
TAIPEI – MediaTek memperkenalkan Dimensity 9600 Pro sebagai prosesor ponsel pertamanya yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC. Chip tersebut disiapkan untuk memperkuat posisi MediaTek di pasar smartphone premium.
Selain Dimensity 9600 Pro, perusahaan semikonduktor asal Taiwan itu meluncurkan Dimensity 9600M. Produk kedua menggunakan proses manufaktur 3 nanometer dan ditujukan bagi segmen ponsel unggulan yang lebih luas.
MediaTek belum mengumumkan merek dan model perangkat pertama yang menggunakan kedua chipset tersebut. Namun, perusahaan memastikan ponsel berbasis Dimensity 9600 Pro dan 9600M akan segera diluncurkan.
Kehadiran chip MediaTek 2 nanometer menandai peningkatan persaingan dengan Qualcomm dalam pasar prosesor ponsel premium.
Chip MediaTek 2 Nanometer Resmi Diperkenalkan
MediaTek memperkenalkan Dimensity 9600 Pro dalam sebuah acara teknologi di Taipei, Taiwan. Reuters melaporkan bahwa chip tersebut merupakan prosesor ponsel pertama MediaTek yang memakai proses 2 nanometer TSMC.
Teknologi manufaktur baru memungkinkan produsen menempatkan lebih banyak transistor dalam ruang yang terbatas. Peningkatan kepadatan transistor biasanya membuka peluang untuk memperbaiki kinerja serta efisiensi penggunaan energi.
Efisiensi daya menjadi faktor penting bagi smartphone premium. Perangkat kelas atas harus menjalankan layar beresolusi tinggi, kamera canggih, koneksi cepat, dan berbagai aplikasi tanpa menghabiskan baterai secara berlebihan.
Namun, istilah 2 nanometer merupakan nama generasi proses manufaktur. Angka tersebut tidak berarti seluruh komponen transistor di dalam chip mempunyai ukuran tepat dua nanometer.
Setiap perusahaan semikonduktor memiliki metode sendiri dalam menentukan nama proses manufaktur. Karena itu, kualitas chip tidak dapat dinilai hanya berdasarkan angka nanometernya.
Dimensity 9600M Gunakan Proses 3 Nanometer
MediaTek juga memperkenalkan Dimensity 9600M yang diproduksi menggunakan teknologi 3 nanometer TSMC.
Chip tersebut akan menyasar segmen ponsel unggulan yang lebih luas. Strategi dua produk memungkinkan MediaTek menawarkan teknologi baru pada beberapa tingkat harga.
Dimensity 9600 Pro ditempatkan sebagai produk utama untuk perangkat premium. Sementara itu, Dimensity 9600M dapat digunakan pada ponsel unggulan yang membutuhkan keseimbangan antara performa dan biaya produksi.
Reuters melaporkan bahwa perangkat pertama yang menggunakan kedua chip akan segera hadir. Akan tetapi, MediaTek belum memberikan jadwal pasti maupun daftar produsen yang akan meluncurkannya.
MediaTek sebelumnya memasok prosesor kepada sejumlah produsen ponsel China, termasuk Xiaomi, Oppo, dan Vivo. Namun, laporan tersebut belum mengonfirmasi bahwa ketiga perusahaan akan menggunakan Dimensity 9600 Pro.
Apa Keunggulan Fabrikasi 2 Nanometer?
Proses fabrikasi yang lebih maju memungkinkan struktur chip dibuat semakin rapat. Dalam kondisi ideal, teknologi tersebut dapat menawarkan peningkatan kinerja dengan konsumsi energi yang lebih rendah.
Chip ponsel modern tidak hanya berisi prosesor utama. Di dalam satu sistem terdapat pengolah grafis, modem, pengendali memori, pemroses gambar, perangkat keamanan, dan komponen lainnya.
Seluruh bagian tersebut harus bekerja dalam ruang yang sangat terbatas. Ponsel juga tidak mempunyai sistem pendingin sebesar komputer desktop sehingga penggunaan energi dan produksi panas perlu dikendalikan.
Teknologi 2 nanometer dapat membantu perancang chip menambah kemampuan tanpa harus meningkatkan ukuran fisik prosesor secara signifikan.
Meski demikian, manfaat sebenarnya baru dapat dinilai setelah ponsel komersial diluncurkan. Pengujian perlu mencakup kecepatan, suhu, konsumsi baterai, stabilitas, dan kinerja jaringan.
Perangkat lunak serta rancangan pendinginan ponsel juga memengaruhi hasil. Dua perangkat yang memakai chipset sama dapat menunjukkan performa berbeda karena pengaturan produsen tidak selalu identik.
TSMC Memegang Peran Penting
MediaTek merancang Dimensity 9600 Pro, sedangkan proses produksinya dilakukan oleh TSMC.
Model bisnis tersebut umum digunakan dalam industri semikonduktor. MediaTek merupakan perusahaan perancang chip tanpa mengoperasikan fasilitas manufaktur canggih sendiri.
TSMC bertindak sebagai produsen kontrak atau foundry. Perusahaan Taiwan itu memproduksi chip berdasarkan rancangan yang diberikan oleh pelanggan.
Teknologi 2 nanometer menjadi salah satu proses manufaktur tercanggih milik TSMC. Kapasitas produksi awalnya diperkirakan menjadi rebutan berbagai perusahaan karena membangun pabrik semikonduktor membutuhkan investasi sangat besar.
Ketersediaan wafer dapat menentukan seberapa cepat MediaTek meningkatkan produksi Dimensity 9600 Pro. Selain itu, biaya proses baru biasanya lebih tinggi daripada generasi yang telah digunakan secara luas.
