
BRUSSELS – Negara-negara Uni Eropa mengusulkan tenggat yang lebih fleksibel bagi operator telekomunikasi untuk melakukan penghapusan peralatan Huawei dan perangkat dari pemasok lain yang dinilai berisiko tinggi.
Komisi Eropa sebelumnya mengusulkan batas waktu 36 bulan bagi operator seluler untuk mengganti perangkat tersebut. Namun, pemerintah negara anggota menghapus tenggat tetap itu dari rancangan perubahan Undang-Undang Keamanan Siber Uni Eropa.
Operator telekomunikasi menyambut peluang tambahan waktu tersebut setelah memperingatkan bahwa biaya penggantian perangkat dapat mencapai 40 miliar euro atau sekitar 45 miliar dolar AS.
Meski demikian, usulan tersebut belum menjadi hukum. Pemerintah negara anggota masih harus melakukan negosiasi dengan Komisi dan Parlemen Eropa sebelum peraturan baru dapat diberlakukan.
Tenggat Penghapusan Peralatan Huawei Diubah
Komisi Eropa pada Januari 2026 mengusulkan agar perangkat dari pemasok berisiko tinggi dihapus secara bertahap dari sektor-sektor penting.
Dalam rancangan awal, operator seluler diberikan waktu 36 bulan. Tenggat tersebut dihitung setelah pemasok tertentu secara resmi ditetapkan sebagai pihak berisiko tinggi.
Namun, dokumen pemerintah Uni Eropa tertanggal 22 September yang dilihat Reuters menunjukkan perubahan penting. Negara-negara anggota menghapus batas waktu 36 bulan dan menggantinya dengan pendekatan berdasarkan tingkat risiko.
Dengan perubahan tersebut, periode penghapusan peralatan Huawei dapat berbeda di setiap negara, operator, jaringan, dan jenis perangkat.
Pemerintah Uni Eropa menilai proses penggantian harus mempertimbangkan tingkat risiko yang ditemukan, usia infrastruktur, siklus penggunaan perangkat, kebutuhan interoperabilitas, serta ketersediaan alternatif yang sesuai.
Aturan Tidak Hanya Menargetkan Huawei
Kebijakan tersebut secara resmi ditujukan kepada seluruh pemasok yang dikategorikan berisiko tinggi. Namun, penerapannya diperkirakan paling banyak memengaruhi Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya.
Huawei telah menjadi salah satu pemasok utama perangkat jaringan telekomunikasi di Eropa. Peralatannya digunakan untuk jaringan seluler, antena, pusat pengendalian, dan infrastruktur komunikasi lainnya.
Sejumlah pemerintah Barat menyampaikan kekhawatiran bahwa penggunaan teknologi dari pemasok asing di jaringan penting dapat membawa risiko keamanan dan spionase.
Namun, Huawei berulang kali membantah tuduhan tersebut. Perusahaan menegaskan perangkatnya tidak menimbulkan ancaman keamanan bagi jaringan telekomunikasi Eropa.
Karena itu, pembahasan aturan masih menjadi perdebatan antara keamanan, persaingan usaha, biaya pembangunan jaringan, dan hubungan perdagangan dengan China.
Operator Peringatkan Biaya 40 Miliar Euro
Perusahaan telekomunikasi Eropa menyatakan penggantian perangkat secara cepat akan membutuhkan biaya sangat besar.
CEO Deutsche Telekom Timotheus Höttges bersama 16 pemimpin industri lainnya telah mengirim surat kepada pembuat kebijakan Uni Eropa. Mereka memperingatkan bahwa total biaya penggantian dapat mencapai 40 miliar euro.
“Biaya penggantian berisiko menguras modal yang dibutuhkan untuk investasi serat optik, 5G, dan 6G,” kata para pemimpin industri.
Dana yang digunakan untuk mengganti perangkat tidak dapat dipakai secara bersamaan untuk memperluas jaringan. Kondisi itu dapat memperlambat pembangunan internet berkecepatan tinggi di wilayah yang belum memiliki layanan memadai.
Selain membeli perangkat baru, operator harus menanggung biaya pemasangan, pengujian, pemindahan data, penyesuaian perangkat lunak, dan penghentian sistem lama.
