PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Alibaba Pamer Zhenwu V900, Chip AI Baru yang Dorong Saham Melesat

HANGZHOU – Alibaba memperkenalkan chip AI Zhenwu V900 sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem kecerdasan buatan buatan sendiri. Pengumuman tersebut mendapat respons positif dari investor dan mendorong saham Alibaba di Hong Kong naik 5,1 persen.

Chip generasi baru itu dikembangkan oleh unit semikonduktor Alibaba, T-Head. Perusahaan mengklaim Zhenwu V900 menawarkan performa tiga kali lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, M890.

Alibaba juga mengumumkan rencana mengembangkan model AI berukuran hingga 10 triliun parameter. Langkah ini memperlihatkan ambisi perusahaan membangun seluruh lapisan teknologi AI, mulai dari model, semikonduktor, hingga pusat data.

Chip AI Zhenwu V900 Diklaim Tiga Kali Lebih Kencang

Zhenwu V900 dirancang untuk menangani pelatihan dan pengoperasian model AI dalam skala besar. Menurut CEO Alibaba Eddie Wu, prosesor tersebut memberikan performa tiga kali lipat dibandingkan chip M890.

Alibaba meluncurkan M890 pada Mei 2026. Hanya beberapa bulan kemudian, perusahaan memperkenalkan penerusnya dengan kemampuan lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI yang terus meningkat.

Perusahaan belum memublikasikan spesifikasi teknis lengkap Zhenwu V900. Informasi mengenai jumlah inti, konsumsi daya, kapasitas memori, dan proses fabrikasi belum dijelaskan secara terbuka.

Karena itu, klaim peningkatan performa tiga kali masih berasal dari pernyataan Alibaba. Pengujian independen tetap diperlukan untuk membandingkan kinerjanya dengan chip lain dalam kondisi penggunaan nyata.

Zhenwu V900 dijadwalkan memasuki produksi massal dan dirilis secara komersial pada kuartal pertama 2027.

Bisa Dirangkai Menjadi Klaster 500.000 Chip

Salah satu kemampuan utama chip AI Zhenwu V900 adalah dukungan terhadap sistem komputasi berskala sangat besar. Alibaba mengatakan chip tersebut dapat dihubungkan dalam klaster yang terdiri atas hingga 500.000 prosesor.

Klaster semacam itu dibutuhkan untuk melatih model AI dengan parameter dalam jumlah sangat besar. Proses pelatihan melibatkan perhitungan berulang terhadap data yang dapat mencapai ukuran petabita.

Namun, penggunaan ratusan ribu chip juga membawa tantangan teknis. Perusahaan harus mengelola jaringan berkecepatan tinggi, konsumsi listrik, pendinginan, penyimpanan data, dan pembagian tugas komputasi.

Kesalahan pada sistem penghubung dapat memperlambat seluruh klaster. Oleh sebab itu, efisiensi jaringan dan perangkat lunak menjadi sama pentingnya dengan kemampuan chip individual.

Alibaba berharap penjualan chip AI tahunannya mengalami pertumbuhan signifikan setelah Zhenwu V900 tersedia secara komersial.

Alibaba Kurangi Ketergantungan pada Chip Asing

Peluncuran tersebut berlangsung ketika perusahaan teknologi China berusaha mengembangkan alternatif domestik bagi prosesor AI buatan Nvidia.

Pembatasan ekspor Amerika Serikat menyulitkan perusahaan China memperoleh sejumlah chip tercanggih. Kondisi itu mendorong Alibaba, Huawei, dan perusahaan lokal lainnya meningkatkan investasi pada semikonduktor.

Zhenwu V900 dapat membantu Alibaba memenuhi sebagian kebutuhan komputasi internalnya. Chip tersebut juga berpotensi digunakan oleh pelanggan Alibaba Cloud yang membutuhkan infrastruktur untuk melatih atau menjalankan model AI.

Walaupun demikian, produksi chip tidak hanya bergantung pada desain. Alibaba tetap membutuhkan kemampuan manufaktur, perangkat lunak, memori berkecepatan tinggi, dan rantai pasok yang stabil.

Kemampuan produksi massal akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan Zhenwu V900.

