PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Meta Muse Picu Demam AI, Saham Teknologi Melonjak

Meta Muse picu demam AI baru di pasar saham global setelah asisten kecerdasan buatan tersebut mendapat sambutan kuat dari pengguna di Amerika Serikat. Optimisme itu mendorong saham Meta Platforms dan sejumlah perusahaan semikonduktor mengalami kenaikan.

Menurut laporan Reuters pada Selasa, 22 September 2026, saham Meta melonjak lebih dari 11 persen pada perdagangan Senin. Kenaikan tersebut menjadi penguatan harian terbesar perusahaan sejak April 2024.

Euforia Muse juga menyebar ke perusahaan yang berkaitan dengan infrastruktur AI. Saham Intel naik 12,2 persen, sedangkan Arm Holdings menguat 17 persen. AMD turut mengalami kenaikan hingga valuasinya menyentuh angka US$1 triliun.

Namun, pergerakan saham dapat berubah dengan cepat. Kenaikan tersebut juga tidak dapat dianggap sebagai jaminan bahwa perusahaan akan mencatatkan pertumbuhan serupa pada masa mendatang.

Meta Muse Picu Demam AI di Pasar

Meta meluncurkan Muse di Amerika Serikat sekitar dua minggu sebelum lonjakan saham terjadi. Produk tersebut dirancang sebagai asisten AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri atas nama pengguna.

Muse diklaim dapat membantu mengirim surat elektronik, menjual kendaraan, dan memesan perjalanan. Kemampuan ini membuat Muse berbeda dari chatbot yang hanya memberikan jawaban dalam bentuk teks.

Respons awal pengguna dilaporkan cukup kuat. Popularitas Muse kemudian meningkatkan keyakinan investor bahwa produk AI berpotensi digunakan secara luas dalam aktivitas sehari-hari.

Sebelumnya, pasar sempat diliputi kekhawatiran terhadap biaya pembangunan pusat data dan pengembangan model AI. Besarnya investasi membuat investor mempertanyakan kapan perusahaan teknologi dapat memperoleh pendapatan yang sebanding.

Kehadiran Muse memberikan sinyal awal bahwa permintaan terhadap layanan AI berbayar mungkin tetap kuat. Meski demikian, keberhasilan jangka panjang masih harus dibuktikan melalui jumlah pengguna aktif, pendapatan, dan kemampuan Meta mempertahankan minat masyarakat.

Saham Meta Melonjak Lebih dari 11 Persen

Saham Meta ditutup naik lebih dari 11 persen pada Senin. Penguatan tersebut sekaligus membantu menghidupkan kembali minat terhadap sektor teknologi setelah sejumlah saham AI mengalami tekanan.

Kenaikan Meta juga ikut menopang indeks Nasdaq yang berisi banyak perusahaan teknologi. Indeks tersebut mencapai rekor tertinggi ketika antusiasme terhadap Muse menyebar ke pasar.

Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB, menilai respons terhadap Muse menunjukkan adanya permintaan terhadap perangkat AI yang mahal.

“Permintaan terhadap perangkat AI yang mahal tetap kuat dan sepadan dengan besarnya belanja modal,” kata Brooks sebagaimana dikutip Reuters.

Menurut Brooks, penggunaan Muse secara luas juga dapat meningkatkan permintaan terhadap perangkat AI lainnya. Kondisi tersebut berpotensi mendukung sektor teknologi setelah mengalami periode perdagangan yang kurang stabil.

Namun, kenaikan harga saham tetap mencerminkan ekspektasi investor. Perusahaan masih harus membuktikan bahwa jumlah pengguna Muse dapat menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.

Produsen Chip Ikut Mendapat Sentimen Positif

Optimisme terhadap Muse tidak hanya menguntungkan Meta. Perusahaan semikonduktor turut mendapat perhatian karena pengoperasian sistem AI membutuhkan pusat data, prosesor, dan kapasitas komputasi dalam jumlah besar.

Saham Intel tercatat naik 12,2 persen. Sementara itu, Arm Holdings melonjak sekitar 17 persen dan AMD ikut menguat hingga mencapai valuasi US$1 triliun.

