
PANDUTEKNO.ID, JAKARTA – Email phishing Microsoft kembali menjadi ancaman serius bagi pengguna internet. Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkap telah memblokir lebih dari 31.000 email penipuan yang memanfaatkan layanan autentikasi resmi Microsoft untuk mengelabui korban.
Berdasarkan laporan Kaspersky pada 9 Oktober 2026, puluhan ribu email tersebut terdeteksi selama periode 1 Agustus hingga 18 September 2026.
Berbeda dengan penipuan email biasa, pelaku menggunakan tautan dari layanan Microsoft yang sah untuk mengarahkan pengguna menuju situs berbahaya.
Modus ini membuat pesan penipuan terlihat lebih meyakinkan dan sulit dikenali hanya dengan memeriksa alamat pengirim atau tampilan tautan.
Kaspersky Blokir 31 Ribu Email Phishing Microsoft
Kaspersky mengidentifikasi kampanye penipuan yang menyalahgunakan layanan autentikasi Microsoft.
Dalam waktu sekitar tujuh minggu, sistem keamanan perusahaan tersebut memblokir lebih dari 31.000 email yang memanfaatkan tautan layanan Microsoft.
Email penipuan tersebut umumnya menyamar sebagai pemberitahuan resmi.
Korban diminta memperbarui informasi akun atau menandatangani dokumen elektronik melalui tautan yang disertakan.
Padahal, tautan tersebut dapat mengarahkan pengguna ke halaman penipuan atau memicu pengunduhan perangkat lunak berbahaya.
Kaspersky menjelaskan bahwa pelaku sengaja memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perusahaan teknologi besar.
Dengan cara tersebut, pesan berbahaya dapat terlihat seperti komunikasi yang sah.
Modus Phishing Memanfaatkan Microsoft Entra
Salah satu temuan penting Kaspersky adalah penyalahgunaan mekanisme autentikasi Microsoft Entra.
Microsoft Entra merupakan layanan pengelolaan identitas dan akses yang digunakan untuk mendukung proses autentikasi pengguna.
Dalam kampanye ini, penyerang memanfaatkan fitur pengalihan yang tersedia dalam proses autentikasi aplikasi.
Pelaku menggunakan tautan layanan resmi Microsoft sebagai perantara menuju situs yang mereka kendalikan.
Akibatnya, pengguna dapat melihat alamat layanan Microsoft yang tampak sah sebelum akhirnya diarahkan ke halaman berbahaya.
Kondisi tersebut membuat pemeriksaan domain awal saja tidak selalu cukup untuk memastikan keamanan sebuah tautan.
Email Palsu Minta Pengguna Memperbarui Akun
Kaspersky menemukan bahwa pelaku menggunakan berbagai alasan untuk mendorong korban membuka tautan.
Salah satunya adalah pemberitahuan mengenai pembaruan kredensial akun.
Pesan dapat menyebut bahwa pengguna perlu melakukan verifikasi agar layanan tetap dapat digunakan.
Selain itu, pelaku juga menggunakan umpan berupa permintaan penandatanganan dokumen elektronik.
Kedua alasan tersebut dirancang untuk menciptakan kesan bahwa penerima harus segera bertindak.
Ketika pengguna mengikuti instruksi tanpa memeriksa keasliannya, risiko pencurian informasi pribadi meningkat.
Penipu Juga Manfaatkan Notifikasi Resmi Microsoft
Selain menyalahgunakan tautan pengalihan, pelaku memanfaatkan notifikasi yang dikirim melalui layanan Microsoft.
Kaspersky menemukan skenario ketika korban menerima kode verifikasi yang tidak pernah mereka minta.
Pesan penipuan dapat muncul dalam bagian subjek atau tanda tangan email terkait.
Hal ini berpotensi membuat penerima menganggap seluruh isi pesan berasal dari sumber yang tepercaya.
Padahal, sebagian konten tersebut dapat dikendalikan oleh penipu.
Karena itu, email yang benar-benar dikirim melalui infrastruktur resmi tidak selalu berarti seluruh instruksi di dalamnya aman.
Kaspersky Sebut Serangan Semakin Sulit Dikenali
Email Threats Protection Group Manager Kaspersky, Andrey Kovtun, menjelaskan bahwa penyalahgunaan layanan resmi bukan fenomena yang sepenuhnya baru.
Namun, teknik tersebut meningkatkan kredibilitas pesan penipuan.
Dalam laporan resmi Kaspersky pada 9 Oktober 2026, Kovtun mengatakan:
“This adds a dangerous layer of credibility, making the scam harder to spot.”
Artinya, penggunaan layanan resmi menambah kesan kredibel yang berbahaya sehingga penipuan semakin sulit dikenali.
Menurut Kovtun, tanda-tanda phishing konvensional tidak selalu efektif menghadapi modus semacam ini.
Karena itu, ia menyarankan pengguna memanfaatkan perlindungan keamanan yang memiliki kemampuan anti-phishing.
Apa Bahaya Email Phishing Microsoft?
Email phishing Microsoft dapat menimbulkan sejumlah risiko bagi pengguna individu maupun perusahaan.
Salah satu ancaman utamanya adalah pencurian kredensial akun.
Jika korban memasukkan informasi login pada halaman palsu, data tersebut berpotensi jatuh ke tangan penipu.
Selain itu, tautan berbahaya dapat digunakan untuk mengarahkan pengguna mengunduh malware.
Perangkat lunak berbahaya tersebut dapat mengganggu keamanan perangkat dan informasi yang tersimpan di dalamnya.
Bagi perusahaan, kompromi akun juga berpotensi memengaruhi akses ke layanan kerja dan dokumen internal.
