
NEW YORK – Saham teknologi AI kembali menjadi pusat perhatian setelah optimisme investor terhadap kecerdasan buatan meningkat. Sentimen tersebut mendorong Nasdaq Composite menyentuh rekor tertinggi intraday.
Nasdaq naik 0,40 persen menjadi 27.231,59 pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. Indeks yang didominasi perusahaan teknologi itu mencetak rekor intraday untuk pertama kalinya sejak Juni.
Permintaan terhadap AI dinilai belum menunjukkan penurunan. Selain itu, laba perusahaan teknologi yang relatif kuat ikut memperbaiki minat investor terhadap aset berisiko.
Saham Teknologi AI Kembali Diminati
Investor kembali membeli saham perusahaan yang berkaitan dengan AI setelah sempat mengkhawatirkan risiko keselamatan dan perlambatan investasi.
Perusahaan semikonduktor, pengembang perangkat lunak, dan penyedia infrastruktur pusat data menjadi bagian penting dari perdagangan bertema AI.
Kebutuhan komputasi terus meningkat karena perusahaan mengembangkan model yang semakin besar. Permintaan tersebut juga mendorong kebutuhan terhadap chip, server, memori, jaringan, dan energi.
Kepala Investasi Ekuitas UBS Ulrike Hoffmann-Burchardi mengatakan prospek investasi AI masih konstruktif.
“Adopsi, monetisasi, dan belanja modal yang meningkat mendukung prospek positif kami,” ujarnya seperti dikutip Reuters.
Namun, kenaikan harga saham tidak terjadi secara merata. Investor tetap membedakan perusahaan yang telah menghasilkan pendapatan dari AI dan bisnis yang masih mengandalkan harapan.
Nasdaq Menyentuh Rekor Intraday
Nasdaq Composite naik ke level 27.231,59 atau menguat 0,40 persen. Sementara itu, S&P 500 bergerak relatif datar dan Dow Jones Industrial Average turun sekitar 0,40 persen.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan terutama berpusat pada sektor teknologi. Saham perusahaan besar memiliki pengaruh kuat terhadap pergerakan Nasdaq.
Indeks saham global MSCI naik 0,08 persen menjadi 1.153,33. Di Eropa, STOXX 600 bertambah sekitar 0,2 persen.
Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa sentimen positif tidak hanya muncul di Amerika Serikat. Namun, penguatan pasar di wilayah lain berlangsung lebih terbatas.
Investor tetap memperhatikan kondisi ekonomi, suku bunga, dan konflik geopolitik. Ketiga faktor tersebut dapat memengaruhi minat terhadap saham teknologi dengan valuasi tinggi.
Asisten AI Muse Mendorong Optimisme
Peluncuran asisten AI Muse milik Meta ikut meningkatkan minat investor. Produk tersebut mendapatkan perhatian setelah mencatat jutaan unduhan dalam waktu singkat.
Muse dirancang untuk menjalankan berbagai tugas. Pengguna dapat memintanya mengirim surat elektronik, membantu berbelanja, dan memesan perjalanan.
Penerimaan awal terhadap Muse membuat investor kembali melihat peluang komersial AI. Teknologi tidak lagi hanya dipandang sebagai biaya riset, tetapi mulai menunjukkan kemungkinan pendapatan.
Saham Meta menguat tajam setelah produk tersebut memperoleh perhatian pasar. Pergerakan itu ikut mendorong saham teknologi lain dan membantu Nasdaq mencapai rekor.
Meski demikian, popularitas awal sebuah aplikasi belum menjamin keuntungan jangka panjang. Perusahaan tetap perlu mempertahankan pengguna dan membangun model bisnis yang berkelanjutan.
Produsen Chip Mendapat Perhatian
Perkembangan AI membutuhkan chip berkemampuan tinggi. Proses pelatihan serta pengoperasian model membutuhkan komputasi dalam jumlah besar.
Karena itu, produsen prosesor dan komponen pusat data kembali mendapatkan perhatian investor. Permintaan terhadap akselerator AI diperkirakan tetap kuat selama perusahaan meningkatkan kapasitas komputasi.
Optimisme juga menyebar kepada perusahaan yang membuat memori, peralatan jaringan, serta sistem pendinginan. Pusat data modern membutuhkan banyak komponen agar dapat menjalankan model secara efisien.
Namun, permintaan chip dapat berubah apabila perusahaan mengurangi belanja modal. Penundaan pembangunan pusat data juga dapat memengaruhi produsen dan pemasok.
Investor perlu membedakan permintaan nyata dengan pesanan yang masih berupa rencana. Proyek besar dapat menghadapi masalah pendanaan, listrik, perizinan, dan ketersediaan komponen.
Belanja Infrastruktur AI Terus Meningkat
Perusahaan teknologi besar masih mengalokasikan dana tinggi untuk pusat data AI. Belanja tersebut mencakup pembelian chip, pembangunan server, jaringan serat optik, dan penyediaan energi.
UBS melihat peningkatan belanja modal sebagai salah satu faktor yang mendukung perdagangan saham AI. Investasi dapat menghasilkan pendapatan bagi perusahaan semikonduktor dan penyedia infrastruktur.
Namun, biaya pengembangan AI terus meningkat. Model baru membutuhkan lebih banyak komputasi dan sumber daya listrik.
Perusahaan harus membuktikan bahwa pendapatan dapat tumbuh sebanding dengan pengeluaran. Jika keuntungan tidak memenuhi harapan, investor dapat mengevaluasi kembali valuasi saham.
Oleh sebab itu, monetisasi menjadi kata kunci. Pasar ingin melihat teknologi AI menghasilkan penjualan, efisiensi, atau pelanggan berbayar.
Penurunan Harga Minyak Mendukung Pasar
Optimisme AI bukan satu-satunya faktor yang mendukung saham. Harga minyak turun ke posisi terendah dalam dua pekan setelah prospek pasokan dari Timur Tengah membaik.
Minyak mentah AS turun 0,47 persen menjadi 95,33 dolar per barel. Sementara itu, Brent melemah 0,43 persen menjadi 99,92 dolar per barel.
