas bertahap dengan bantuan alat. Meituan juga mengatakan model tersebut mendukung konteks hingga 1 juta token.
Perusahaan membuka bobot model, kode inferensi, dan dokumentasi teknologinya. Meituan menyatakan model tersebut tersedia dengan lisensi MIT, sehingga dapat digunakan secara komersial sesuai ketentuan lisensi.
Meituan Ingin AI Dipakai di Dunia Nyata
Bagi Meituan, AI bukan hanya perlombaan membuat model terbesar.
Dalam laporan perusahaan, LongCat-2.0 digunakan untuk pengembangan perangkat lunak, operasi, layanan pelanggan, dan AI agent. Meituan juga mengintegrasikannya ke ekosistem bisnis perusahaan.
Meituan mengatakan strategi AI mereka memiliki tiga pilar utama, yaitu membangun model bahasa besar, menggunakan AI dalam pekerjaan, dan memasukkan AI ke dalam produk.
Pendekatan tersebut menempatkan AI sebagai bagian langsung dari proses bisnis.
LongCat Menjembatani AI dan Layanan Digital
Meituan juga mengembangkan AI assistant Xiao Tuan yang terintegrasi ke aplikasinya.
Dalam pembaruan terbaru, Xiao Tuan tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga diarahkan untuk membantu pengguna menyelesaikan tugas seperti pencarian, pengambilan keputusan, hingga transaksi layanan lokal.
Perkembangan tersebut menunjukkan arah baru industri AI China. Model tidak hanya menjadi chatbot, tetapi mulai berfungsi sebagai agen digital yang dapat menyelesaikan serangkaian pekerjaan.
China Dorong Kemandirian Teknologi AI
Langkah Tencent dan Meituan terjadi ketika China terus berupaya memperkuat kemandirian teknologi.
Reuters sebelumnya mencatat bahwa LongCat-2.0 menjadi contoh pengembangan AI dengan infrastruktur chip China. Hal ini penting di tengah pembatasan ekspor teknologi AS yang membuat perusahaan China terdorong mengembangkan alternatif domestik.
Kondisi tersebut membuat persaingan AI tidak hanya mengenai siapa yang memiliki model paling kuat.
Persaingan juga mencakup chip, pusat data, perangkat lunak, cloud, dan akses ke komunitas developer.
Open Source Jadi Senjata Strategis
Pembukaan model secara luas dapat memberikan keuntungan strategis bagi perusahaan.
Developer dapat mencoba model tersebut, melakukan integrasi, menemukan kelemahan, dan mengembangkan aplikasi baru. Pada saat yang sama, perusahaan pembuat model dapat memperluas ekosistem tanpa harus membangun seluruh aplikasi sendiri.
Tencent kini menyediakan Hy4 melalui Hugging Face dan beberapa platform lainnya. Meituan juga membuka LongCat-2.0 melalui Hugging Face, GitHub, dan ModelScope.
Dengan semakin banyaknya model open source, developer memiliki lebih banyak pilihan selain mengandalkan layanan API tertutup.
Persaingan dengan OpenAI dan Google Makin Ketat
Pertumbuhan model AI China menambah tekanan terhadap perusahaan Amerika seperti OpenAI, Google, dan Anthropic.
Persaingan tersebut kini semakin terbuka karena model China mulai menawarkan skala besar, kemampuan reasoning, coding, serta agent dengan biaya dan infrastruktur yang berbeda.
Reuters melaporkan LongCat-2.0 diklaim Meituan memiliki performa yang kompetitif dengan sejumlah model terkemuka, meski klaim benchmark dari perusahaan tetap perlu dinilai berdasarkan pengujian independen.
Karena itu, ukuran parameter saja tidak cukup untuk menentukan model mana yang paling unggul.
Model Besar Bukan Berarti Otomatis Lebih Pintar
Jumlah parameter memang sering digunakan untuk menggambarkan skala model.
Namun, parameter yang lebih besar tidak otomatis berarti kemampuan model lebih baik dalam semua tugas.
Faktor lain seperti kualitas data, arsitektur, efisiensi inferensi, kemampuan tool use, reasoning, dan kualitas post-training juga sangat menentukan performa.
Hal tersebut penting ketika membandingkan Hy4, LongCat-2.0, dan model AI lain di pasar.
Tencent dan Meituan Punya Strategi Berbeda
Meski sama-sama mendorong AI open source, Tencent dan Meituan memiliki fokus berbeda.
Tencent menonjolkan Hy4 untuk produktivitas, coding, pekerjaan kantor, dan penelitian ilmiah.
Meituan lebih banyak menghubungkan LongCat-2.0 dengan agentic coding, layanan lokal, operasional perusahaan, dan AI assistant.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan AI China mulai membangun model berdasarkan kebutuhan ekosistem bisnis masing-masing.
Developer Mendapat Lebih Banyak Pilihan
Bagi developer global, perkembangan ini menjadi kabar menarik.
Model seperti Hy4 dan LongCat-2.0 memberikan pilihan baru untuk pengembangan aplikasi AI tanpa harus selalu menggunakan model tertutup dari perusahaan Amerika.
LongCat-2.0 bahkan dirancang agar dapat berjalan pada berbagai konfigurasi perangkat keras China dan menyediakan kode inferensi yang terbuka.
Namun, developer tetap perlu memperhatikan lisensi, kebutuhan komputasi, keamanan data, serta kualitas model sebelum menggunakannya dalam produk.
Perang AI China Makin Sengit
Tencent dan Meituan bukan satu-satunya pemain.
China juga memiliki Alibaba, DeepSeek, ByteDance, Moonshot AI, dan perusahaan lain yang terus memperkenalkan model baru. Reuters sebelumnya melaporkan Moonshot AI bahkan meluncurkan Kimi K3 dengan 2,8 triliun parameter dan masuk ke persaingan model open-weight global.
Dengan banyaknya pemain, industri AI China berkembang sangat cepat.
Persaingan internal tersebut justru dapat mendorong inovasi lebih lanjut.
Open Source Bisa Mempercepat Inovasi
Semakin banyak model yang terbuka, semakin besar kemungkinan developer menciptakan aplikasi dan metode baru.
Model open source juga memungkinkan perusahaan kecil, universitas, dan peneliti mengakses teknologi yang sebelumnya hanya tersedia melalui perusahaan besar.
Bagi China, strategi ini dapat membantu memperluas penggunaan teknologi AI domestik sekaligus membangun komunitas developer global.
Tantangan Keamanan Tetap Ada
Keterbukaan model bukan berarti tanpa risiko.
Model AI yang tersedia secara luas dapat dimanfaatkan untuk tujuan positif maupun disalahgunakan. Karena itu, aspek keamanan, pengujian, dan pengawasan tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan AI.
Perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara membuka teknologi dan mencegah penggunaan berbahaya.
Kesimpulan
Tencent dan Meituan semakin agresif mengembangkan AI open source. Tencent merilis Hy4 preview dengan 770 miliar parameter dan konteks lebih dari 1 juta token, sedangkan Meituan telah membuka LongCat-2.0 dengan 1,6 triliun parameter.
Kedua perusahaan membawa pendekatan berbeda. Tencent berfokus pada produktivitas, coding, dan penelitian, sementara Meituan mengembangkan AI untuk coding, agen digital, serta kebutuhan bisnis nyata.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan AI China dengan raksasa teknologi Amerika semakin sengit. Dengan model yang semakin terbuka dan infrastruktur domestik yang makin kuat, perusahaan China berusaha membangun posisi lebih besar dalam ekosistem AI global.








































































































































































