
SHENZHEN – Huawei Mate 90 resmi diluncurkan dengan membawa sistem operasi HarmonyOS 7 dan cip Kirin generasi terbaru. Perangkat tersebut menjadi langkah penting Huawei untuk mempertahankan daya saing di tengah pembatasan teknologi semikonduktor dari Amerika Serikat.
Model premium dalam seri tersebut menggunakan Kirin 9050 Pro. Cip itu memakai arsitektur baru bernama LogicFolding yang dirancang untuk meningkatkan kinerja tanpa bergantung sepenuhnya pada teknologi produksi cip paling mutakhir.
Huawei mengklaim model tertinggi Mate 90 menawarkan peningkatan performa keseluruhan sebesar 31 persen dibandingkan generasi sebelumnya.
Namun, perusahaan mengakui bahwa pasokan cip canggih di China masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi produksi ponsel Huawei dan perangkat lain yang membutuhkan semikonduktor berperforma tinggi.
Huawei Mate 90 Andalkan Kirin 9050 Pro
Kirin 9050 Pro menjadi komponen utama pada Huawei Mate 90 versi premium, termasuk Mate 90 Pro Max. Cip tersebut menggunakan teknik yang oleh Huawei disebut LogicFolding.
Teknologi itu menyusun ulang jalur internal cip dalam struktur tiga dimensi. Berbeda dari desain konvensional yang lebih datar, struktur tersebut memungkinkan pemrosesan berlangsung lebih padat dan cepat.
Pendekatan itu dapat membantu Huawei meningkatkan performa tanpa harus menggunakan proses fabrikasi paling maju. Akan tetapi, metode tersebut membutuhkan lebih banyak wafer dalam proses produksi.
Kebutuhan wafer yang lebih besar dapat meningkatkan biaya. Selain itu, kapasitas produksi menjadi tantangan ketika industri semikonduktor China juga harus memenuhi permintaan cip untuk pusat data, perangkat komunikasi, dan komputasi kecerdasan buatan.
Huawei menyatakan teknologi LogicFolding akan digunakan pada lebih banyak ponsel pada masa mendatang. Dengan demikian, Mate 90 dapat menjadi awal dari strategi desain cip baru perusahaan.
Pembatasan AS Masih Menekan Huawei
Amerika Serikat telah membatasi akses Huawei terhadap perangkat lunak, komponen, dan peralatan pembuatan semikonduktor canggih. Kebijakan tersebut membuat perusahaan harus mengembangkan sistem operasi serta desain cip sendiri.
China saat ini masih mengandalkan mesin litografi deep ultraviolet atau DUV untuk sebagian proses produksi cip canggih. Sementara itu, akses terhadap teknologi extreme ultraviolet atau EUV masih terbatas.
Mesin EUV memungkinkan produsen membuat transistor yang lebih kecil dan padat. Namun, Huawei mencoba menutup kesenjangan tersebut melalui perubahan desain dan arsitektur cip.
Kepala Bisnis Konsumen Huawei, Richard Yu, mengatakan kapasitas semikonduktor tingkat lanjut masih menjadi persoalan.
“Kapasitas semikonduktor canggih masih sangat terbatas di China,” kata Richard Yu.
Menurut Yu, cip ponsel Huawei harus berbagi kapasitas produksi dengan cip Ascend yang digunakan untuk komputasi AI. Persaingan kapasitas itu membuat pasokan untuk ponsel tetap ketat.
Produsen Kirin Belum Diumumkan
Huawei tidak mengungkap perusahaan yang memproduksi Kirin 9050 Pro. Karena itu, informasi mengenai produsen cip tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.
Semiconductor Manufacturing International Corporation atau SMIC diyakini oleh pelaku industri sebagai produsen cip Kirin pada sejumlah perangkat Huawei.
Namun, keyakinan tersebut bukan konfirmasi resmi dari Huawei ataupun SMIC. Karena itu, informasi mengenai pihak yang memproduksi Kirin 9050 Pro harus diperlakukan sebagai laporan industri.
Kerahasiaan tersebut juga menunjukkan tingginya sensitivitas rantai pasok semikonduktor China. Perusahaan harus mengembangkan teknologi sambil menghadapi pengawasan dan pembatasan perdagangan internasional.
HarmonyOS 7 Berjalan Tanpa Android
Selain cip Kirin, Huawei Mate 90 menggunakan HarmonyOS 7. Sistem operasi tersebut dikembangkan Huawei tanpa bergantung pada Android milik Google.
Huawei menyatakan HarmonyOS 7 mendukung lebih dari 450.000 aplikasi dan layanan. Jumlah tersebut menjadi modal perusahaan untuk membangun ekosistem yang lebih mandiri.
Ketersediaan aplikasi merupakan faktor penting bagi konsumen. Perangkat keras yang kuat belum cukup apabila sistem operasi tidak menyediakan aplikasi perbankan, komunikasi, hiburan, produktivitas, dan layanan publik.
Huawei terus mendorong pengembang membuat aplikasi asli untuk HarmonyOS. Strategi itu bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi Amerika sekaligus mempertahankan pengguna di pasar China.
Namun, ekspansi global dapat menjadi lebih sulit. Pengguna di luar China telah terbiasa dengan layanan Google dan ekosistem Android yang mempunyai jangkauan aplikasi lebih luas.
Harga Huawei Mate 90 Naik
Huawei memasarkan Mate 90 standar dengan harga mulai 5.999 yuan. Sementara itu, versi Pro dibanderol mulai 6.999 yuan.
