PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Muse Meta Dorong Nasdaq Mendekati Rekor Baru

Muse Meta dorong Nasdaq mendekati rekor setelah asisten kecerdasan buatan tersebut mendapat sambutan kuat di Amerika Serikat. Antusiasme terhadap produk AI terbaru Meta Platforms turut mengangkat saham teknologi dan produsen chip.

Financial Times melaporkan bahwa Nasdaq 100 naik sekitar 2,8 persen pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Indeks tersebut mengakhiri perdagangan tidak jauh dari level tertingginya.

Sementara itu, Reuters menyebut Nasdaq Composite berhasil mencapai rekor. Kedua informasi tersebut tidak bertentangan karena Nasdaq 100 dan Nasdaq Composite merupakan indeks yang berbeda.

Nasdaq 100 berisi perusahaan nonkeuangan terbesar yang tercatat di bursa Nasdaq. Adapun Nasdaq Composite mencakup hampir seluruh saham yang diperdagangkan di bursa tersebut.

Muse Meta Dorong Nasdaq dan Saham Teknologi

Meta memperkenalkan Muse di Amerika Serikat pada 8 September 2026. Asisten AI itu kemudian menjadi salah satu aplikasi gratis paling banyak diunduh melalui App Store AS.

Popularitas Muse meningkatkan keyakinan investor bahwa agen AI dapat diterima oleh pasar konsumen. Berbeda dari chatbot biasa, agen AI dirancang untuk menyelesaikan serangkaian tugas berdasarkan instruksi pengguna.

Muse dapat membantu mengirim surat elektronik, melengkapi formulir, melakukan pembelian, dan memesan perjalanan. Reuters juga melaporkan bahwa asisten tersebut dapat membantu proses penjualan kendaraan.

Kemampuan itu menarik perhatian karena Meta memiliki ekosistem digital yang luas. Perusahaan menaungi Facebook, Instagram, WhatsApp, serta sejumlah layanan lainnya.

Apabila terintegrasi dengan baik, Muse berpotensi menjangkau pengguna dalam jumlah besar. Namun, Meta tetap harus membuktikan keamanan, keandalan, dan manfaat nyata dari layanan tersebut.

Saham Meta Naik Lebih dari 11 Persen

Saham Meta melonjak sekitar 11,4 persen dalam satu hari. Penguatan tersebut menjadi kenaikan harian terbesar perusahaan dalam lebih dari satu tahun.

Kenaikan itu juga membawa saham Meta ke posisi penutupan tertinggi sejak Oktober 2025. Sentimen positif berlanjut pada perdagangan berikutnya dengan kenaikan sekitar 0,4 persen sebelum pasar dibuka.

Investor sebelumnya mengkhawatirkan besarnya dana yang dikeluarkan Meta untuk membangun infrastruktur AI. Belanja perusahaan mencakup pusat data, chip, jaringan, dan pengembangan model.

Respons awal terhadap Muse dinilai memberikan bukti bahwa investasi tersebut dapat menghasilkan produk untuk konsumen. Meski demikian, jumlah unduhan belum selalu mencerminkan pendapatan jangka panjang.

Meta harus mempertahankan pengguna setelah masa peluncuran. Perusahaan juga perlu menunjukkan cara layanan tersebut menghasilkan pendapatan tanpa mengabaikan keamanan data.

Reli AI Mengangkat Produsen Chip

Optimisme terhadap Muse turut mendorong saham produsen semikonduktor. Perusahaan chip diperkirakan mendapat manfaat apabila penggunaan AI meningkatkan kebutuhan komputasi.

Financial Times mencatat saham Intel naik sekitar 12,1 persen. Sementara itu, AMD menguat 9,9 persen pada perdagangan yang sama.

Arm Holdings juga termasuk saham yang mendapatkan sentimen positif. Reuters melaporkan saham perusahaan tersebut melonjak sekitar 17 persen.

Kenaikan produsen chip terjadi karena agen AI membutuhkan server dan prosesor untuk menjalankan tugas. Semakin banyak permintaan pengguna, semakin besar pula kapasitas komputasi yang diperlukan.

Namun, reli tersebut mulai melambat pada perdagangan berikutnya. Saham Intel dan AMD sempat melemah setelah membukukan kenaikan dua digit pada hari sebelumnya.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pasar tetap bergerak dinamis. Investor dapat mengambil keuntungan setelah harga saham mengalami lonjakan tajam.

Pasar Asia dan Eropa Ikut Menguat

Kenaikan Wall Street memberikan sentimen positif ke pasar global. Saham teknologi di Eropa dan Asia ikut bergerak naik, meskipun penguatannya lebih terbatas.

Subindeks teknologi STOXX Europe 600 naik sekitar 0,7 persen pada awal perdagangan. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,5 persen.

Indeks Taiex Taiwan sempat naik hingga 1,9 persen sebelum menutup perdagangan dengan kenaikan sekitar 0,2 persen. Jepang tidak membuka perdagangan karena hari libur.

Pergerakan itu menunjukkan bahwa optimisme terhadap AI kembali menjadi tema penting di pasar. Namun, investor tetap memilih perusahaan yang dinilai paling dekat dengan pertumbuhan kebutuhan komputasi.

Michael Zigmont dari Visdom Investment Group menyebut pergerakan tersebut terlihat seperti awal momentum yang meluas pada saham teknologi.

“Ini terlihat seperti awal perdagangan momentum yang lebih luas,” kata Zigmont sebagaimana dikutip Financial Times.

Harga Minyak dan Obligasi Tetap Menjadi Risiko

Walaupun Muse Meta dorong Nasdaq, sejumlah faktor ekonomi masih dapat membatasi reli. Harga minyak Brent bertahan di atas US$100 per barel setelah kembali mengalami kenaikan.

Harga energi yang tinggi dapat mendorong inflasi. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS masih berada pada tingkat tinggi. Obligasi dengan imbal hasil menarik dapat menjadi alternatif bagi investor yang sebelumnya menempatkan dana di saham teknologi.

Pasar juga menunggu perkembangan hubungan Amerika Serikat dan China. Pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping diperkirakan membahas perdagangan serta kemungkinan kerja sama di bidang AI.

Oleh karena itu, kenaikan Nasdaq tidak hanya bergantung pada Muse. Perubahan harga energi, suku bunga, geopolitik, dan laporan keuangan perusahaan tetap dapat memengaruhi pasar.

Popularitas Muse Masih Harus Dibuktikan

Kesuksesan awal Muse menunjukkan adanya minat terhadap agen AI untuk konsumen. Akan tetapi, popularitas aplikasi tidak selalu menghasilkan bisnis yang menguntungkan.

Meta harus memastikan bahwa Muse mampu menyelesaikan tugas secara akurat. Perusahaan juga perlu memberikan kendali kepada pengguna sebelum AI mengirim pesan, melakukan pemesanan, atau memproses transaksi.

Perlindungan data menjadi tantangan lain. Agen AI dapat membutuhkan akses ke akun, komunikasi, dan informasi pembayaran untuk menyelesaikan tugas.

Persaingan di pasar asisten AI juga semakin ketat. Meta akan berhadapan dengan perusahaan lain yang mengembangkan produk dengan kemampuan serupa.

Reli Nasdaq memperlihatkan besarnya harapan investor terhadap AI. Namun, kinerja jangka panjang Meta tetap akan ditentukan oleh pertumbuhan pengguna, pendapatan, keamanan, dan kemampuan perusahaan mengendalikan biaya.