
WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat sedang membangun sistem kontrol lalu lintas udara baru setelah gangguan telekomunikasi melumpuhkan operasional sejumlah bandara utama. Seluruh kabel tembaga lama milik Federal Aviation Administration atau FAA ditargetkan selesai diganti pada September 2027.
Modernisasi tersebut akan menghadirkan beberapa jalur komunikasi menuju fasilitas FAA. Arsitektur baru dirancang agar kerusakan satu jaringan tidak langsung memutus komunikasi pengatur lalu lintas udara.
Rencana pembangunan sistem kontrol lalu lintas udara AS mendapatkan perhatian setelah kegagalan sakelar telekomunikasi dan terputusnya kabel serat optik mengganggu sekitar 9.500 penerbangan.
Gangguan itu menghentikan kedatangan pesawat selama beberapa jam di berbagai bandara yang melayani New York, Philadelphia, Boston, dan Washington.
Sistem Kontrol Lalu Lintas Udara AS Akan Diperbarui
Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean Duffy mengatakan sistem baru akan memakai arsitektur telekomunikasi yang lebih tangguh. Jaringan tersebut tidak akan bergantung pada satu atau dua jalur cadangan saja.
“Hal ini tidak akan terjadi lagi pada arsitektur baru. Tidak akan ada satu atau dua titik kegagalan,” kata Duffy.
Menurutnya, pemerintah akan menyediakan beberapa jalur untuk menghubungkan jaringan telekomunikasi dengan seluruh fasilitas pengatur lalu lintas udara.
Reuters melaporkan bahwa sistem tersebut dirancang untuk mencegah gangguan besar seperti insiden yang terjadi pada 21 September 2026.
Keberadaan banyak jalur menjadi bagian penting dari sistem komunikasi kritis. Jika satu koneksi mengalami kerusakan, data dan komunikasi dapat dialihkan melalui rute lain tanpa menghentikan operasional penerbangan.
Kabel Tembaga Dihapus pada September 2027
Administrator FAA Bryan Bedford mengatakan seluruh kabel telekomunikasi berbahan tembaga yang sudah tua ditargetkan selesai diganti pada September 2027.
Kabel tembaga masih digunakan pada sebagian infrastruktur penerbangan Amerika Serikat. Namun, jaringan tersebut mempunyai keterbatasan dalam kecepatan, kapasitas, pemantauan, dan ketahanan terhadap gangguan.
Pemerintah akan menggantinya dengan jaringan telekomunikasi modern, termasuk koneksi serat optik. Teknologi tersebut mampu membawa data dalam jumlah lebih besar dengan kecepatan tinggi.
Jaringan serat optik juga dapat dirancang menggunakan banyak rute. Dengan demikian, komunikasi dapat tetap berjalan ketika salah satu kabel terputus.
Meski begitu, penggunaan serat optik tidak otomatis menghilangkan seluruh risiko. Ketahanan sistem tetap bergantung pada jalur cadangan, penempatan kabel, pusat data, perangkat pengalih, sumber listrik, dan kemampuan mendeteksi gangguan.
Sekitar 9.500 Penerbangan Terdampak
Dorongan mempercepat modernisasi muncul setelah insiden besar yang mengganggu penerbangan di wilayah timur laut Amerika Serikat.
Masalah dimulai sekitar pukul 09.45 waktu setempat ketika sebuah jalur telekomunikasi FAA di New Jersey terputus. Gangguan tersebut terjadi bersamaan dengan kegagalan sirkuit di fasilitas pengatur lalu lintas udara Philadelphia.
Ketika sistem mencoba beralih ke jalur cadangan, petugas menemukan bahwa kabel serat optik cadangan juga telah terputus.
Kombinasi kedua masalah tersebut memaksa FAA menghentikan sementara kedatangan pesawat di berbagai bandara. Gangguan berlangsung selama sekitar delapan jam dan menyebabkan lebih dari 100 penerbangan dialihkan ke bandara lain.
Laporan terbaru Reuters menyebut sekitar 9.500 penerbangan mengalami keterlambatan atau pembatalan. Bandara Newark Liberty mencatat lebih dari 600 pembatalan atau lebih dari setengah jadwal penerbangannya pada hari tersebut.
Data awal FlightAware sebelumnya mencatat sekitar 7.000 penerbangan terganggu. Angka tersebut kemudian meningkat setelah perhitungan sepanjang hari diperbarui.
Bandara Besar Sempat Menghentikan Kedatangan
FAA menghentikan kedatangan pesawat menuju tiga bandara utama kawasan New York. Pembatasan juga diberlakukan di Philadelphia, Boston, Washington Reagan, serta dua bandara yang lebih kecil.
Gangguan terjadi ketika sekitar 130 pemimpin dunia dan puluhan menteri dijadwalkan tiba di New York untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi Sidang Umum PBB.
Waktu kejadian memperbesar dampak terhadap sistem penerbangan. Pesawat yang tidak dapat mendarat harus menunggu, mengubah rute, atau dialihkan menuju bandara lain.
Setelah kabel diperbaiki dan koneksi dipulihkan, kegiatan penerbangan secara bertahap kembali normal. Namun, maskapai membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan penumpukan jadwal, mengatur kru, dan memindahkan pesawat.
Administrator FAA menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas selama gangguan berlangsung.
“Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memastikan wilayah udara tetap aman,” kata Bedford.
Biaya Peningkatan Jaringan Mencapai 5,91 Miliar Dolar AS
Modernisasi jaringan telekomunikasi FAA membutuhkan biaya besar. Laporan pemerintah menunjukkan perkiraan biaya peningkatan telekomunikasi naik dari 4,75 miliar dolar AS menjadi 5,91 miliar dolar AS.
