
DeepSeek di Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan mengenai kecerdasan buatan dan keamanan internasional. Perusahaan AI asal China tersebut akan bergabung dengan sejumlah pelaku industri untuk memberikan pandangan mengenai perkembangan serta risiko teknologi AI.
Menurut laporan Reuters pada Selasa, 22 September 2026, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan pada Rabu. Pertemuan itu akan membahas dampak kecerdasan buatan terhadap keamanan global.
Informasi mengenai keikutsertaan DeepSeek diperoleh Reuters dari dua sumber yang mengetahui rencana tersebut. Namun, susunan acara masih dapat berubah menjelang pertemuan berlangsung.
DeepSeek di Dewan Keamanan PBB Bahas Risiko AI
Kehadiran DeepSeek menarik perhatian karena perusahaan tersebut menjadi salah satu pemain penting dalam persaingan teknologi AI global. Model AI yang dikembangkan DeepSeek juga telah memperkuat posisi China dalam industri kecerdasan buatan.
Meski demikian, belum ada penjelasan terperinci mengenai materi yang akan disampaikan perusahaan tersebut. Reuters melaporkan bahwa pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, tidak berencana menghadiri pertemuan itu secara langsung.
Sejumlah perusahaan AI China lainnya, termasuk Moonshot AI, juga diundang untuk menyampaikan pernyataan. Akan tetapi, DeepSeek dan Moonshot belum memberikan tanggapan resmi ketika dimintai komentar.
Pertemuan ini bukan berarti PBB memberikan dukungan khusus kepada perusahaan tertentu. Sebaliknya, Dewan Keamanan berusaha mendengar pandangan dari berbagai pengembang teknologi mengenai risiko yang mungkin muncul.
OpenAI dan Anthropic Diperkirakan Hadir
Selain DeepSeek, CEO OpenAI Sam Altman juga direncanakan memberikan pengarahan kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Perwakilan senior dari Anthropic diperkirakan turut hadir.
Keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa isu keamanan AI tidak lagi terbatas pada sektor teknologi. Perkembangan AI kini mulai dipandang sebagai persoalan yang dapat memengaruhi hubungan antarnegara, stabilitas politik, pertahanan, dan keamanan siber.
Karena itu, komunikasi antara pengembang AI dan pemerintah dinilai semakin penting. Pemerintah perlu memahami kemampuan teknologi baru, sementara perusahaan harus menjelaskan sistem pengamanan yang mereka gunakan.
Kekhawatiran AI Lepas dari Kendali
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya mengingatkan bahwa risiko dari perkembangan AI yang sangat cepat tidak boleh diabaikan.
Kekhawatiran tersebut antara lain berkaitan dengan kemampuan sistem AI yang semakin mandiri, penggunaan teknologi dalam konflik, serangan siber, penyebaran informasi palsu, dan kemungkinan berkurangnya kendali manusia.
Namun, tingkat ancaman setiap sistem AI tidak selalu sama. Risiko bergantung pada kemampuan model, cara penggunaannya, akses yang diberikan, serta pengawasan yang diterapkan oleh pengembang dan pemerintah.
Oleh sebab itu, Dewan Keamanan PBB perlu membedakan antara risiko yang telah terbukti dan skenario yang masih berupa perkiraan. Pendekatan berbasis bukti diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan tidak menghambat inovasi secara berlebihan.
China dan AS Punya Pandangan Berbeda
Dewan Keamanan PBB pertama kali membahas risiko kecerdasan buatan pada 2023. Saat itu, China mengingatkan bahwa teknologi AI tidak boleh berkembang tanpa pengawasan manusia.
“AI tidak boleh menjadi kuda liar,” demikian peringatan yang pernah disampaikan China dalam pembahasan tersebut.
Sementara itu, Amerika Serikat menyoroti kemungkinan AI digunakan untuk melakukan penyensoran, penindasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa keamanan AI juga berkaitan dengan nilai politik serta kepentingan masing-masing negara.
Sejumlah tokoh industri sebelumnya menyerukan perlambatan pengembangan AI secara terkoordinasi. Namun, media pemerintah China menilai seruan itu sebagai pendekatan geopolitik untuk mempertahankan dominasi teknologi Amerika Serikat.
Di tengah perbedaan tersebut, pejabat senior AS dan China dilaporkan menyepakati perlunya pembicaraan lanjutan mengenai keamanan AI. Dialog itu penting karena kedua negara memiliki pengaruh besar dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Mengapa Dewan Keamanan Membahas AI?
Dewan Keamanan PBB bertanggung jawab menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Oleh karena itu, teknologi yang berpotensi memengaruhi konflik, pertahanan, dan stabilitas global mulai masuk dalam perhatian lembaga tersebut.
AI dapat membantu menganalisis data, mendeteksi ancaman, dan mendukung penanganan bencana. Sebaliknya, teknologi yang sama juga dapat disalahgunakan untuk membuat serangan siber lebih canggih atau menyebarkan propaganda dalam skala besar.
Pertemuan ini diharapkan membuka jalur komunikasi antara negara dan perusahaan pengembang. Selain itu, pembahasan tersebut dapat membantu menyusun prinsip bersama mengenai transparansi, pengawasan manusia, dan pelaporan insiden AI.
Meski demikian, pengarahan perusahaan kepada Dewan Keamanan tidak otomatis menghasilkan aturan internasional yang mengikat. Proses pembentukan kesepakatan global membutuhkan negosiasi lebih panjang karena setiap negara memiliki kepentingan berbeda.
Agenda Masih Dapat Berubah
Keikutsertaan DeepSeek di Dewan Keamanan PBB masih berstatus rencana berdasarkan keterangan sumber Reuters. Karena itu, detail pembicara maupun materi yang disampaikan dapat berubah sebelum pertemuan dimulai.
Pertemuan tersebut tetap menjadi perkembangan penting dalam diplomasi teknologi. Untuk pertama kalinya, perusahaan-perusahaan AI terkemuka dari Amerika Serikat dan China dapat menyampaikan pandangannya dalam satu forum keamanan global.
Dialog terbuka diperlukan agar persaingan teknologi tidak menutup peluang kerja sama. Dengan pengawasan yang tepat, AI dapat memberikan manfaat besar tanpa mengabaikan keselamatan manusia dan stabilitas internasional.


























































































































































































































