Model AI Hingga 10 Triliun Parameter Disiapkan

Bersamaan dengan peluncuran chip, Alibaba mengumumkan rencana mengembangkan model AI dengan ukuran sekitar 5 triliun hingga 10 triliun parameter.

Model utama perusahaan saat ini, Qwen 3.8 Max, memiliki sekitar 2,4 triliun parameter. Dengan demikian, model mendatang dapat berukuran hingga empat kali lebih besar.

Tim Qwen sedang melatih model Qwen 4. Sementara itu, Qwen 4.5 dan Qwen 5 diperkirakan akan ditingkatkan menuju rentang 5–10 triliun parameter.

Model tersebut ditujukan untuk menangani tugas yang lebih kompleks dan membutuhkan proses pengerjaan lebih panjang. Contohnya dapat mencakup penelitian, pembuatan perangkat lunak, analisis data, dan perencanaan multilangkah.

Namun, jumlah parameter bukan satu-satunya penentu kualitas model AI. Mutu data, metode pelatihan, arsitektur, efisiensi, dan sistem evaluasi juga sangat berpengaruh.

Alibaba Mengejar Artificial Superintelligence

Eddie Wu mengatakan tim Qwen telah mencatat kemajuan dalam membuat model mengidentifikasi kelemahan, menjalankan eksperimen, serta menghasilkan data pelatihannya dengan keterlibatan manusia yang lebih terbatas.

Alibaba menempatkan pengembangan tersebut sebagai bagian dari upaya mengejar artificial superintelligence. Istilah ini mengacu pada sistem yang secara teori dapat melampaui kemampuan manusia dalam banyak bidang.

“Produk yang benar-benar revolusioner pada era kecerdasan mesin belum hadir,” kata Wu dalam konferensi Apsara Alibaba Cloud.

Ia membandingkan perkembangan AI saat ini dengan tahap awal Revolusi Industri. Menurutnya, aplikasi AI yang sudah tersedia belum mencerminkan seluruh kemampuan yang mungkin muncul pada masa mendatang.

Pernyataan tersebut merupakan prediksi perusahaan dan bukan kepastian. Pengembangan sistem berkemampuan tinggi masih menghadapi kendala biaya, energi, keamanan, dan pengawasan.

Kapasitas Pusat Data Ditargetkan Lampaui 20 Gigawatt

Alibaba juga menetapkan target kapasitas pusat data global Alibaba Cloud melebihi 20 gigawatt pada 2032. Kapasitas tersebut dibutuhkan untuk mendukung pelatihan dan penggunaan model AI berskala besar.

Perusahaan berencana mulai mengoperasikan AI supernode dalam skala komersial. Sistem ini menggabungkan banyak chip agar dapat bekerja sebagai satu kesatuan komputasi.

Wu menyebut permintaan pelanggan terhadap layanan AI sangat kuat. Namun, kemampuan Alibaba memperluas kapasitas masih dibatasi oleh pasokan infrastruktur.

“Permintaan industri dalam jangka menengah hingga panjang jauh melampaui kemampuan pasokan kami,” ujar Wu.

Ekspansi pusat data juga membawa tantangan energi. Alibaba harus memastikan peningkatan kapasitas komputasi disertai penggunaan listrik, air, dan sistem pendinginan yang efisien.

Saham Alibaba Naik ke Level Tertinggi Sebulan

Investor menyambut pengumuman Zhenwu V900 dan rencana model Qwen berukuran besar. Saham Alibaba yang diperdagangkan di Hong Kong naik 5,1 persen ke posisi tertinggi dalam satu bulan.

Kenaikan tersebut menunjukkan optimisme pasar terhadap peluang bisnis AI Alibaba. Meski demikian, pergerakan saham dalam satu hari belum menjamin keberhasilan jangka panjang produk tersebut.

Investor akan memantau produksi massal, penerimaan pelanggan, performa chip, dan kemampuan Alibaba menghasilkan pendapatan dari investasi pusat data.

Persaingan juga semakin ketat. Alibaba harus menghadapi perusahaan chip global serta pengembang teknologi domestik China yang mengejar pasar serupa.

Peluncuran chip AI Zhenwu V900 menegaskan strategi Alibaba untuk menguasai lebih banyak bagian dalam rantai teknologi AI. Keberhasilannya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengubah klaim performa menjadi produk yang efisien, tersedia secara luas, dan kompetitif.