
Starship Tembus Orbit Jadi Target Baru SpaceX
Starship tembus orbit menjadi salah satu target terbesar SpaceX dalam pengembangan roket generasi berikutnya. SpaceX menargetkan penerbangan uji Starship Flight 14 pada 22 September 2026 untuk mencoba membawa kendaraan tersebut ke orbit Bumi untuk pertama kalinya.
Penerbangan ini dijadwalkan berlangsung dari fasilitas SpaceX di Starbase, Texas. Namun, jadwal tersebut masih bergantung pada persetujuan regulator sebelum peluncuran dilakukan.
Jika terlaksana sesuai rencana, misi tersebut akan menjadi tahap penting dalam pengembangan sistem peluncuran orbital yang dapat digunakan kembali.
SpaceX Siapkan Starship Flight 14
Flight 14 merupakan penerbangan uji Starship yang ke-14 sejak program tersebut memasuki rangkaian pengujian penerbangan.
Reuters melaporkan bahwa penerbangan sebelumnya pada Juli berhasil membawa Starship ke luar angkasa melalui lintasan suborbital, tetapi kendaraan tersebut belum menyelesaikan satu putaran penuh mengelilingi Bumi.
Karena itu, misi September membawa target yang berbeda.
SpaceX ingin menguji kemampuan Starship memasuki orbit dan menjalankan penerbangan dengan durasi lebih panjang sebelum akhirnya kembali ke Bumi.
Misi Diperkirakan Berlangsung Hampir 10 Jam
Rencana penerbangan Flight 14 memiliki durasi yang jauh lebih panjang dibandingkan penerbangan uji sebelumnya.
Menurut Reuters, misi tersebut diperkirakan berlangsung hampir 10 jam. Starship direncanakan terbang sekitar 275 kilometer di atas permukaan Bumi dan melakukan sekitar enam kali putaran mengelilingi planet sebelum melakukan pendaratan di wilayah Samudra Pasifik sebelah barat Chile.
Durasi tersebut memberikan kesempatan kepada SpaceX untuk menguji berbagai sistem kendaraan dalam kondisi penerbangan orbital.
Namun, seluruh profil misi masih bergantung pada pelaksanaan penerbangan yang sebenarnya.
26 Satelit Starlink V3 Ikut Dibawa
Hal menarik lainnya adalah rencana membawa 26 satelit Starlink V3 dalam penerbangan tersebut.
Satelit itu akan menjadi bagian dari muatan yang dilepaskan selama misi. Jika sesuai rencana, peluncuran ini akan menjadi penerapan penting Starship untuk membawa satelit ke orbit.
Starlink sendiri merupakan jaringan satelit SpaceX yang digunakan untuk menyediakan layanan internet berbasis satelit.
Dengan membawa satelit dalam misi uji, SpaceX dapat sekaligus menguji kemampuan Starship dalam menjalankan fungsi peluncuran muatan.
Apa yang Akan Diuji SpaceX?
Target Starship tembus orbit bukan hanya mengenai apakah roket mampu mencapai orbit.
SpaceX juga akan menguji sejumlah sistem penting sepanjang penerbangan.
Beberapa di antaranya meliputi:
- proses peluncuran;
- pemisahan tahapan kendaraan;
- manuver boostback;
- penerbangan orbital;
- pelepasan satelit;
- serta proses kembali dan pendaratan di laut.
Reuters menyebut pengujian tersebut sebagai bagian dari upaya SpaceX mengembangkan sistem peluncuran orbital yang dapat digunakan kembali.
Starship dan Super Heavy Bekerja sebagai Satu Sistem
Starship bukan sekadar satu kendaraan tunggal.
Sistem peluncuran tersebut terdiri dari dua bagian utama, yaitu Super Heavy sebagai tahap pertama dan Starship sebagai tahap kedua.
FAA menjelaskan bahwa kendaraan terintegrasi Starship/Super Heavy memiliki tinggi sekitar 400 kaki atau sekitar 122 meter dan diameter sekitar 30 kaki. Super Heavy dirancang menggunakan hingga 37 mesin Raptor, sedangkan Starship memiliki hingga enam mesin Raptor.
Kedua tahap tersebut menggunakan oksigen cair dan metana cair sebagai propelan.
Mengapa Orbit Sangat Penting?
Mencapai orbit merupakan tahap berbeda dibandingkan sekadar terbang ke luar angkasa.
Pada penerbangan suborbital, kendaraan dapat mencapai ketinggian ruang angkasa tetapi kemudian kembali ke Bumi tanpa mengelilingi planet.
Sebaliknya, penerbangan orbital membutuhkan kecepatan dan lintasan yang memungkinkan kendaraan terus mengelilingi Bumi.
Karena itu, keberhasilan Starship tembus orbit akan memberikan data baru mengenai kemampuan kendaraan dalam menjalankan penerbangan orbital dengan durasi lebih panjang.
SpaceX Kejar Roket yang Bisa Digunakan Kembali
Salah satu tujuan utama program Starship adalah membangun sistem transportasi luar angkasa yang dapat digunakan kembali.
FAA menjelaskan bahwa SpaceX mengembangkan Starship/Super Heavy untuk melakukan penerbangan suborbital dan orbital, dengan konsep pendaratan kembali pada tahap tertentu.
Konsep tersebut penting karena penggunaan kembali komponen roket berpotensi mengurangi biaya dan meningkatkan frekuensi penerbangan.
Namun, kemampuan tersebut tetap harus dibuktikan melalui serangkaian pengujian.
Bukan Sekadar Misi Eksperimen
Perkembangan Starship juga berkaitan dengan rencana SpaceX membangun aktivitas komersial di orbit.
Reuters melaporkan bahwa SpaceX telah mendapatkan pelanggan Eropa pertamanya untuk program Starfall, yaitu Space Cargo yang berbasis di Luksemburg. Program tersebut direncanakan menggunakan Starship dalam misi komersial pada 2028 untuk membawa muatan dari orbit kembali ke Bumi.
Informasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Starship diarahkan tidak hanya untuk pengujian internal.
Dalam jangka panjang, SpaceX juga ingin menggunakan sistem tersebut untuk membawa muatan dan mendukung berbagai aktivitas komersial di luar angkasa.
Jadwal 22 September Masih Bisa Berubah
Meskipun SpaceX menargetkan 22 September 2026, tanggal tersebut bukan jaminan bahwa peluncuran pasti berlangsung pada hari tersebut.
Penerbangan Starship masih membutuhkan persetujuan regulator. FAA juga mencatat bahwa operasi Starship/Super Heavy membutuhkan lisensi kendaraan peluncuran dan pengaturan terkait wilayah udara.
Dalam jadwal operasional penerbangan yang dipublikasikan FAA, Starship Flight 14 tercantum dengan jendela utama pada 22 September 2026 dan tanggal cadangan pada 23 September 2026.
Karena itu, perkembangan regulasi dan kesiapan teknis masih menjadi faktor penting menjelang hari peluncuran.
Jika Berhasil, Apa Artinya?
Keberhasilan misi tidak otomatis membuat seluruh sistem Starship siap digunakan secara rutin.
Namun, penerbangan orbital dapat memberikan data penting mengenai performa kendaraan, pemisahan tahap, operasi di orbit, pelepasan muatan, dan proses kembali ke Bumi.
Data tersebut kemudian dapat digunakan SpaceX untuk memperbaiki desain dan prosedur pada penerbangan berikutnya.
Dengan kata lain, Flight 14 merupakan salah satu tahap dalam proses pengembangan yang lebih panjang.
Kesimpulan
Starship tembus orbit menjadi target penting SpaceX dalam penerbangan uji ke-14 yang ditargetkan berlangsung pada 22 September 2026. Misi ini direncanakan membawa 26 satelit Starlink V3 dan berlangsung hampir 10 jam dengan sekitar enam kali mengelilingi Bumi.
SpaceX juga akan menguji sejumlah sistem, termasuk peluncuran, pemisahan tahap, boostback, penerbangan orbital, serta proses kembali ke Bumi.
Namun, jadwal tersebut masih bergantung pada persetujuan regulator dan kesiapan teknis. Karena itu, 22 September harus dipahami sebagai target penerbangan, bukan kepastian peluncuran.

































































































































































































