Investor memperkirakan pertumbuhan penggunaan asisten AI dapat meningkatkan kebutuhan terhadap chip. Selain itu, perusahaan teknologi besar masih mengalokasikan ratusan miliar dolar untuk membangun infrastruktur komputasi.

Pasar Asia kemudian mengikuti sentimen dari Wall Street. Indeks Kospi Korea Selatan naik sekitar 1,6 persen, sedangkan pasar saham Taiwan bertambah kurang lebih 1 persen.

Di Eropa, sektor semikonduktor menjadi salah satu kelompok saham yang mengalami kenaikan. Akan tetapi, indeks STOXX 600 secara keseluruhan justru turun 0,2 persen.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa demam AI belum mengangkat seluruh pasar secara merata. Saham yang berkaitan langsung dengan teknologi menjadi penerima manfaat utama.

Muse Menawarkan Asisten AI yang Lebih Mandiri

Muse dikembangkan untuk menjalankan berbagai tugas berdasarkan perintah pengguna. Sistem semacam ini sering disebut sebagai agen AI karena tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat melakukan tindakan.

Kemampuan tersebut membuka peluang penggunaan AI dalam belanja, perjalanan, komunikasi, dan produktivitas. Jika berhasil, Meta dapat mengintegrasikan Muse dengan ekosistem Facebook, Instagram, WhatsApp, dan layanan digital lainnya.

Namun, asisten yang dapat bertindak secara mandiri juga membawa risiko. Pengguna perlu mengetahui kapan AI mengirim pesan, melakukan pemesanan, atau mengakses informasi pribadi.

Meta harus memastikan sistem memiliki mekanisme persetujuan yang jelas. Selain itu, perlindungan data, keamanan pembayaran, dan pencegahan kesalahan perlu menjadi prioritas.

Kepercayaan pengguna akan menentukan apakah popularitas awal Muse dapat bertahan. Sebuah produk AI mungkin menarik banyak unduhan, tetapi penggunaan jangka panjang membutuhkan manfaat yang konsisten.

Harga Minyak dan Obligasi Membatasi Kenaikan

Walaupun Meta Muse picu demam AI, pasar saham global masih menghadapi tekanan dari faktor ekonomi lainnya. Harga minyak Brent kembali menembus US$100 per barel dan naik sekitar 1,4 persen menjadi US$101,67.

Harga energi yang tinggi dapat meningkatkan inflasi. Situasi tersebut kemudian memperkuat perkiraan bahwa sejumlah bank sentral akan kembali menaikkan suku bunga.

Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun juga mendekati 4,969 persen. Angka itu berada tidak jauh dari tingkat tertinggi dalam 16 tahun yang tercatat pada Oktober 2023.

Kenaikan imbal hasil obligasi sering menjadi tekanan bagi saham teknologi. Sebab, investor dapat beralih ke aset pendapatan tetap yang menawarkan keuntungan lebih tinggi dengan risiko berbeda.

Karena itu, euforia Muse berjalan bersamaan dengan ketidakpastian ekonomi. Pasar masih mempertimbangkan harga energi, inflasi, kebijakan suku bunga, dan hubungan perdagangan antarnegara.

Popularitas Awal Belum Menjamin Keberhasilan

Lonjakan saham menunjukkan bahwa investor menyambut positif peluncuran Muse. Namun, popularitas awal belum cukup untuk memastikan keberhasilan komersial dalam jangka panjang.

Meta perlu menunjukkan pertumbuhan pengguna, pendapatan, serta kemampuan sistem menyelesaikan tugas dengan aman. Persaingan juga akan meningkat karena perusahaan lain terus mengembangkan agen AI serupa.

Di sisi lain, produsen chip harus mampu memenuhi kebutuhan infrastruktur tanpa menciptakan kapasitas berlebihan. Apabila permintaan AI melambat, valuasi tinggi pada saham teknologi dapat mengalami koreksi.

Dengan demikian, kebangkitan saham AI perlu dilihat secara seimbang. Muse memberikan momentum baru bagi Meta dan sektor teknologi, tetapi risiko pasar tetap ada.

Investor sebaiknya tidak menjadikan kenaikan satu hari sebagai satu-satunya dasar keputusan. Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham.