PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Starlink Guncang Industri Seluler, Operator Tradisional Mulai Menghadapi Tekanan

NEW YORK – Pertumbuhan layanan internet satelit Starlink mulai meningkatkan tekanan terhadap operator seluler tradisional. Jaringan milik SpaceX itu memperluas konektivitas untuk wilayah terpencil, pelancong, pesawat, kapal, serta pengguna yang berada di luar jangkauan menara telekomunikasi.

Starlink mengoperasikan sekitar 10.000 satelit yang mengorbit Bumi. Layanan internetnya mempunyai sekitar 12 juta pengguna aktif di berbagai negara.

Selain internet rumah, Starlink mengembangkan konektivitas langsung ke telepon seluler. Langkah tersebut dapat menjadikan perusahaan sebagai pesaing baru bagi AT&T, Verizon, T-Mobile, dan operator lain.

Namun, Starlink mengancam operator seluler bukan berarti jaringan satelit akan segera menggantikan seluruh menara telekomunikasi. Teknologi seluler darat masih memiliki keunggulan dalam kekuatan sinyal, kapasitas, spektrum, dan kepadatan layanan di perkotaan.

Starlink Mengancam Operator Seluler Tradisional

Reuters Breakingviews menilai pertumbuhan Starlink telah memberikan peringatan kepada industri telekomunikasi Amerika Serikat.

Starlink menjual layanan internet dan konektivitas nirkabel melalui jaringan satelit orbit rendah. Layanan tersebut terutama menjangkau masyarakat di daerah yang belum memiliki infrastruktur kabel atau menara seluler memadai.

Jaringan juga menyediakan konektivitas bagi pesawat dan kapal pesiar. Pengguna tetap dapat mengakses internet ketika berada jauh dari jaringan darat.

Sekitar 12 juta orang dilaporkan pernah mengakses kemampuan telepon dan data Starlink. Perusahaan juga memiliki sekitar 12 juta pelanggan internet aktif global.

Pertumbuhan tersebut mulai memengaruhi cara investor menilai perusahaan telekomunikasi tradisional. Mereka tidak hanya bersaing dengan operator lain, tetapi juga menghadapi jaringan yang dibangun dari luar angkasa.

Sekitar 10.000 Satelit Mengorbit Bumi

Starlink menggunakan sekitar 10.000 satelit untuk mengirimkan koneksi internet ke terminal pengguna di darat, laut, dan udara.

Satelit tersebut ditempatkan di orbit rendah Bumi. Posisi yang lebih dekat dibandingkan satelit komunikasi tradisional membantu mengurangi waktu yang dibutuhkan sinyal untuk melakukan perjalanan.

Jaringan satelit orbit rendah memungkinkan Starlink memberikan koneksi di wilayah yang sulit dijangkau kabel serat optik atau menara seluler.

Model tersebut mempunyai keunggulan dalam cakupan geografis. Satu rangkaian satelit dapat melayani daerah pegunungan, kepulauan, pedesaan, dan jalur pelayaran.

Namun, Starlink tetap membutuhkan infrastruktur darat. Perusahaan menggunakan stasiun penghubung, pusat data, spektrum, dan terminal pengguna untuk mengelola koneksi.

Karena itu, gambaran bahwa internet satelit sepenuhnya bebas dari infrastruktur darat tidak tepat.

Pengguna Starlink Bertambah Cepat

Starlink dilaporkan hampir melipatgandakan jumlah pelanggannya sebanyak tiga kali sejak akhir 2024.

Pendapatan Starlink pada 2025 mencapai sekitar 11 miliar dolar AS. Meski jumlah tersebut masih jauh di bawah gabungan pendapatan operator besar Amerika Serikat, laju pertumbuhannya menarik perhatian pasar.

AT&T, Verizon, dan T-Mobile menghasilkan pendapatan gabungan sekitar 350 miliar dolar AS. Namun, Reuters Breakingviews mencatat pertumbuhan tahunan ketiga perusahaan berada di bawah 10 persen.

Divisi SpaceX yang menaungi Starlink menghasilkan lebih dari separuh penjualan perusahaan sebesar 12,5 miliar dolar AS pada enam bulan pertama 2026. Divisi tersebut juga disebut sebagai satu-satunya unit SpaceX yang sudah menghasilkan keuntungan.

Perbedaan ukuran pendapatan menunjukkan Starlink belum menyamai bisnis operator besar. Akan tetapi, pertumbuhan pelanggan dan cakupannya berpotensi mengambil sebagian pasar yang selama ini dilayani perusahaan telekomunikasi.