Namun, laporan mengenai 31.000 email yang diblokir tidak berarti seluruh penerimanya mengalami pencurian data.
Angka tersebut merujuk pada email yang terdeteksi dan diblokir oleh sistem Kaspersky.
Cara Mengenali Email Phishing Berkedok Microsoft
Pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap email yang meminta tindakan mendesak.
Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain:
- Pesan meminta pembaruan kata sandi tanpa alasan yang jelas.
- Email berisi permintaan verifikasi akun yang tidak pernah diajukan.
- Pengguna menerima kode autentikasi tanpa mencoba masuk ke akun.
- Tautan mengarahkan pengguna ke halaman yang berbeda dari layanan yang diharapkan.
- Pesan meminta informasi rahasia atau kode verifikasi.
Meski demikian, tidak semua email phishing memiliki kesalahan bahasa atau tampilan yang mencurigakan.
Sebagian pesan dapat terlihat sangat profesional karena memanfaatkan layanan resmi.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak hanya mengandalkan penampilan email untuk menentukan keasliannya.
Jangan Sembarangan Klik Tautan Verifikasi
Salah satu langkah pencegahan adalah membuka layanan Microsoft melalui aplikasi atau situs resmi yang diketik sendiri.
Jika menerima email yang meminta pembaruan akun, pengguna dapat memeriksa status akun secara langsung.
Hindari memasukkan kata sandi melalui tautan yang tidak dapat dipastikan keasliannya.
Pengguna juga sebaiknya tidak membagikan kode verifikasi kepada siapa pun.
Kode autentikasi merupakan bagian penting dari sistem perlindungan akun.
Jika kode tersebut diterima tanpa adanya aktivitas login, pengguna perlu memeriksa keamanan akun.
Aktifkan Autentikasi Multifaktor
Penggunaan autentikasi multifaktor atau MFA dapat menambah lapisan perlindungan akun.
Fitur tersebut mengharuskan pengguna menyelesaikan proses verifikasi tambahan ketika masuk ke layanan tertentu.
Namun, MFA bukan jaminan bahwa akun sepenuhnya aman.
Penipu juga dapat mencoba mengelabui pengguna agar menyetujui permintaan autentikasi yang tidak dikenal.
Karena itu, pengguna harus menolak permintaan persetujuan login yang tidak mereka lakukan.
Penggunaan metode autentikasi tahan phishing, seperti passkey jika tersedia, juga dapat membantu meningkatkan keamanan.
Perusahaan Perlu Perkuat Keamanan Email
Kaspersky menyarankan organisasi menggunakan sistem perlindungan email yang mampu mendeteksi ancaman phishing.
Perusahaan perlu mempertimbangkan pemeriksaan tautan, perlindungan perangkat, dan pemantauan aktivitas akun.
Selain itu, pelatihan kesadaran keamanan siber penting untuk membantu karyawan mengenali permintaan mencurigakan.
Tim teknologi informasi juga perlu menyiapkan prosedur pelaporan ketika pengguna menerima email berbahaya.
Langkah tersebut dapat membantu organisasi merespons ancaman sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Klik?
Jika pengguna sudah membuka tautan mencurigakan, tindakan berikutnya bergantung pada aktivitas yang telah dilakukan.
Apabila hanya membuka halaman tanpa memasukkan informasi, pengguna sebaiknya menutup halaman dan memeriksa keamanan perangkat.
Jika sudah memasukkan kata sandi, segera ubah kata sandi melalui situs atau aplikasi resmi.
Pengguna juga perlu memeriksa aktivitas login dan keluar dari sesi yang tidak dikenal.
Apabila sudah mengunduh berkas mencurigakan, lakukan pemeriksaan keamanan perangkat.
Untuk akun perusahaan, kejadian tersebut sebaiknya segera dilaporkan kepada tim keamanan informasi.
Respons cepat dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan akun.
Kesimpulan
Email phishing Microsoft menjadi perhatian setelah Kaspersky memblokir lebih dari 31.000 pesan penipuan selama 1 Agustus hingga 18 September 2026.
Kampanye tersebut memanfaatkan layanan autentikasi Microsoft Entra untuk membuat tautan berbahaya tampak lebih meyakinkan.
Pelaku juga menyalahgunakan notifikasi layanan resmi untuk menyisipkan pesan penipuan.
Andrey Kovtun dari Kaspersky mengingatkan bahwa modus tersebut semakin sulit dikenali menggunakan tanda-tanda phishing konvensional.
Pengguna disarankan memeriksa keaslian permintaan login, tidak membagikan kode verifikasi, dan menggunakan perlindungan keamanan yang memadai.
Kewaspadaan tetap diperlukan meskipun sebuah email terlihat berasal dari layanan teknologi yang dikenal luas.








































































































































































































































































































































