Kongres sebelumnya mengalokasikan 12,5 miliar dolar AS untuk memulai pembaruan sistem kontrol lalu lintas udara dan menambah jumlah petugas pengatur penerbangan.
Namun, Sean Duffy mengatakan pemerintah masih membutuhkan persetujuan anggaran tambahan sebesar 17,5 miliar dolar AS untuk menyelesaikan program modernisasi.
Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk mengganti kabel. Sistem kontrol lalu lintas udara terdiri atas jaringan radar, komunikasi suara, perangkat navigasi, pusat kendali, teknologi pemantauan, dan sistem pengolahan data penerbangan.
Pemerintah juga harus memastikan seluruh perangkat baru dapat beroperasi bersama dengan sistem lama selama masa peralihan.
Infrastruktur Lama Memiliki Titik Kegagalan
Insiden tersebut memperlihatkan bahwa sistem lama masih mempunyai titik kegagalan yang dapat memberikan dampak luas.
Kabel utama dan cadangan seharusnya menjaga komunikasi tetap berjalan. Namun, ketika sirkuit utama gagal dan kabel cadangan ternyata terputus, FAA kehilangan kemampuan untuk mempertahankan operasional normal.
Sistem baru akan menghindari ketergantungan pada dua jalur tersebut. Beberapa rute komunikasi akan disediakan agar pusat kendali tetap terhubung meskipun terjadi kerusakan pada satu lokasi.
Strategi ini dikenal sebagai redundansi jaringan. Data dapat melewati rute alternatif sehingga layanan penting tidak harus dihentikan.
Namun, jalur cadangan juga harus ditempatkan secara terpisah. Jika kabel utama dan cadangan berada di lokasi yang berdekatan, satu pekerjaan konstruksi dapat merusak keduanya secara bersamaan.
Keamanan Komunikasi Penerbangan Ikut Disorot
Selain persoalan infrastruktur, keamanan komunikasi penerbangan Amerika Serikat juga sedang mendapat perhatian.
Government Accountability Office atau GAO menemukan FAA belum menyelesaikan seluruh penilaian risiko dan dokumen keamanan yang diperlukan untuk menghadapi ancaman pemalsuan serta gangguan sinyal.
Dua sistem yang digunakan untuk mengirim pesan kepada pesawat dikembangkan sebelum perlindungan keamanan siber modern menjadi umum. Sistem tersebut belum mempunyai perlindungan enkripsi yang biasa digunakan pada jaringan baru.
Senator Ron Wyden menyebut teknologi komunikasi penerbangan itu dapat dicegat, ditiru, dan diganggu. Pesan palsu berpotensi menyebabkan keterlambatan, gangguan wilayah udara, atau masalah keselamatan.
FAA menerima sembilan rekomendasi yang disampaikan GAO. Lembaga tersebut mengakui bahwa meningkatnya konektivitas penerbangan turut memperbesar risiko siber dan gangguan elektromagnetik.
Walaupun laporan keamanan itu terpisah dari insiden kabel putus, keduanya menunjukkan pentingnya pembaruan menyeluruh terhadap teknologi penerbangan.
Modernisasi Harus Dilakukan Tanpa Mengganggu Penerbangan
Mengganti jaringan FAA bukan pekerjaan sederhana. Sistem penerbangan Amerika Serikat menangani ribuan pesawat setiap hari sehingga pembaruan harus dilakukan tanpa menghentikan layanan.
Perangkat baru perlu diuji sebelum digunakan dalam operasional. Petugas pengatur lalu lintas udara juga membutuhkan pelatihan agar mampu menggunakan sistem baru dengan aman.
Selain itu, FAA harus bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi, bandara, maskapai, dan lembaga pemerintah lainnya. Setiap perubahan jaringan harus melalui prosedur keselamatan yang ketat.
Proses penggantian kabel juga harus memperhatikan pemetaan jaringan bawah tanah. Koordinasi yang buruk dapat menyebabkan kabel kembali terputus akibat penggalian atau pembangunan.
Sistem Baru Ditargetkan Lebih Tangguh
Pembangunan sistem kontrol lalu lintas udara AS bertujuan mengurangi ketergantungan pada teknologi lama dan menghilangkan titik kegagalan tunggal.
Target penghapusan kabel tembaga pada September 2027 menjadi salah satu tahap penting. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada pendanaan, pengujian perangkat, keamanan siber, dan pembangunan jalur komunikasi yang benar-benar terpisah.
Insiden yang mengganggu sekitar 9.500 penerbangan menjadi peringatan mengenai besarnya dampak kegagalan telekomunikasi terhadap transportasi udara.
Jika program berjalan sesuai jadwal, FAA akan mempunyai jaringan yang lebih cepat, berlapis, dan tahan terhadap kerusakan. Modernisasi itu diharapkan mencegah satu kabel putus kembali melumpuhkan penerbangan di sejumlah kota besar.
























































































































































































































































































