
Nscale Catat Pertumbuhan Pendapatan 1.252%
Perusahaan cloud berbasis kecerdasan buatan atau AI cloud Nscale mencatat pertumbuhan pendapatan yang sangat besar pada paruh pertama 2026.
Dalam dokumen pengajuan penawaran umum perdana atau IPO di Amerika Serikat, Nscale melaporkan pendapatan US$140,6 juta untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Angka tersebut naik 1.252% dibandingkan US$10,4 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Data itu tercantum dalam filing Nscale kepada Securities and Exchange Commission (SEC).
Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya permintaan terhadap infrastruktur komputasi untuk menjalankan berbagai aplikasi AI.
Pendapatan Naik, Kerugian Juga Membesar
Meski pendapatan Nscale meningkat tajam, perusahaan belum mencatatkan keuntungan.
Nscale membukukan rugi bersih US$1,02 miliar pada semester pertama 2026. Setahun sebelumnya, perusahaan mencatat rugi bersih US$368,9 juta.
Dengan demikian, kenaikan pendapatan Nscale tidak dapat langsung diartikan sebagai peningkatan keuntungan.
Dokumen perusahaan menunjukkan biaya pendapatan mencapai US$189,6 juta, naik 2.331% dibandingkan US$7,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut antara lain berkaitan dengan ekspansi lokasi serta meningkatnya biaya sewa dan listrik.
AI Jadi Mesin Pertumbuhan Nscale
Nscale bergerak di bidang infrastruktur AI dengan menyediakan layanan komputasi melalui Nscale Cloud.
Platform tersebut mendukung berbagai kebutuhan AI, mulai dari pelatihan model, fine-tuning, hingga inference atau menjalankan model AI untuk pengguna.
Dalam filing SEC, Nscale menyebut peningkatan adopsi AI dan kebutuhan komputasi sebagai salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnisnya.
Perusahaan juga mengatakan penggunaan token pada layanan inference-nya terus berkembang.
Didukung Nvidia dan Pemain Teknologi Besar
Pertumbuhan Nscale berlangsung ketika industri teknologi berlomba membangun kapasitas data center untuk memenuhi kebutuhan AI.
Reuters melaporkan bahwa Nscale mendapatkan dukungan dari Nvidia dan tengah memanfaatkan tingginya minat investor terhadap perusahaan infrastruktur AI.
Nscale juga tercatat memiliki kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi besar.
Menurut dokumen SEC, perusahaan memiliki sekitar 461.000 GPU yang aktif atau sudah dikontrak per 31 Agustus 2026. Total nilai kontrak aktif dan yang telah dikontrak mencapai sekitar US$103,4 miliar berdasarkan kontrak jangka panjang.
Namun, angka kontrak tersebut merupakan total contract value dan bukan berarti seluruh nilai tersebut sudah menjadi pendapatan yang diterima Nscale.
Nscale Siapkan IPO di Bursa New York
Pertumbuhan bisnis AI cloud juga menjadi latar belakang langkah Nscale menuju pasar saham Amerika Serikat.
Nscale telah mengajukan dokumen untuk melakukan initial public offering (IPO) dan berencana mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange (NYSE) menggunakan simbol NSCL.
Dalam filing tersebut, Nscale belum menentukan jumlah saham yang akan ditawarkan maupun harga IPO.
Langkah ini akan menjadi salah satu pengujian terhadap minat investor terhadap perusahaan yang menyediakan infrastruktur bagi perkembangan AI.
Rugi Besar Jadi Perhatian Investor
Di balik pertumbuhan pendapatan yang sangat cepat, kondisi keuangan Nscale menunjukkan biaya ekspansi yang juga besar.
Rugi bersih semester pertama 2026 mencapai US$1,02 miliar. Dokumen perusahaan mencatat net loss margin sebesar -726% pada periode tersebut.
Reuters mencatat bahwa perusahaan infrastruktur AI menghadapi kondisi pasar yang berbeda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
Matt Kennedy dari Renaissance Capital mengatakan kepada Reuters:
“The setup for AI infrastructure is good enough to get these deals done, but it’s nothing like the euphoria of a few months ago.”
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa minat terhadap infrastruktur AI masih ada, tetapi kondisi pasar tidak lagi sama seperti ketika antusiasme AI berada pada level tertinggi.
Infrastruktur AI Membutuhkan Modal Besar
Bisnis Nscale membutuhkan investasi besar karena perusahaan harus membangun dan mengoperasikan infrastruktur yang terdiri dari data center, GPU, jaringan, listrik, serta sistem pendingin.
Dalam enam bulan pertama 2026, biaya pendapatan Nscale meningkat jauh lebih cepat dibandingkan pendapatannya. Filing SEC menunjukkan biaya pendapatan naik 2.331%, sementara pendapatan tumbuh 1.252%.
Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan model bisnis AI cloud.
Perusahaan harus memperluas kapasitas untuk memenuhi permintaan pelanggan, tetapi ekspansi tersebut membutuhkan modal dan meningkatkan biaya operasional.
Nscale Punya Kontrak Jangka Panjang
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kontrak jangka panjang yang dimiliki Nscale.
Per 31 Agustus 2026, Nscale mencatat sekitar US$2,6 miliar nilai kontrak aktif dan sekitar US$103,4 miliar nilai kontrak aktif serta yang telah dikontrak.
Perusahaan juga menyebut rata-rata tertimbang masa kontraknya mencapai 5,7 tahun.
Meski demikian, nilai kontrak tersebut tetap harus dibedakan dari pendapatan yang sudah direalisasikan. Pendapatan perusahaan pada semester pertama 2026 tercatat US$140,6 juta.
AI Cloud Jadi Industri yang Semakin Kompetitif
Nscale bukan satu-satunya perusahaan yang berusaha mengambil peluang dari pertumbuhan kebutuhan komputasi AI.
Perusahaan seperti CoreWeave, Nebius, Crusoe, dan Lambda juga bergerak dalam ekosistem infrastruktur AI dan cloud computing.
Persaingan tersebut membuat kapasitas GPU, listrik, data center, dan akses pelanggan menjadi faktor penting.
Perusahaan yang mampu membangun kapasitas dengan biaya efisien akan menghadapi peluang sekaligus tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan.
Apa Arti Lonjakan 1.252% bagi Industri AI?
Pertumbuhan pendapatan Nscale menjadi salah satu indikator bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur AI terus berkembang.
Perusahaan AI membutuhkan GPU dan pusat data dalam jumlah besar untuk melatih serta menjalankan model AI. Kondisi tersebut menciptakan peluang bagi penyedia cloud khusus AI.
Namun, pertumbuhan pendapatan yang tinggi belum otomatis menghasilkan keuntungan.
Kasus Nscale menunjukkan bahwa ekspansi infrastruktur AI membutuhkan modal besar dan dapat menghasilkan biaya yang sangat tinggi sebelum perusahaan mencapai skala ekonomi yang lebih matang.
Kesimpulan
Nscale mencatat pertumbuhan pendapatan 1.252% menjadi US$140,6 juta pada semester pertama 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap layanan komputasi dan infrastruktur AI.
Namun, Nscale masih menghadapi tantangan besar karena membukukan rugi bersih US$1,02 miliar pada periode yang sama.
Perusahaan kini mengajukan IPO di NYSE dengan kode NSCL, sementara ekspansi data center dan layanan AI terus dilakukan.
Perkembangan Nscale menjadi gambaran bagaimana AI cloud berkembang sangat cepat, tetapi pertumbuhan tersebut juga membutuhkan investasi besar untuk membangun infrastruktur komputasi yang mampu memenuhi permintaan AI.













































































































































































































