Penurunan harga minyak dapat meredakan kekhawatiran terhadap inflasi. Biaya energi yang lebih rendah juga mengurangi tekanan terhadap perusahaan dan konsumen.
Kondisi tersebut meningkatkan selera terhadap aset berisiko. Saham teknologi biasanya mendapatkan manfaat ketika kekhawatiran inflasi dan kenaikan imbal hasil obligasi berkurang.
Namun, kondisi energi tetap dipengaruhi perkembangan geopolitik. Harga dapat kembali berubah apabila pasokan mengalami gangguan.
Imbal Hasil Obligasi Tetap Menjadi Risiko
Saham teknologi sensitif terhadap pergerakan imbal hasil obligasi. Ketika imbal hasil naik, nilai sekarang dari keuntungan perusahaan pada masa depan menjadi lebih rendah.
Kondisi tersebut dapat menekan saham dengan valuasi tinggi. Banyak perusahaan AI dihargai berdasarkan perkiraan pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang.
Bank sentral utama juga masih menghadapi tekanan inflasi. Investor memperkirakan sejumlah negara dapat kembali menaikkan suku bunga.
Jika biaya pinjaman meningkat, perusahaan akan membayar lebih mahal untuk membangun pusat data. Startup AI juga dapat menghadapi kesulitan ketika mencari modal baru.
Karena itu, reli saham teknologi AI masih rentan terhadap perubahan kebijakan moneter. Data inflasi dan pernyataan bank sentral akan terus diperhatikan.
Pertemuan AS dan China Ikut Menjadi Perhatian
Pasar juga memantau hubungan Amerika Serikat dan China. Kedua negara merupakan pemain utama dalam pengembangan AI dan produksi semikonduktor.
Investor berharap pertemuan pemimpin kedua negara dapat memperpanjang gencatan perdagangan. Mereka juga menantikan kemungkinan pembahasan keamanan AI.
Hubungan yang lebih stabil dapat mengurangi kekhawatiran mengenai tarif dan pembatasan ekspor. Namun, persaingan teknologi kedua negara tetap berlangsung.
Amerika Serikat membatasi ekspor sejumlah chip canggih ke China. Sementara itu, Beijing mendorong perusahaan lokal mengembangkan teknologi mandiri.
Setiap perubahan kebijakan dapat memengaruhi rantai pasok global. Produsen chip dan pemasok peralatan menjadi kelompok yang paling sensitif terhadap perkembangan tersebut.
Kekhawatiran Keselamatan Belum Hilang
Sebelum reli terbaru, saham teknologi sempat melemah setelah sejumlah pemimpin industri menyerukan perlambatan pengembangan AI.
Mereka memperingatkan bahwa model canggih dapat memiliki kemampuan yang semakin sulit dikendalikan. Kekhawatiran tersebut memicu perdebatan mengenai keselamatan dan pengawasan.
Pada 14 September, Nasdaq turun 0,8 persen setelah muncul seruan untuk memperlambat pengembangan AI. Indeks KOSPI Korea Selatan juga merosot 3,3 persen.
Kenaikan terbaru menunjukkan investor kembali fokus pada pertumbuhan bisnis. Namun, risiko keselamatan tidak otomatis menghilang.
Peraturan baru atau insiden keamanan dapat mengubah sentimen pasar dengan cepat. Perusahaan perlu menunjukkan bahwa teknologi dapat dikembangkan secara aman.
Valuasi Tinggi Perlu Diwaspadai
Kenaikan saham teknologi membuat valuasi sejumlah perusahaan semakin tinggi. Harga tersebut mencerminkan ekspektasi pertumbuhan pendapatan yang besar.
Apabila hasil keuangan tidak sesuai harapan, saham dapat mengalami koreksi. Risiko lebih tinggi muncul pada perusahaan yang belum memiliki keuntungan stabil.
Investor juga menghadapi kemungkinan bahwa belanja AI tumbuh lebih cepat daripada permintaan pelanggan. Kondisi tersebut dapat menciptakan kelebihan kapasitas pusat data.
Persaingan harga antarmodel juga dapat menekan margin. Perusahaan mungkin harus menurunkan biaya layanan untuk mempertahankan pelanggan.
Oleh sebab itu, rekor indeks tidak berarti seluruh risiko telah berakhir. Pergerakan pasar dapat berubah sesuai laporan laba dan perkembangan ekonomi.
Prospek Saham Teknologi Tetap Positif tetapi Rentan
Penguatan Nasdaq menunjukkan investor masih percaya pada potensi komersial kecerdasan buatan. Adopsi perusahaan dan belanja pusat data menjadi pendukung utama.
Saham semikonduktor, layanan cloud, dan perangkat lunak berpotensi memperoleh manfaat apabila permintaan terus berkembang.
Namun, perusahaan harus membuktikan bahwa AI dapat menghasilkan pendapatan yang cukup. Investor akan memantau pertumbuhan pengguna, keuntungan, dan efisiensi investasi.
Harga energi, suku bunga, hubungan AS–China, serta regulasi AI juga dapat memengaruhi pasar.
Reli saham teknologi AI memperlihatkan bahwa optimisme kembali menguat. Meski demikian, rekor Nasdaq merupakan catatan satu sesi perdagangan dan bukan jaminan kenaikan akan terus berlangsung.











































































































































































































































































