
JAKARTA – Ledakan penggunaan Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah peta industri memori global. Kebutuhan server AI yang semakin besar mendorong permintaan terhadap DRAM, HBM, hingga NAND flash, sementara kapasitas produksi belum bertambah secepat pertumbuhan kebutuhan.
Kondisi tersebut membuat permintaan memori chip menjadi salah satu perhatian utama industri semikonduktor pada 2026. TrendForce mencatat pertumbuhan permintaan AI server ikut mendorong pengiriman HBM3e, LPDDR5X, dan RDIMM berkapasitas tinggi pada kuartal II 2026.
AI Jadi Mesin Baru Permintaan Memori
Perkembangan AI membutuhkan infrastruktur komputasi dalam jumlah besar. Pusat data yang menjalankan model AI membutuhkan prosesor berperforma tinggi sekaligus kapasitas memori dan penyimpanan yang besar.
Karena itu, peningkatan investasi AI ikut berdampak langsung pada pasar memori.
SEMI memperkirakan belanja peralatan untuk produksi DRAM akan meningkat 29 persen menjadi US$37 miliar pada 2026. Belanja peralatan 3D NAND juga diproyeksikan naik 28 persen menjadi US$14 miliar.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa produsen semikonduktor sedang berupaya menambah kapasitas untuk mengikuti pertumbuhan kebutuhan akibat ekspansi infrastruktur AI.
Permintaan HBM dan DRAM Server Melonjak
Salah satu komponen yang paling penting dalam sistem AI adalah High Bandwidth Memory (HBM).
HBM digunakan bersama akselerator AI untuk menyediakan bandwidth memori tinggi sehingga prosesor dapat mengakses data dalam jumlah besar dengan cepat.
Selain HBM, kebutuhan terhadap server DDR5 dan RDIMM berkapasitas tinggi juga meningkat.
TrendForce melaporkan pendapatan industri DRAM pada kuartal II 2026 mencapai hampir US$154,73 miliar, naik 59,5 persen secara kuartalan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh permintaan server AI serta meningkatnya penggunaan HBM3e dan memori server berkapasitas tinggi.
NAND Ikut Terdorong Pertumbuhan AI
Bukan hanya DRAM dan HBM yang mendapatkan dampak dari perkembangan AI.
NAND flash juga semakin penting karena digunakan untuk menyimpan data pada perangkat, server, pusat data, dan sistem penyimpanan AI.
Reuters melaporkan pada 18 September 2026 bahwa meningkatnya kebutuhan server AI telah menciptakan kekurangan memori global. Produsen juga cenderung memprioritaskan investasi pada DRAM dan HBM sehingga penambahan kapasitas NAND menjadi lebih terbatas.
Kondisi tersebut membuat pasar NAND menjadi semakin kompetitif.
China Mulai Perkuat Produksi NAND
Tekanan permintaan global juga mendorong perusahaan China memperluas kemampuan produksi memori.
Reuters melaporkan ChangXin Memory Technologies (CXMT) sedang menyiapkan langkah masuk ke sektor NAND flash. Perusahaan tersebut berencana membangun lini produksi untuk riset dan pengembangan NAND di fasilitas barunya di Beijing.
Langkah tersebut akan memperluas bisnis CXMT yang selama ini dikenal sebagai produsen DRAM.
CXMT juga dilaporkan telah berdiskusi dengan calon pelanggan, termasuk sebuah startup yang membutuhkan NAND untuk produk penyimpanan yang digunakan pada sistem AI dan superkomputer. Namun, Reuters menyebut belum jelas kapan lini tersebut akan beroperasi penuh secara komersial.
Persaingan Samsung, SK Hynix, dan Micron
Pasar memori global saat ini masih dikuasai sejumlah produsen besar.
Samsung, SK Hynix, dan Micron menjadi pemain utama dalam produksi berbagai jenis memori, termasuk DRAM dan HBM.
Reuters melaporkan Samsung menjadi pemasok NAND terbesar berdasarkan pendapatan pada kuartal II 2026 dengan pangsa sekitar 29,3 persen, disusul SK Hynix dan Micron.
Di sisi lain, perusahaan China seperti CXMT dan YMTC terus berupaya memperbesar kemampuan domestik mereka.
Perkembangan tersebut membuat persaingan teknologi memori semakin erat, terutama ketika kebutuhan AI terus berkembang.
Pasokan Memori Diperkirakan Tetap Ketat
Pertumbuhan permintaan yang lebih cepat daripada penambahan kapasitas menjadi persoalan utama industri.
CEO SK Hynix Kwak Noh-jung sebelumnya memperkirakan 2027 dapat menjadi tahun dengan kondisi pasokan memori paling ketat dalam sejarah industri. Ia juga mengatakan permintaan pelanggan diperkirakan tetap lebih tinggi dibandingkan kapasitas produksi perusahaan bahkan hingga setelah 2030.
Sementara itu, Omdia memperkirakan hambatan pasokan pada HBM, advanced packaging, dan kapasitas produksi chip masih dapat berlangsung hingga setidaknya 2027.
Artinya, peningkatan kapasitas produksi membutuhkan waktu dan investasi besar.
Produsen Harus Menentukan Prioritas Produksi
Salah satu tantangan industri saat ini adalah menentukan produk mana yang mendapat tambahan kapasitas.
Memori HBM dan DRAM server memiliki peran penting dalam sistem AI. Namun, NAND juga dibutuhkan untuk penyimpanan data dalam jumlah besar.
Ketika produsen mengalokasikan lebih banyak kapasitas untuk produk bernilai tinggi seperti HBM dan server DRAM, tambahan pasokan NAND dapat menjadi lebih terbatas.
Kondisi inilah yang ikut memperketat pasar memori secara keseluruhan.
AI Mengubah Strategi Industri Semikonduktor
Perkembangan AI tidak hanya meningkatkan permintaan terhadap GPU dan prosesor.
Ekspansi pusat data juga menciptakan kebutuhan baru terhadap:
- HBM untuk akselerator AI.
- DRAM server untuk pemrosesan data.
- NAND untuk penyimpanan.
- SSD enterprise untuk pusat data.
- Advanced packaging untuk mengintegrasikan komponen AI.
Oleh sebab itu, investasi industri semikonduktor kini semakin diarahkan pada rantai pasok yang mendukung AI.
Data Penting Industri Memori 2026
| Indikator | Data |
|---|---|
| Pendapatan industri DRAM Q2 2026 | Hampir US$154,73 miliar |
| Pertumbuhan DRAM Q2 2026 | 59,5% QoQ |
| Belanja peralatan DRAM 2026 | US$37 miliar |
| Pertumbuhan belanja DRAM | 29% |
| Belanja peralatan 3D NAND 2026 | US$14 miliar |
| Pertumbuhan belanja 3D NAND | 28% |
| Target ekspansi NAND CXMT | Lini R&D di Beijing |
Data tersebut berasal dari TrendForce/DRAMeXchange, SEMI, dan laporan Reuters terbaru.
Kesimpulan
Permintaan memori chip semakin kuat seiring ekspansi AI dan pembangunan pusat data di berbagai negara. Kebutuhan tersebut mendorong pertumbuhan HBM, DRAM server, serta NAND.
Di sisi lain, penambahan kapasitas produksi tidak berlangsung secepat pertumbuhan permintaan. Produsen juga harus membagi kapasitas antara HBM, DRAM server, dan NAND.
China melalui CXMT mulai memperluas langkah ke pasar NAND, sementara Samsung, SK Hynix, Micron, dan YMTC terus memperkuat posisi masing-masing.






































































































































































































































