
WASHINGTON, pandutekno.id – Larangan lab China tengah disiapkan Amerika Serikat untuk memperketat proses sertifikasi smartphone dan perangkat elektronik. Kebijakan tersebut dapat mengubah cara produsen menguji produk sebelum memasarkannya di Amerika Serikat.
Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat atau Federal Communications Commission (FCC) akan menggelar pemungutan suara pada 29 Oktober 2026.
Menurut laporan Reuters, Rabu (7/10/2026), FCC ingin melarang laboratorium di China menguji perangkat elektronik untuk kebutuhan sertifikasi pasar AS.
Produk yang terdampak dapat mencakup smartphone, kamera, komputer, serta perangkat komunikasi lainnya.
Namun, kebijakan tersebut masih berupa rencana. FCC belum menetapkan larangan baru itu sebagai aturan yang berlaku.
Mengapa AS Siapkan Larangan Lab China?
FCC menyatakan bahwa keamanan nasional menjadi salah satu pertimbangan utama dalam rencana pembatasan tersebut.
Pemerintah AS ingin memastikan proses pengujian perangkat elektronik berlangsung melalui laboratorium yang memenuhi persyaratan keamanan.
Selain itu, FCC menyoroti pentingnya perlakuan timbal balik dalam kerja sama pengujian perangkat antarnegara.
Regulator berencana membatasi laboratorium dan lembaga sertifikasi di negara yang tidak memberikan akses setara kepada fasilitas pengujian Amerika Serikat.
China menjadi salah satu negara yang masuk dalam rencana pembatasan tersebut.
Menurut FCC, kebijakan ini bertujuan memperkuat integritas proses sertifikasi perangkat elektronik.
Sebanyak 82 Persen Perangkat Diuji di China
Ketua FCC Brendan Carr mengungkapkan bahwa sekitar 82 persen perangkat elektronik menjalani pengujian di China pada 2025.
Angka tersebut menunjukkan besarnya peran laboratorium China dalam proses pengujian produk untuk pasar Amerika Serikat.
Sebaliknya, kurang dari 4 persen perangkat elektronik diuji di laboratorium yang berlokasi di AS.
Perbedaan tersebut menjadi perhatian regulator karena proses sertifikasi merupakan tahapan penting sebelum perangkat tertentu dapat dipasarkan.
Melalui kebijakan baru, FCC ingin mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pengujian yang dinilai menimbulkan risiko.
Larangan Lab China Akan Diputuskan 29 Oktober
FCC menjadwalkan pemungutan suara pada 29 Oktober 2026 untuk menentukan kelanjutan proposal pembatasan.
Jika disetujui, aturan baru direncanakan mulai berlaku pada Desember 2028.
Jadwal tersebut memberikan waktu bagi industri elektronik untuk menyesuaikan proses pengujian.
Produsen dapat mulai mempertimbangkan laboratorium alternatif yang tetap diakui FCC.
Meski demikian, keputusan akhir dan rincian pelaksanaan masih bergantung pada proses regulasi.
Karena itu, perusahaan teknologi belum dapat menganggap seluruh ketentuan dalam proposal tersebut sudah berlaku.
Smartphone dan Komputer Berpotensi Terdampak
Rencana larangan lab China mencakup berbagai perangkat yang membutuhkan sertifikasi FCC.
Smartphone merupakan salah satu kategori produk yang mendapat perhatian karena memiliki komponen komunikasi nirkabel.
Selain smartphone, kamera dan komputer tertentu juga harus memenuhi ketentuan teknis sebelum dipasarkan.
Proses pengujian membantu memastikan perangkat mematuhi standar penggunaan frekuensi radio dan persyaratan lainnya.
Jika laboratorium China tidak lagi dapat digunakan, produsen perlu memilih fasilitas pengujian alternatif.
Perubahan tersebut dapat memengaruhi jadwal sertifikasi produk baru.
Namun, besarnya dampak terhadap setiap perusahaan belum dapat dipastikan.
FCC Sudah Batasi Sejumlah Laboratorium Sejak 2025
Rencana pembatasan terbaru merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya.
Pada 2025, FCC melarang laboratorium yang dimiliki atau dikendalikan pemerintah China melakukan pengujian untuk sertifikasi perangkat elektronik AS.
Kebijakan tersebut menyebabkan puluhan laboratorium kehilangan pengakuan.
Namun, FCC menyatakan sebagian besar laboratorium yang berlokasi di China masih dapat menguji perangkat elektronik untuk pasar Amerika Serikat.
Karena itu, regulator kini mempertimbangkan perluasan pembatasan terhadap seluruh laboratorium di negara tersebut.
Langkah tersebut juga berkaitan dengan kebijakan keamanan rantai pasok telekomunikasi yang telah diterapkan Washington.
