
NEW YORK – Shopify dan Meta menyiapkan integrasi Muse dengan Shop Pay untuk menghadirkan pengalaman belanja menggunakan asisten kecerdasan buatan. Melalui kerja sama tersebut, Muse dapat membantu pengguna menemukan produk dan menyelesaikan proses pembelian di toko yang menggunakan Shopify.
Shop Pay akan menjadi sistem checkout dalam integrasi tersebut. Layanan itu menyimpan informasi pengiriman dan pembayaran sehingga pengguna dapat menyelesaikan transaksi dengan lebih cepat.
Meskipun Muse dapat menjalankan sejumlah tahapan secara mandiri, pengguna tetap perlu memeriksa pesanan dan menyetujui pembayaran. Dengan demikian, integrasi tersebut tidak memberikan kewenangan tanpa batas kepada AI untuk menggunakan uang pemilik akun.
Kerja sama ini menandai perkembangan baru dalam perdagangan berbasis agen AI. Asisten digital tidak lagi hanya memberikan rekomendasi, tetapi mulai membantu menjalankan tindakan atas permintaan pengguna.
Muse dengan Shop Pay Permudah Proses Belanja
Muse dapat menerima permintaan menggunakan bahasa sehari-hari. Sebagai contoh, pengguna dapat meminta AI mencari pakaian dengan warna, gaya, ukuran, dan batas harga tertentu.
Asisten tersebut kemudian dapat menelusuri produk yang tersedia dari penjual Shopify. Muse dapat menyaring pilihan dan menyajikan rekomendasi yang sesuai dengan permintaan pengguna.
Setelah produk dipilih, Shop Pay membantu menangani proses checkout. Sistem ini dapat menggunakan informasi pengiriman dan penagihan yang sebelumnya disimpan dengan aman.
Pengguna tetap mendapatkan kesempatan untuk memeriksa produk, harga, alamat pengiriman, dan jumlah pembayaran sebelum transaksi diselesaikan.
Mekanisme itu membuat perjalanan belanja menjadi lebih singkat. Pengguna tidak harus membuka banyak halaman toko, mengisi formulir berulang, atau memindahkan informasi produk secara manual.
Shopify Membuka Toko bagi Agen AI
Shopify menyediakan teknologi bagi bisnis untuk membuat toko daring, mengelola pesanan, dan memproses pembayaran. Integrasi dengan Muse memberikan saluran baru bagi para penjual untuk menjangkau calon pembeli.
Produk dari toko Shopify berpotensi muncul ketika pengguna meminta Muse mencari barang tertentu. Hal ini dapat membuat agen AI berfungsi sebagai penghubung antara konsumen dan penjual.
CEO Shopify Tobi Lütke mengatakan perusahaannya menjalin kemitraan mendalam dengan Muse untuk menghadirkan agentic checkout menggunakan Shop Pay.
“Kami bermitra secara mendalam dengan Muse untuk menghadirkan agentic checkout dengan Shop Pay,” ujar Lütke dalam pengumumannya.
Istilah agentic checkout menggambarkan proses ketika AI membantu menjalankan sejumlah tahapan transaksi. Namun, keputusan pembelian tetap berada di tangan pengguna.
Muse Bukan Chatbot Biasa
Meta meluncurkan Muse pada 8 September 2026. Layanan tersebut dirancang sebagai agen AI pribadi yang dapat menjalankan tugas, bukan sekadar menjawab pertanyaan.
Muse dapat dihubungkan dengan aplikasi email, kalender, pembayaran, layanan kesehatan, belanja, dan perangkat rumah pintar. Pengguna dapat menentukan aplikasi yang boleh diakses serta mencabut izin kapan saja.
Setiap agen Muse beroperasi pada mesin virtual tersendiri di cloud. Sistem tersebut memungkinkan AI menjalankan tugas di latar belakang meskipun pengguna tidak terus membuka aplikasinya.
Muse juga dapat mengirim email, membantu memesan perjalanan, mengisi formulir, dan menjalankan transaksi tertentu. Versi dasar tersedia gratis, sedangkan tingkat penggunaan lebih tinggi ditawarkan melalui paket berlangganan.
Fungsi tersebut membedakan agen AI dari chatbot konvensional. Chatbot biasanya hanya memberi informasi, sedangkan agen dapat berinteraksi dengan aplikasi untuk menjalankan tindakan.
Pengguna Tetap Mengendalikan Pembayaran
Kemampuan AI untuk mengakses aplikasi pembayaran menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan. Kesalahan memilih produk atau jumlah transaksi dapat menghasilkan kerugian nyata bagi pengguna.
Meta mengatakan Muse dilengkapi sistem pengawasan terpisah. Sistem tersebut memeriksa rencana tindakan dan, dalam kondisi tertentu, meminta otorisasi sebelum Muse melanjutkan tugas.
Pengguna juga menentukan aplikasi yang terhubung dengan Muse. Akses dapat dicabut apabila layanan tidak lagi digunakan atau pengguna merasa tidak nyaman.
Wakil Presiden Produk AI Meta Vishal Shah mengakui bahwa tidak mungkin menjamin AI tidak pernah melakukan kesalahan. Namun, menurutnya, arsitektur Muse dirancang agar layanan tersebut seaman dan seprivat mungkin.
“Tidak mungkin mengatakan bahwa kesalahan tidak akan pernah terjadi,” kata Shah kepada Reuters.
Karena itu, pengguna sebaiknya tetap memeriksa nama produk, harga, jumlah barang, alamat, biaya pengiriman, dan metode pembayaran sebelum memberikan persetujuan.
