
KHAN YUNIS, GAZA — Pasukan Israel dilaporkan meninggalkan wilayah timur Khan Yunis pada 30 Juli 2024 setelah menjalankan operasi militer selama sekitar sepekan. Setelah pasukan mundur, warga Palestina mulai kembali ke sejumlah kawasan yang ditinggalkan dan tim penyelamat menemukan puluhan jenazah di tengah kerusakan besar pada rumah, jalan, serta infrastruktur.
Perkembangan tersebut terjadi setelah operasi Israel yang dimulai pada 22 Juli 2024. Militer Israel mengatakan operasi itu bertujuan mencegah Hamas membangun kembali kekuatannya di Khan Yunis. Sementara itu, otoritas Palestina melaporkan tingginya jumlah korban dan kerusakan akibat pertempuran.
Israel Tinggalkan Timur Khan Yunis
Israel menarik pasukan dari timur Khan Yunis setelah operasi darat yang berlangsung sekitar satu pekan. Setelah pasukan meninggalkan kawasan tersebut, ribuan warga Palestina terlihat kembali untuk memeriksa rumah dan lingkungan mereka.
Foto Reuters memperlihatkan warga berjalan menuju lingkungan timur Khan Yunis setelah pasukan Israel ditarik dari area itu pada 30 Juli 2024.
Penarikan tersebut tidak berarti seluruh Khan Yunis ditinggalkan. Laporan setelahnya menunjukkan operasi dan kehadiran militer Israel di bagian lain Gaza masih berlanjut.
Pertempuran Tinggalkan Banyak Korban
Setelah pasukan Israel mundur, tim penyelamat mulai melakukan pencarian di area pertempuran.
Reuters melaporkan bahwa kantor media pemerintah Gaza menyebut 255 warga Palestina tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam serangan selama delapan hari. Sedikitnya 30 orang juga dilaporkan masih hilang saat itu.
Dalam laporan lain pada hari yang sama, pejabat kesehatan Palestina mengatakan 42 jenazah telah ditemukan di Bani Suheila, salah satu kawasan yang menjadi pusat operasi di bagian timur Khan Yunis. Layanan darurat Gaza juga mengatakan sekitar 200 orang masih dilaporkan hilang.
Angka korban berasal dari otoritas Palestina dan tidak dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.
Warga Kembali ke Rumah yang Hancur
Setelah penarikan, warga mulai memasuki kawasan timur Khan Yunis dengan berjalan kaki, kendaraan, dan kereta yang ditarik keledai.
Banyak keluarga mendapati rumah mereka rusak berat atau hancur. Infrastruktur jalan dan bangunan publik juga mengalami kerusakan.
Situasi tersebut membuat kembalinya warga bukan berarti kehidupan langsung normal.
Sebagian besar dari mereka harus mencari barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari reruntuhan.
Bani Suheila Jadi Salah Satu Titik Utama
Bani Suheila berada di bagian timur Khan Yunis dan menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak selama operasi.
Laporan Reuters menyebut warga dan pekerja penyelamat melaporkan kerusakan berat pada jalan, rumah, serta area pemakaman.
Foto setelah penarikan menunjukkan kehancuran luas di berbagai bagian wilayah tersebut.
Apa Tujuan Operasi Israel?
Militer Israel mengatakan operasi tersebut ditujukan untuk mencegah Hamas “regrouping” atau membangun kembali kekuatan di wilayah Khan Yunis.
Dalam laporan Reuters, militer Israel mengatakan pasukannya telah menewaskan lebih dari 150 pejuang Palestina, menghancurkan terowongan dan menyita senjata selama operasi tersebut.
Klaim mengenai jumlah pejuang yang tewas itu berasal dari militer Israel dan tidak dapat diverifikasi secara independen.
Hamas dan Israel Saling Klaim
Operasi di Khan Yunis memperlihatkan kembali perbedaan besar antara narasi kedua pihak.
Israel menyatakan serangannya ditujukan terhadap infrastruktur Hamas dan pejuang bersenjata. Sementara otoritas Palestina menyoroti tingginya jumlah korban sipil serta kehancuran permukiman.
Perbedaan informasi membuat verifikasi independen menjadi sangat penting dalam pemberitaan mengenai konflik Gaza.
Pengungsi Mulai Bergerak Kembali
Selama operasi, banyak warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang dianggap lebih aman.
Setelah pasukan Israel mundur, warga mulai kembali untuk melihat kondisi lingkungan. Sebagian menemukan rumah dan lingkungan mereka sudah tidak seperti sebelumnya.
Kondisi tersebut menambah beban kemanusiaan karena sebagian warga sebelumnya sudah beberapa kali mengungsi.
Kerusakan Infrastruktur Sangat Luas
Dampak operasi tidak hanya terlihat pada bangunan tempat tinggal.
Jalan, sistem utilitas, lahan pertanian, dan fasilitas umum turut mengalami kerusakan. Laporan Al Jazeera kemudian menunjukkan bahwa kehancuran di kawasan selatan Gaza, termasuk Khan Yunis, terus menjadi bagian dari perubahan besar lanskap wilayah tersebut.
Kerusakan infrastruktur membuat proses kembali dan pemulihan warga menjadi semakin sulit.
PBB Catat Pengungsian dari Timur Khan Yunis
Dalam laporan kemanusiaan Mei 2026, OCHA mencatat bahwa lebih dari 150 keluarga kembali terusir dari wilayah timur Khan Yunis dan timur Gaza City akibat pergerakan tank dan pengeboman.
