
Bengkel Tembikar Abad ke-10 Ditemukan di Tbilisi
Bengkel tembikar abad ke-10 ditemukan secara tidak sengaja di pusat Tbilisi, Georgia, ketika proyek perbaikan jalan berlangsung di Rustaveli Avenue.
Penemuan tersebut berada sekitar enam meter di bawah permukaan jalan dan menjadi salah satu temuan abad pertengahan tertua yang pernah ditemukan di ibu kota Georgia.
Para arkeolog menemukan pecahan keramik yang mengindikasikan keberadaan sebuah bengkel produksi tembikar dari periode sekitar abad ke-10 hingga ke-11.
Temuan tersebut memberikan gambaran baru mengenai kehidupan masyarakat Tbilisi pada masa ketika kota itu menjadi salah satu pusat ekonomi penting di kawasan Kaukasus.
Ditemukan Saat Proyek Perbaikan Jalan
Penemuan arkeologi tersebut bermula dari proyek renovasi di Rustaveli Avenue.
Pemerintah kota melakukan pekerjaan untuk menambah penyeberangan pejalan kaki, memperbaiki rambu, serta meningkatkan infrastruktur kawasan pusat kota. Namun, proyek modern tersebut justru membuka jejak kehidupan Tbilisi dari sekitar 1.000 tahun lalu.
Pekerjaan konstruksi sempat menimbulkan kemacetan dan keluhan warga. Di sisi lain, penggalian memberikan kesempatan bagi arkeolog untuk mempelajari lapisan sejarah yang selama ini tersembunyi di bawah jalan utama kota.
Pecahan Keramik Jadi Petunjuk Utama
Para peneliti menggunakan bentuk dan ornamen pada tembikar untuk memperkirakan usia temuan.
Analisis awal menunjukkan bahwa pecahan tersebut berasal dari periode antara abad ke-10 dan ke-11. Pada masa tersebut, Tbilisi berada di bawah pengaruh kekuasaan Arab dan menjadi salah satu persinggahan penting dalam jaringan perdagangan Jalur Sutra.
Arkeolog Merab Dzneladze dari Georgian National Museum menjelaskan bahwa bentuk keramik menunjukkan adanya pengaruh budaya Timur.
Hal tersebut menarik karena temuan tersebut memperlihatkan adanya percampuran budaya yang terjadi di Tbilisi pada masa lampau.
Tbilisi Pernah Jadi Pusat Perdagangan
Tbilisi memiliki posisi geografis yang strategis.
Kota tersebut berada di kawasan yang menghubungkan berbagai wilayah di Eropa dan Asia. Posisi itu membuat Tbilisi berkembang sebagai pusat perdagangan sekaligus tempat bertemunya berbagai budaya.
Direktur Georgian National Museum David Lordkipanidze menggambarkan Tbilisi sebagai kota yang sejak lama memiliki karakter multikultural dan menjadi pusat ekonomi kawasan.
“Tbilisi was always multicultural,” kata Lordkipanidze kepada Reuters.
Karena itu, keberadaan bengkel keramik di pusat kota memiliki nilai penting bagi penelitian sejarah ekonomi Tbilisi.
Bengkel Keramik Berada di Era Jalur Sutra
Periode penemuan tersebut bertepatan dengan masa ketika Tbilisi menjadi bagian dari jaringan perdagangan yang menghubungkan Asia dan Eropa.
Barang-barang seperti keramik dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari. Produksi lokal juga menunjukkan bahwa Tbilisi tidak hanya menjadi tempat persinggahan pedagang, tetapi memiliki aktivitas produksi sendiri.
Dengan demikian, bengkel tembikar abad ke-10 memberikan petunjuk bahwa kehidupan ekonomi kota pada masa itu cukup berkembang.
Ada Pengaruh Budaya Arab
Temuan keramik juga memberikan informasi mengenai kondisi politik dan budaya Tbilisi pada periode tersebut.
Menurut Reuters, kota ini berada di bawah kekuasaan Arab pada periode yang diperkirakan menjadi usia temuan. Ornamen pada keramik memiliki karakter yang menunjukkan pengaruh budaya Timur.
Namun, temuan tersebut juga memperlihatkan adanya gaya lokal Georgia.
Perpaduan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Tbilisi mengalami interaksi budaya yang intens.
Artefak Akan Dipindai dengan Teknologi 3D
Setelah proses penggalian, artefak tidak langsung dipamerkan kepada publik.
Temuan akan dibawa ke National Museum of Georgia untuk dibersihkan, direstorasi dan diteliti. Para ahli juga akan melakukan pemindaian 3D terhadap material dan area penggalian.
Teknologi tersebut memungkinkan peneliti mendokumentasikan bentuk dan kondisi artefak secara lebih detail.
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi tambahan mengenai fungsi bengkel, teknologi pembuatan keramik, serta kehidupan masyarakat Tbilisi pada abad pertengahan.
Bukan Hanya Tembikar yang Ditemukan
Penggalian di Rustaveli Avenue juga memperlihatkan bahwa lapisan bawah kota menyimpan berbagai peninggalan dari periode berbeda.
Reuters melaporkan bahwa selain pecahan keramik, penggalian juga memperlihatkan struktur lain, termasuk saluran air dan bagian bawah bangunan dari awal abad ke-20.
Bahkan, beberapa aliran air bawah tanah yang berhubungan dengan sumber air panas Tbilisi ikut terlihat selama pekerjaan berlangsung.
Temuan tersebut memperlihatkan betapa kompleksnya sejarah kota yang kini berdiri di atas berbagai lapisan peradaban.
Mengapa Penemuan Ini Penting?
Penemuan bengkel tembikar abad ke-10 bukan hanya penting bagi sejarah Georgia.
Temuan ini juga membantu menjelaskan bagaimana sebuah kota di kawasan Kaukasus berperan dalam perdagangan dan pertukaran budaya antara Asia dan Eropa.
Keramik merupakan salah satu petunjuk penting dalam arkeologi karena bentuk, bahan, ornamen dan teknik pembuatannya dapat menunjukkan hubungan suatu masyarakat dengan wilayah lain.
Karena itu, penelitian terhadap pecahan tembikar Tbilisi berpotensi mengungkap lebih banyak informasi mengenai aktivitas ekonomi masyarakat sekitar 1.000 tahun lalu.
Sejarah Tbilisi Kembali Terungkap
Tbilisi dikenal sebagai kota dengan sejarah panjang. Catatan sejarah Georgia menempatkan awal berdirinya kota tersebut pada abad ke-4, ketika Vakhtang I memerintah kerajaan Kartli.
Berabad-abad kemudian, kota tersebut mengalami pergantian kekuasaan dan pengaruh dari berbagai kerajaan serta kekuatan regional.
Penemuan bengkel keramik di bawah Rustaveli Avenue kini menambahkan potongan baru dalam sejarah panjang tersebut.
Kesimpulan
Bengkel tembikar abad ke-10 yang ditemukan di pusat Tbilisi menjadi salah satu penemuan arkeologi menarik di Georgia pada 2026.
Lokasinya yang berada sekitar enam meter di bawah jalan dan kaitannya dengan periode Jalur Sutra membuat temuan ini sangat bernilai bagi penelitian sejarah.
Artefak tersebut kini akan diteliti lebih lanjut menggunakan restorasi dan pemindaian 3D. Hasilnya diharapkan dapat mengungkap bagaimana masyarakat Tbilisi memproduksi keramik, menjalankan aktivitas ekonomi, dan berinteraksi dengan berbagai budaya sekitar 1.000 tahun lalu.


















































































































































































