Keamanan dan Privasi Masih Menjadi Tantangan
Pengujian internal Meta sebelumnya menemukan sejumlah masalah keandalan dan keamanan pada Muse. Beberapa penguji melaporkan agen berhenti bekerja, keluar dari akun, atau tidak menjalankan tugas secara konsisten.
Ada pula laporan mengenai akses terhadap data sensitif yang tidak berjalan sesuai harapan. Meta menyatakan telah menunda peluncuran awal untuk meningkatkan keamanan sebelum merilis layanan kepada masyarakat.
Perusahaan juga berencana menyediakan versi Muse dengan perlindungan terenkripsi. Pengguna dapat memilih agar percakapan mereka tidak digunakan untuk melatih model AI Meta.
Integrasi resmi dengan Shopify berpotensi memberikan jalur transaksi yang lebih terstruktur dibandingkan ketika agen mencoba mengakses toko tanpa kerja sama platform.
Shop Pay telah dirancang sebagai infrastruktur pembayaran sehingga aturan akses, konfirmasi, dan pemrosesan transaksi dapat diterapkan secara lebih jelas.
Amazon Mengambil Pendekatan Berbeda
Tidak semua perusahaan perdagangan elektronik menyambut agen AI. Amazon menyatakan belum memberikan izin kepada Muse untuk mengakses tokonya.
Amazon meminta Meta menghapus platformnya dari pengalaman Muse. Perusahaan tersebut menilai agen AI perlu mengidentifikasi dirinya secara transparan dan memberikan pilihan kepada layanan daring untuk menolak akses.
Amazon juga menyoroti persoalan penyimpanan kredensial serta pengambilan data akun. Kekhawatiran tersebut menunjukkan bahwa agen belanja AI masih menghadapi perdebatan mengenai keamanan, izin, dan kontrol terhadap hubungan pelanggan.
Sikap Amazon berbeda dari Shopify yang memilih berintegrasi secara langsung. Dua pendekatan itu dapat menjadi gambaran awal persaingan dalam menentukan bagaimana agen AI berinteraksi dengan toko daring.
Saham Shopify Mendapat Respons Positif
Pengumuman kerja sama memperoleh respons positif dari pasar. Saham Shopify naik sekitar 7 persen setelah integrasi dengan Muse diumumkan.
Investor menilai kemitraan tersebut memperkuat posisi Shopify dalam perdagangan berbasis AI. Sebelumnya, terdapat kekhawatiran bahwa agen AI dapat melewati platform perdagangan dan mengambil alih hubungan antara pembeli dan penjual.
Integrasi Shop Pay menunjukkan bahwa Shopify dapat menjadi bagian dari infrastruktur agen belanja. AI dapat membantu menemukan produk, sedangkan Shopify tetap menyediakan data penjual, pengelolaan pesanan, dan pemrosesan pembayaran.
Namun, kenaikan saham jangka pendek belum menjamin keberhasilan integrasi. Hasilnya akan bergantung pada tingkat penggunaan Muse, minat penjual, keamanan transaksi, dan kepercayaan konsumen.
Muse Tumbuh Cepat setelah Diluncurkan
Muse mencatat sekitar 2,8 juta unduhan dalam 12 hari pertama peluncurannya, menurut data Apptopia yang dikutip Reuters.
Pada periode yang sebanding, jumlah unduhan Muse disebut melampaui catatan awal ChatGPT. Analis menilai kemampuan menjalankan tugas multilangkah menjadi salah satu daya tarik utama layanan tersebut.
Analis JPMorgan mengatakan Muse berpotensi menjadi aplikasi AI konsumen yang digunakan secara luas setelah ChatGPT. Namun, mereka menegaskan layanan itu masih berada pada tahap awal.
Meta berharap Muse membuka sumber pendapatan baru di luar iklan. Selain versi gratis, perusahaan menawarkan paket berbayar bagi pengguna dengan kebutuhan lebih tinggi.
Era Belanja Berbasis Agen AI Dimulai
Integrasi Muse dengan Shop Pay dapat mengubah cara konsumen mencari dan membeli barang secara daring. Pengguna cukup menjelaskan kebutuhannya, sedangkan AI membantu menjalankan pencarian, perbandingan, dan checkout.
Bagi penjual Shopify, agen AI berpotensi menjadi saluran penemuan produk baru. Namun, informasi produk harus akurat dan mudah dibaca sistem agar rekomendasi tidak keliru.
Keamanan tetap menjadi syarat utama. Agen harus menjelaskan tindakan yang akan dilakukan, meminta persetujuan sebelum pembayaran, serta melindungi informasi akun pengguna.
Kerja sama Shopify dan Meta memperlihatkan bahwa perdagangan elektronik mulai bergerak dari antarmuka pencarian menuju antarmuka percakapan. Meskipun AI dapat mempercepat prosesnya, keputusan akhir dan kendali pembayaran tetap harus berada di tangan manusia.



























































































































































































































































