Mate 90 Pro Max dengan memori 16 GB dan penyimpanan 512 GB dijual seharga 9.999 yuan atau sekitar US$1.491.
Harga versi Pro Max tersebut naik 2.000 yuan dibandingkan varian setara dari generasi sebelumnya saat pertama kali diluncurkan.
Huawei menjelaskan kenaikan biaya memori dan komponen ikut memengaruhi harga. Menurut perusahaan, kenaikan harga memori menambah biaya rata-rata sekitar US$200 pada setiap perangkat.
Meskipun biaya meningkat, Huawei berusaha membatasi kenaikan harga agar produknya tetap kompetitif. Perusahaan juga memperbesar fokus pada segmen premium untuk menjaga margin keuntungan.
Performa Diklaim Naik 31 Persen
Huawei menyebut model tertinggi Huawei Mate 90 mengalami peningkatan performa keseluruhan sekitar 31 persen dibandingkan ponsel flagship sebelumnya.
Namun, angka tersebut merupakan klaim perusahaan. Pengujian independen tetap diperlukan untuk mengetahui performa nyata dalam penggunaan sehari-hari.
Kinerja perangkat tidak hanya bergantung pada cip. Efisiensi daya, sistem pendingin, optimasi HarmonyOS, kapasitas memori, dan jenis aplikasi juga memengaruhi pengalaman pengguna.
Selain itu, metode LogicFolding perlu membuktikan kemampuannya dalam produksi massal. Peningkatan kinerja harus diimbangi dengan efisiensi energi dan suhu yang terkendali.
Meski demikian, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa produsen dapat meningkatkan performa melalui perubahan arsitektur, bukan hanya mengecilkan ukuran transistor.
Penjualan Huawei di China Tetap Tumbuh
Pasar ponsel China menghadapi tekanan sepanjang 2026. Data industri menunjukkan pengiriman ponsel domestik turun sekitar 7 persen secara tahunan pada periode Januari–Agustus.
Namun, pengiriman Huawei di China justru meningkat sekitar 13 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan merek lokal masih memiliki dukungan kuat dari konsumen domestik.
Harga jual rata-rata ponsel di China juga meningkat 11,3 persen pada kuartal kedua menjadi sekitar US$543. Kenaikan harga komponen mendorong produsen mengarahkan lebih banyak produk ke segmen premium.
Huawei menggunakan momentum tersebut untuk memperkuat seri Mate dan perangkat lipat. Perusahaan juga memanfaatkan integrasi antara ponsel, tablet, jam tangan pintar, kendaraan, serta perangkat rumah melalui HarmonyOS.
Huawei Menguasai Pasar Ponsel Lipat China
Selain meluncurkan Mate 90, Huawei terus memperkuat bisnis perangkat lipat. Richard Yu menyebut Huawei menguasai sekitar 75 persen pasar ponsel lipat di China.
Penjualan Pura X Max dilaporkan naik 76 persen dalam beberapa hari setelah peluncuran ponsel lipat pesaing. Pengiriman perangkat tersebut juga telah melampaui 1,2 juta unit di China sejak dirilis.
Perkembangan itu menunjukkan persaingan ponsel premium tidak hanya berlangsung pada perangkat konvensional. Ponsel lipat menjadi arena baru bagi Huawei, Samsung, Apple, dan sejumlah produsen China.
Keunggulan Huawei di pasar domestik dapat membantu perusahaan menghadapi keterbatasan akses teknologi. Namun, persaingan global tetap bergantung pada distribusi, ekosistem aplikasi, jaringan operator, dan penerimaan konsumen.
Mate 90 Menjadi Ujian Kemandirian Teknologi China
Peluncuran Huawei Mate 90 tidak hanya berkaitan dengan persaingan ponsel. Produk tersebut juga menjadi ujian bagi kemampuan China membangun ekosistem perangkat keras dan perangkat lunaknya sendiri.
Kirin 9050 Pro memperlihatkan upaya Huawei mencari jalur alternatif ketika akses terhadap teknologi manufaktur cip tercanggih dibatasi.
Sementara itu, HarmonyOS 7 menunjukkan strategi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem operasi asing.
Namun, tantangan belum berakhir. Huawei masih menghadapi keterbatasan produksi, kenaikan harga komponen, serta persaingan dengan produsen global.
Keberhasilan Mate 90 akan dinilai dari penjualan, kestabilan pasokan, performa nyata, dan kemampuan HarmonyOS menarik pengembang. Jika strategi tersebut berhasil, Huawei dapat memperkuat posisinya sekaligus mempercepat kemandirian teknologi China.











































































































































































































































































































































