MediaTek Ingin Perbesar Pangsa Ponsel Premium
Peluncuran Dimensity 9600 Pro menjadi bagian dari upaya MediaTek memperbesar pangsa dalam segmen ponsel premium.
Selama bertahun-tahun, MediaTek dikenal mempunyai posisi kuat pada perangkat kelas menengah. Namun, perusahaan secara bertahap meningkatkan kemampuan seri Dimensity agar dapat digunakan dalam ponsel unggulan.
Pasar premium memberikan peluang margin yang lebih besar karena perangkat dijual dengan harga tinggi. Namun, persaingannya juga lebih ketat dan menuntut kualitas yang konsisten.
Qualcomm menjadi salah satu pesaing utama MediaTek dalam segmen tersebut. Produsen ponsel mempertimbangkan kinerja, modem, konsumsi energi, dukungan perangkat lunak, kamera, dan biaya sebelum memilih chipset.
Nilai pasar MediaTek dilaporkan telah melampaui Qualcomm pada awal 2026. Meski demikian, nilai pasar perusahaan tidak secara otomatis menunjukkan penguasaan segmen ponsel premium.
Harga Komponen Menjadi Tantangan
Teknologi manufaktur yang semakin maju membutuhkan biaya pengembangan dan produksi lebih tinggi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga chipset dan perangkat yang menggunakannya.
Senior Vice President MediaTek JC Hsu mengatakan perusahaan bekerja sama dengan produsen ponsel untuk membatasi dampak kenaikan biaya komponen terhadap konsumen.
“Ketika pasar secara keseluruhan bergerak menuju harga lebih tinggi, masih ada ruang bagi kami memperbesar pangsa segmen unggulan,” kata Hsu.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa MediaTek melihat kenaikan harga perangkat sebagai peluang sekaligus tantangan.
Ponsel premium dapat menyerap komponen yang lebih mahal karena mempunyai harga jual lebih tinggi. Namun, produsen tetap harus memastikan peningkatan kemampuan sebanding dengan harga yang dibayar konsumen.
Jika biaya terlalu tinggi, perusahaan dapat memilih proses 3 nanometer yang lebih matang untuk sebagian produknya. Keberadaan Dimensity 9600M memberikan pilihan tersebut.
Smartphone Pertama Akan Segera Hadir
MediaTek belum menyebutkan tanggal peluncuran perangkat pertama yang memakai Dimensity 9600 Pro dan 9600M.
Produsen ponsel biasanya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan rancangan perangkat, pengujian jaringan, kamera, perangkat lunak, baterai, dan sistem pendinginan sebelum produk dipasarkan.
Selain itu, perangkat perlu memenuhi persyaratan sertifikasi di setiap negara. Proses tersebut dapat memengaruhi jadwal peluncuran global.
Konsumen juga perlu menunggu hasil pengujian independen. Klaim performa dari perusahaan belum cukup untuk menilai kemampuan chip dalam penggunaan sehari-hari.
Pengujian pada perangkat komersial akan menunjukkan apakah teknologi 2 nanometer benar-benar memberikan peningkatan baterai, suhu, dan performa dibandingkan chip generasi sebelumnya.
Persaingan Chip Premium Semakin Ketat
Dimensity 9600 Pro membawa MediaTek memasuki generasi manufaktur baru. Penggunaan proses 2 nanometer TSMC dapat memperkuat daya saingnya dalam pasar ponsel unggulan.
Qualcomm diperkirakan tetap menjadi pesaing utama. Selain itu, Apple, Samsung, dan sejumlah perusahaan lain mengembangkan atau menggunakan prosesor untuk perangkat premium mereka sendiri.
Persaingan tersebut dapat mempercepat pengembangan chip yang lebih efisien. Namun, teknologi baru juga dapat mendorong biaya produksi dan harga perangkat menjadi lebih tinggi.
MediaTek berusaha mengatasi kondisi itu melalui dua produk. Dimensity 9600 Pro menargetkan tingkat premium tertinggi, sedangkan 9600M menyasar pasar unggulan yang lebih luas.
Dimensity 9600 Pro Buka Babak Baru
Peluncuran chip MediaTek 2 nanometer menjadi pencapaian penting bagi perusahaan. Dimensity 9600 Pro memperlihatkan ambisi MediaTek untuk tidak hanya menguasai pasar menengah, tetapi juga memperbesar posisi dalam smartphone premium.
Meskipun demikian, keberhasilan chipset tersebut akan ditentukan oleh produk yang menggunakannya. Harga perangkat, performa nyata, konsumsi baterai, suhu, dan dukungan perangkat lunak akan menjadi faktor utama.
MediaTek belum mengungkap ponsel pertama yang memakai Dimensity 9600 Pro. Oleh karena itu, dampak teknologi 2 nanometer terhadap pengalaman pengguna masih perlu menunggu pengujian perangkat komersial.
Jika hasilnya sesuai harapan, Dimensity 9600 Pro dapat memperketat persaingan prosesor ponsel unggulan dan memberikan lebih banyak pilihan kepada produsen maupun konsumen.
























































































































































































































































