Lisensi Spektrum Senilai 17 Miliar Dolar AS

Perluasan layanan seluler Starlink diperkuat oleh akuisisi lisensi spektrum nirkabel dari EchoStar.

Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar 17 miliar dolar AS. Spektrum merupakan sumber daya penting karena digunakan untuk mengirimkan sinyal telekomunikasi.

Tanpa spektrum yang sesuai, satelit tidak dapat langsung berkomunikasi dengan telepon seluler secara efisien.

Akuisisi tersebut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap prospek operator lama. Reuters Breakingviews menyebut perkembangan itu menghapus sekitar 50 miliar dolar AS dari gabungan nilai pasar AT&T, Verizon, dan T-Mobile pada saat pengumumannya.

SpaceX juga dapat mengikuti lelang spektrum yang akan diselenggarakan Federal Communications Commission atau FCC. Regulator Amerika Serikat sedang berupaya membuka lebih banyak frekuensi untuk layanan broadband berbasis luar angkasa.

Starlink Ingin Perluas Koneksi Telepon Global

Sebelum pencatatan saham SpaceX pada Juni 2026, perusahaan menyatakan ingin memperluas layanan melampaui kemitraan direct-to-cell dengan T-Mobile di Amerika Serikat.

Starlink menginginkan jaringan lintas negara yang memungkinkan pelanggan tetap terhubung ketika melakukan perjalanan internasional.

Model tersebut berpotensi mengurangi ketergantungan pengguna pada layanan jelajah atau roaming tradisional.

Chief Executive Officer SpaceX Elon Musk menyatakan Starlink dapat menjadi salah satu jaringan internet terbesar di dunia.

“Bukan hal mustahil jika suatu saat Starlink menyediakan sebagian besar internet dunia,” kata Musk.

Namun, ia menambahkan layanan tersebut hanya dapat beroperasi di negara yang memberikan izin.

Perizinan menjadi tantangan penting. Setiap negara memiliki aturan mengenai spektrum, keamanan data, persaingan usaha, dan kepemilikan jaringan telekomunikasi.

Jaringan Seluler Darat Masih Lebih Kuat

Walaupun cakupan satelit sangat luas, jaringan seluler darat masih mempunyai keunggulan teknis.

Menara seluler biasanya berada relatif dekat dengan pengguna. Jarak yang pendek membuat sinyal lebih kuat dan memungkinkan jaringan menangani banyak perangkat pada wilayah padat.

Satelit Starlink mengorbit pada ketinggian ratusan kilometer. Sinyalnya harus melakukan perjalanan jauh sebelum mencapai telepon atau terminal pengguna.

Analis MoffettNathanson menghitung sinyal dari jarak sekitar 220 mil dapat menjadi sekitar 48.000 kali lebih lemah dibandingkan sinyal dari jarak satu mil.

Sementara itu, telepon seluler pada umumnya berkomunikasi dengan menara yang berjarak jauh lebih dekat.

Chief Financial Officer T-Mobile Peter Osvaldik mengatakan keterbatasan Starlink bukan hanya mengenai dana atau jumlah satelit.

“Mereka dibatasi oleh hukum fisika,” ujar Osvaldik.

Pernyataan tersebut menunjukkan internet satelit dan jaringan darat mempunyai karakteristik berbeda. Satelit unggul dalam cakupan, sedangkan menara darat lebih kuat pada kepadatan dan kapasitas lokal.

Kepemilikan Spektrum Starlink Masih Terbatas

Operator tradisional telah menghabiskan puluhan tahun dan dana sangat besar untuk membangun jaringan.

Perusahaan telekomunikasi Amerika Serikat mengeluarkan lebih dari 600 miliar dolar AS untuk investasi jaringan antara 2012 dan 2025, berdasarkan data Visible Alpha.

Investasi tersebut mencakup pembangunan menara, pemasangan kabel, pusat jaringan, dan pembelian lisensi frekuensi.

SpaceX memiliki sekitar 65 megahertz spektrum pita menengah. Sebaliknya, Verizon serta AT&T masing-masing mempunyai lebih dari 200 megahertz. T-Mobile memiliki sekitar 600 megahertz.

Perbedaan tersebut menunjukkan Starlink belum mempunyai kapasitas frekuensi yang sebanding dengan operator besar.

Perusahaan dapat membeli spektrum tambahan atau membangun kemitraan. Namun, operator tradisional juga mempunyai kemampuan keuangan dan pengaruh regulasi untuk mempertahankan posisi mereka.

Telepon Mungkin Membutuhkan Modifikasi

Penggunaan layanan Starlink secara penuh dapat membutuhkan penyesuaian pada perangkat konsumen.