Proses tersebut juga memerlukan teknisi terlatih. Karena banyak perangkat harus diganti tanpa menghentikan layanan, operator perlu menjalankan jaringan lama dan baru secara bersamaan selama masa transisi.
Jerman, Italia, dan Spanyol Paling Terdampak
Laporan riset Strand Consult pada Februari menunjukkan bahwa perangkat yang harus diganti dalam lima tahun mendatang paling banyak berada di Jerman, Italia, dan Spanyol.
Ketiga negara tersebut memiliki jaringan besar dengan jumlah pelanggan yang tinggi. Selain itu, beberapa operator masih menggunakan perangkat Huawei dalam porsi yang signifikan.
Deutsche Telekom dan Vodafone termasuk perusahaan yang memiliki ketergantungan besar terhadap perangkat Huawei di beberapa pasar.
Semakin besar ketergantungan operator, semakin rumit proses penggantian. Perangkat jaringan tidak selalu dapat diganti satu per satu karena komponen dari pemasok berbeda mungkin tidak langsung kompatibel.
Karena itu, penerapan tenggat yang sama untuk seluruh operator dinilai sulit dilakukan. Negara anggota menginginkan jadwal yang mempertimbangkan kondisi masing-masing jaringan.
Mengapa Uni Eropa Memperketat Keamanan Jaringan?
Perubahan Undang-Undang Keamanan Siber dilakukan setelah Eropa menghadapi peningkatan serangan siber dan ransomware.
Jaringan telekomunikasi dipandang sebagai infrastruktur penting karena digunakan oleh masyarakat, pemerintah, perusahaan, rumah sakit, lembaga keuangan, dan layanan darurat.
Gangguan terhadap jaringan dapat memengaruhi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Selain itu, perangkat telekomunikasi dapat memproses data dalam jumlah besar dan menghubungkan berbagai sistem penting.
Uni Eropa karena itu ingin mengurangi ketergantungan terhadap pemasok yang dinilai dapat membawa risiko keamanan atau dipengaruhi pemerintah negara lain.
Namun, keamanan bukan satu-satunya pertimbangan. Regulator juga harus memastikan penggantian perangkat tidak menimbulkan gangguan layanan atau membuat biaya telekomunikasi meningkat tajam.
Jadwal Baru Bergantung pada Tingkat Risiko
Dalam usulan pemerintah negara anggota, periode penghapusan peralatan Huawei akan ditentukan berdasarkan beberapa faktor.
Pertama, regulator akan menilai tingkat risiko yang terkait dengan pemasok dan fungsi perangkat. Perangkat yang digunakan pada bagian inti jaringan dapat memperoleh prioritas lebih tinggi dibandingkan komponen pendukung.
Kedua, pemerintah akan mempertimbangkan siklus hidup infrastruktur. Perangkat yang mendekati akhir masa penggunaan dapat diganti lebih dahulu tanpa menimbulkan pemborosan besar.
Ketiga, ketersediaan produk pengganti menjadi pertimbangan penting. Operator tidak dapat mengganti perangkat jika alternatif yang kompatibel belum tersedia dalam jumlah mencukupi.
Keempat, regulator perlu menilai interoperabilitas. Perangkat baru harus dapat terhubung dengan jaringan yang sudah ada tanpa mengurangi kualitas dan keamanan layanan.
Pendekatan tersebut memberikan waktu lebih panjang kepada sebagian operator. Namun, perusahaan yang memiliki risiko lebih tinggi tetap dapat diperintahkan melakukan penggantian lebih cepat.
Dampak terhadap Pembangunan 5G dan 6G
Operator Eropa sedang memperluas jaringan 5G sambil mempersiapkan pengembangan teknologi 6G. Kedua program tersebut memerlukan investasi bernilai besar.
Jika dana harus dialihkan untuk mengganti perangkat yang masih berfungsi, pembangunan jaringan baru dapat berjalan lebih lambat.
Eropa juga sedang berusaha mengejar Amerika Serikat dan sebagian negara Asia dalam kualitas serta cakupan jaringan generasi baru. Keterlambatan investasi dapat memengaruhi daya saing industri digital.