Data tersebut menunjukkan bahwa meski ada periode penarikan pasukan pada 2024, wilayah timur Khan Yunis tetap menjadi kawasan yang rentan terhadap operasi militer dan perpindahan penduduk dalam perkembangan berikutnya.
Penarikan Pasukan Bukan Akhir Konflik
Penarikan dari timur Khan Yunis pada Juli 2024 tidak mengakhiri perang di Gaza.
Al Jazeera mencatat bahwa pada Agustus 2024 pasukan Israel kembali menyelesaikan operasi di sejumlah bagian Khan Yunis dan memungkinkan warga kembali ke beberapa kawasan seperti Hamad, al-Jalaa, dan al-Qarara.
Ini menunjukkan bahwa kontrol dan operasi militer di Gaza dapat berubah dari waktu ke waktu.
Rumah dan Permukiman Jadi Korban Utama
Khan Yunis merupakan salah satu kota penting di Gaza selatan.
Serangkaian operasi militer sejak 2023 menyebabkan banyak wilayah permukiman rusak. Laporan Reuters dan Al Jazeera menggambarkan kawasan timur kota sebagai daerah yang mengalami kerusakan berat setelah operasi.
Bagi warga, persoalan terbesar setelah pertempuran adalah bagaimana kembali hidup ketika rumah dan fasilitas dasar sudah tidak berfungsi.
Tim Penyelamat Cari Korban Hilang
Setelah penarikan pasukan, pekerja darurat bergerak untuk mencari korban.
Tim penyelamat harus bekerja di antara bangunan runtuh dan puing-puing. Proses tersebut juga berisiko karena sebagian kawasan masih belum stabil.
Banyak keluarga masih menunggu kepastian mengenai kerabat yang belum ditemukan.
Situasi Kemanusiaan Tetap Berat
Konflik berkepanjangan membuat warga Gaza menghadapi masalah pengungsian, kerusakan tempat tinggal, dan terbatasnya akses kebutuhan dasar.
OCHA juga mencatat pengungsian keluarga dari wilayah timur Khan Yunis sebagai salah satu dampak langsung operasi militer di Gaza.
Dengan demikian, penarikan pasukan tidak otomatis berarti risiko kemanusiaan telah berakhir.
Operasi Militer Israel Terus Berubah
Dalam perkembangan konflik, Israel beberapa kali melakukan operasi berbeda di Khan Yunis.
Pada 2024, penarikan pasukan diikuti kembalinya warga. Namun beberapa minggu kemudian operasi kembali terjadi di bagian lain.
Pola ini menunjukkan situasi keamanan di Gaza sangat dinamis dan mudah berubah.
Jalur Diplomasi Tetap Terkendala
Pada saat operasi Khan Yunis berlangsung pada 2024, upaya gencatan senjata juga terus berjalan.
Namun, kesepakatan sering menemui hambatan karena perbedaan tuntutan antara Israel dan Hamas, termasuk soal pembebasan sandera, penghentian serangan, dan penarikan pasukan.
Kondisi tersebut membuat operasi militer dan perundingan diplomatik berlangsung bersamaan.
Khan Yunis Kembali Jadi Sorotan
Khan Yunis masih menjadi pusat perhatian dalam konflik Gaza hingga 2026.
Laporan terbaru menunjukkan kawasan timur kota masih menghadapi tekanan militer, termasuk penembakan dan perpindahan warga.
Karena itu, laporan mengenai penarikan pasukan pada 2024 perlu dipahami sebagai bagian dari rangkaian panjang perubahan kontrol militer di Gaza, bukan sebagai akhir dari konflik.
Penting Bedakan Peristiwa Lama dan Perkembangan Baru
Karena berita tentang penarikan pasukan Israel dari timur Khan Yunis merujuk pada peristiwa 30 Juli 2024, informasi tersebut tidak boleh ditulis seolah-olah terjadi pada Agustus 2026.
Ini penting untuk menjaga akurasi artikel, terutama karena perkembangan situasi Gaza terus berubah hingga saat ini.
Kesimpulan
Israel menarik pasukannya dari wilayah timur Khan Yunis pada 30 Juli 2024 setelah operasi militer yang berlangsung sekitar sepekan. Setelah penarikan, ribuan warga Palestina kembali ke kawasan tersebut dan menemukan kerusakan parah pada rumah serta infrastruktur.
Otoritas Palestina melaporkan 255 orang tewas, lebih dari 300 terluka, dan puluhan orang hilang selama operasi. Di Bani Suheila, setidaknya 42 jenazah dilaporkan ditemukan setelah pasukan Israel mundur.
Israel menyatakan operasi itu bertujuan mencegah Hamas membangun kembali kekuatan di Khan Yunis, sementara klaim korban dan jumlah pejuang yang tewas dari masing-masing pihak tidak dapat diverifikasi secara independen.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu episode penting dalam perang Gaza dan menunjukkan beratnya dampak pertempuran terhadap warga sipil serta infrastruktur.


















































































































