Menurut Musk, telepon seluler mungkin perlu dimodifikasi agar mendukung frekuensi yang digunakan jaringan. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Artinya, ekspansi konektivitas langsung tidak hanya bergantung pada satelit. Produsen chipset dan ponsel juga harus memasukkan dukungan terhadap spektrum yang digunakan.

Operator perlu menyesuaikan jaringan, kartu SIM, sistem penagihan, serta perjanjian jelajah. Regulator juga harus menyetujui penggunaan frekuensi di setiap negara.

Karena itu, perubahan industri seluler kemungkinan berlangsung secara bertahap, bukan mendadak.

Kemitraan Dapat Menjadi Jalan Lebih Cepat

Daripada membangun seluruh jaringan sendiri, Starlink dapat bekerja sama dengan operator tradisional.

Perusahaan satelit dapat memberikan cakupan di daerah terpencil, sedangkan operator seluler menangani layanan di kawasan padat.

Model gabungan dapat menghasilkan konektivitas yang lebih luas. Pelanggan dapat menggunakan menara darat di kota dan secara otomatis berpindah ke satelit ketika berada di luar jangkauan.

Namun, operator besar Amerika Serikat belum menunjukkan keinginan untuk menyewakan spektrum mereka kepada Starlink dalam skala luas.

Kemitraan tetap mungkin terjadi apabila kedua pihak melihat keuntungan komersial. Operator dapat memperluas cakupan tanpa membangun banyak menara, sedangkan Starlink memperoleh akses terhadap pelanggan dan frekuensi.

Operator Lama Memiliki Beban Utang Besar

SpaceX mempunyai keunggulan finansial dibandingkan sebagian perusahaan telekomunikasi tradisional.

Valuasi SpaceX dilaporkan mencapai sekitar 2 triliun dolar AS. Angka tersebut tiga kali lebih besar daripada gabungan nilai AT&T, Verizon, dan T-Mobile pada saat analisis dipublikasikan.

Sementara itu, tiga operator tersebut memiliki utang bersih gabungan hampir 400 miliar dolar AS.

Beban utang dapat membatasi kemampuan perusahaan untuk membangun jaringan baru, membeli spektrum, dan menurunkan tarif.

Starlink juga tidak harus membayar dividen seperti operator mapan. Kondisi tersebut memberi perusahaan ruang untuk menginvestasikan kembali dana atau menawarkan harga kompetitif.

Namun, SpaceX tetap membutuhkan investasi besar untuk meluncurkan satelit baru, membangun stasiun darat, membeli spektrum, dan mengembangkan perangkat.

Ancaman Belum Berarti Pergantian Total

Perkembangan Starlink merupakan ancaman nyata, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa operator seluler tradisional akan kehilangan dominasi dalam waktu dekat.

Jaringan darat memiliki kapasitas dan kekuatan sinyal yang lebih sesuai untuk kota padat. Operator juga menguasai spektrum luas serta mempunyai hubungan panjang dengan regulator dan pelanggan.

Starlink mempunyai keunggulan dalam cakupan wilayah terpencil, jalur perjalanan, laut, dan udara. Layanan tersebut dapat menjadi pelengkap sebelum berkembang menjadi pesaing langsung.

MoffettNathanson memperkirakan bisnis seluler Starlink dapat menghasilkan pendapatan sekitar 2,5 miliar dolar AS pada 2031. Angka tersebut merupakan proyeksi analis, bukan pendapatan yang telah terealisasi.

Kecepatan pertumbuhan, izin regulator, ketersediaan spektrum, dan kompatibilitas ponsel akan menentukan seberapa besar ancaman Starlink.

Persaingan Telekomunikasi Memasuki Babak Baru

Kehadiran sekitar 10.000 satelit dan 12 juta pengguna internet aktif menunjukkan Starlink telah berkembang menjadi jaringan komersial besar.

Pembelian spektrum senilai 17 miliar dolar AS memperlihatkan ambisi perusahaan memperluas konektivitas telepon langsung melalui satelit.

Oleh karena itu, Starlink mengancam operator seluler terutama pada pasar yang belum dilayani secara optimal oleh jaringan darat.

Namun, jaringan satelit masih menghadapi keterbatasan fisik, spektrum, perangkat, dan perizinan. Operator tradisional juga memiliki infrastruktur yang sulit digantikan.

Persaingan kemungkinan akan menghasilkan model jaringan gabungan. Menara seluler tetap melayani kawasan padat, sedangkan satelit memperluas koneksi ke wilayah terpencil dan jalur perjalanan global.