Di sisi lain, mempertahankan perangkat yang dianggap berisiko juga dapat menimbulkan biaya jangka panjang. Serangan atau gangguan keamanan pada jaringan penting berpotensi menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar.
Oleh sebab itu, Uni Eropa harus mencari keseimbangan antara keamanan dan kemampuan operator membiayai transisi.
Huawei Menghadapi Tekanan di Pasar Eropa
Pembatasan terhadap perangkat Huawei bukan isu baru. Sejumlah negara Eropa telah menerapkan kebijakan berbeda untuk mengurangi penggunaan peralatan perusahaan tersebut.
Ada negara yang melarang penggunaan Huawei pada bagian inti jaringan. Negara lain menetapkan pembatasan pada lokasi sensitif atau meminta operator mengganti perangkat secara bertahap.
Perbedaan kebijakan menciptakan standar yang tidak seragam di seluruh Uni Eropa. Revisi Undang-Undang Keamanan Siber diharapkan menghasilkan pendekatan yang lebih terkoordinasi.
Bagi Huawei, kebijakan tersebut dapat memperkecil pasar dan mengurangi kontrak baru. Namun, perusahaan masih dapat menantang penetapan risiko apabila menilai prosesnya tidak adil.
Produsen perangkat Eropa seperti Ericsson dan Nokia berpotensi memperoleh permintaan tambahan. Meski demikian, kapasitas produksi dan kemampuan mereka memenuhi kebutuhan seluruh operator juga perlu diperhitungkan.
Usulan Masih Harus Dinegosiasikan
Keputusan pemerintah negara anggota menghapus tenggat 36 bulan belum menjadi hasil akhir. Dokumen tersebut merupakan posisi awal untuk proses pembahasan berikutnya.
Komisi Eropa, negara-negara anggota, dan Parlemen Eropa harus menyepakati naskah yang sama. Dalam proses tersebut, tenggat, kriteria pemasok berisiko, dan mekanisme pelaksanaan masih dapat berubah.
Dengan demikian, belum ada keputusan bahwa seluruh operator telah resmi memperoleh waktu tambahan. Kepastian baru akan muncul setelah revisi Undang-Undang Keamanan Siber disahkan.
Perdebatan kemungkinan berfokus pada seberapa cepat perangkat harus diganti dan siapa yang menanggung biayanya.
Keamanan dan Biaya Menjadi Pertaruhan
Fleksibilitas dalam penghapusan peralatan Huawei dapat membantu operator menghindari pengeluaran besar dalam waktu singkat. Perusahaan juga memperoleh kesempatan menyelaraskan penggantian dengan siklus pembaruan jaringan.
Namun, jadwal yang terlalu longgar dapat dikritik karena dianggap mempertahankan risiko keamanan lebih lama. Sebaliknya, tenggat terlalu pendek dapat mengganggu layanan dan menghambat pembangunan 5G serta 6G.
Uni Eropa kini harus menentukan kebijakan yang mampu melindungi jaringan tanpa membebani operator secara berlebihan.
Sampai negosiasi selesai, tenggat penggantian perangkat belum dapat dipastikan. Namun, dokumen terbaru memperlihatkan bahwa negara anggota cenderung memilih pendekatan fleksibel dibandingkan batas waktu seragam selama 36 bulan.






























































































































































































































































































