AS Siapkan Jalur Sertifikasi Lebih Cepat
Selain mempertimbangkan larangan lab China, FCC juga menyiapkan proses persetujuan yang lebih sederhana.
Fasilitas pengujian di Amerika Serikat dan negara yang dinilai tidak menimbulkan risiko keamanan nasional dapat memperoleh manfaat dari mekanisme tersebut.
Tujuannya adalah mempercepat sertifikasi perangkat melalui laboratorium yang memenuhi persyaratan regulator.
Dengan demikian, produsen tetap memiliki pilihan untuk menguji produk sebelum memasuki pasar AS.
Namun, penyederhanaan proses tidak menghapus kewajiban memenuhi standar teknis FCC.
Setiap perangkat tetap harus menjalani prosedur yang sesuai dengan ketentuan.
Apakah Smartphone Buatan China Akan Dilarang?
Rencana FCC tidak berarti semua smartphone buatan China otomatis dilarang dijual di Amerika Serikat.
Pembatasan yang sedang dibahas berfokus pada lokasi laboratorium pengujian dan lembaga sertifikasi.
Artinya, perangkat yang diproduksi di China masih dapat menjalani pengujian melalui fasilitas yang memenuhi persyaratan FCC.
Lokasi produksi dan lokasi pengujian merupakan dua hal berbeda.
Selain itu, Amerika Serikat memiliki kebijakan tersendiri mengenai perangkat dari perusahaan yang masuk daftar risiko keamanan nasional.
Karena itu, pembatasan laboratorium tidak boleh disamakan dengan larangan menyeluruh terhadap produk elektronik asal China.
Bagaimana Dampaknya bagi Industri Elektronik?
Apabila aturan disetujui, produsen berpotensi mengalihkan sebagian proses pengujian ke negara lain.
Perubahan tersebut dapat meningkatkan kebutuhan terhadap laboratorium yang diakui FCC di luar China.
Namun, perpindahan proses pengujian membutuhkan penyesuaian jadwal, fasilitas, dan prosedur sertifikasi.
Produsen juga perlu memastikan laboratorium pengganti memiliki kapasitas yang memadai.
Di sisi lain, kebijakan ini dapat membuka peluang bagi perusahaan pengujian elektronik di negara mitra Amerika Serikat.
Dampak terhadap biaya produksi dan harga smartphone masih belum dapat dipastikan.
Persaingan Teknologi AS dan China Semakin Ketat
Kebijakan terbaru FCC muncul di tengah persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan China.
Washington sebelumnya telah membatasi sejumlah perangkat telekomunikasi yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.
FCC juga memiliki daftar perusahaan yang menghadapi pembatasan tertentu, termasuk Huawei dan ZTE.
Namun, pembatasan terhadap perusahaan tertentu berbeda dengan rencana larangan seluruh laboratorium pengujian di China.
Proposal terbaru lebih menitikberatkan pada proses sertifikasi perangkat untuk pasar Amerika Serikat.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan teknologi tidak hanya menyasar produk akhir, tetapi juga proses pengujian sebelum produk dijual.
Keputusan FCC Jadi Penentu Aturan Baru
Rencana larangan lab China menjadi perhatian industri smartphone dan elektronik global.
FCC akan melakukan pemungutan suara pada 29 Oktober 2026 untuk menentukan langkah berikutnya.
Regulator menyebut sekitar 82 persen perangkat elektronik diuji di China pada 2025. Angka tersebut menjadi salah satu alasan penting di balik rencana perubahan aturan.
Jika disetujui, pembatasan dijadwalkan berlaku mulai Desember 2028.
Sementara itu, produsen masih dapat mempersiapkan fasilitas pengujian alternatif sesuai ketentuan FCC.
Dengan demikian, kebijakan ini berpotensi mengubah proses sertifikasi smartphone dan perangkat elektronik untuk pasar AS, tetapi belum menjadi larangan yang berlaku saat ini.










































































































































































































































































































































































