
PANDUTEKNO.ID – San Diego. Qualcomm siapkan PHK global mulai November 2026 setelah perusahaan menghadapi tekanan dari melemahnya permintaan perangkat elektronik konsumen. Raksasa semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut berencana mengurangi tenaga kerja melalui evaluasi kinerja tahunan.
Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) ini terungkap dalam memo internal CEO Qualcomm, Cristiano Amon, kepada karyawan. Reuters melaporkan bahwa pemberitahuan kepada pekerja yang terdampak dijadwalkan mulai disampaikan pada November mendatang.
Langkah tersebut menjadi perhatian industri teknologi karena Qualcomm merupakan salah satu pemasok prosesor smartphone terbesar di dunia.
Di tengah tantangan pasar ponsel, perusahaan juga sedang memperluas bisnis ke pusat data kecerdasan buatan (AI), otomotif, dan teknologi komputasi lainnya.
Qualcomm Siapkan PHK Global Mulai November
Qualcomm berencana melakukan pengurangan karyawan di berbagai wilayah operasionalnya.
Berdasarkan memo internal yang diperoleh Reuters, kebijakan tersebut disebut sebagai performance-focused reduction atau pengurangan tenaga kerja berdasarkan evaluasi kinerja.
CEO Cristiano Amon menyampaikan bahwa perusahaan ingin memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil.
Evaluasi juga ditujukan untuk menangani bagian organisasi yang secara konsisten belum mencapai target kinerja.
Namun, Qualcomm belum mengumumkan jumlah karyawan yang akan terkena PHK.
Lokasi kantor dan divisi yang terdampak juga belum dijelaskan secara terperinci.
Dengan demikian, belum ada dasar untuk menyebutkan jumlah pekerja yang akan kehilangan pekerjaan.
Qualcomm Memiliki Sekitar 52.000 Karyawan
Menurut Reuters, Qualcomm memiliki sekitar 52.000 karyawan di seluruh dunia pada September 2025.
Sebagian besar tenaga kerja tersebut merupakan karyawan penuh waktu.
Jumlah itu menunjukkan besarnya skala operasional perusahaan dalam industri semikonduktor global.
Meski demikian, angka 52.000 merupakan jumlah total pekerja yang dilaporkan sebelumnya, bukan jumlah karyawan yang akan terkena PHK.
Qualcomm masih perlu menjelaskan skala pengurangan tenaga kerja setelah proses evaluasi selesai.
Informasi lebih lanjut diperkirakan akan muncul ketika pemberitahuan resmi mulai diberikan pada November 2026.
CEO Qualcomm Jelaskan Alasan Pengurangan Karyawan
Cristiano Amon menegaskan bahwa perubahan kebutuhan bisnis turut memengaruhi struktur tenaga kerja perusahaan.
Dalam memo internal yang dikutip Reuters, Amon menyatakan:
“We must have the right people in the right roles.”
Pernyataan tersebut berarti perusahaan harus menempatkan orang yang tepat pada posisi yang sesuai.
Amon menjelaskan bahwa ekspansi bisnis Qualcomm membutuhkan keterampilan dan keahlian yang terus berkembang.
Karena itu, keputusan pengurangan tenaga kerja akan mempertimbangkan prioritas bisnis, kebutuhan organisasi, kemampuan, dan keahlian karyawan.
Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadapi perubahan pasar teknologi.
Penjualan Elektronik Konsumen Melemah
Rencana PHK Qualcomm muncul ketika industri elektronik konsumen menghadapi tekanan permintaan.
Penjualan sejumlah perangkat elektronik melemah karena kenaikan biaya komponen, termasuk chip memori.
Harga memori yang meningkat membuat produsen perangkat menghadapi biaya produksi lebih tinggi.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga jual smartphone dan keputusan pembelian konsumen.
Sebagai salah satu pemasok chip untuk perangkat seluler, Qualcomm ikut menghadapi dampak perubahan permintaan pasar.
Namun, perlambatan penjualan elektronik bukan satu-satunya alasan yang disebutkan dalam memo PHK.
Perusahaan juga menekankan evaluasi kinerja dan penyesuaian kebutuhan tenaga kerja.
Harga Memori Tinggi Tekan Pasar Smartphone
Kenaikan harga chip memori menjadi tantangan bagi produsen smartphone.
Memori merupakan komponen penting dalam perangkat modern, bersama prosesor, penyimpanan data, layar, dan baterai.
Ketika harga komponen meningkat, produsen harus menentukan apakah biaya tambahan akan diserap atau diteruskan kepada konsumen.
Jika harga perangkat naik, sebagian pembeli dapat memilih smartphone yang lebih murah atau menunda pembelian.
Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi permintaan chip untuk ponsel kelas menengah dan premium.
Reuters mencatat bahwa tekanan harga memori turut membebani pasar utama Qualcomm sepanjang 2026.
Kinerja Saham Qualcomm Tertinggal dari Industri Chip
Performa saham Qualcomm sepanjang 2026 juga menjadi perhatian investor.
Menurut Reuters pada 20 Oktober 2026, saham Qualcomm hanya menguat sekitar 1,5 persen sejak awal tahun.
Sebagai perbandingan, indeks S&P 500 telah meningkat lebih dari 12 persen.
Sementara itu, Philadelphia Semiconductor Index mencatat kenaikan hampir 60 persen.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa Qualcomm belum menikmati penguatan pasar semikonduktor sebesar sejumlah perusahaan lain.
Namun, pergerakan harga saham tidak hanya dipengaruhi kebijakan PHK.
Investor juga mempertimbangkan prospek pendapatan, persaingan, serta kemampuan perusahaan mengembangkan bisnis baru.
Pendapatan dari Apple Diperkirakan Menurun
Qualcomm juga menghadapi perubahan hubungan bisnis dengan Apple.
Dalam laporan keuangan yang diumumkan pada akhir Juli 2026, Qualcomm memperkirakan penurunan pendapatan dari produk Apple akan berlangsung lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya.
Perubahan tersebut menjadi tantangan karena Apple selama ini merupakan salah satu pelanggan penting Qualcomm.
Di sisi lain, Qualcomm berupaya mengurangi ketergantungan terhadap pasar smartphone.
Perusahaan menilai pertumbuhan dari sektor pusat data dan bisnis lain dapat mengimbangi penurunan pendapatan terkait Apple pada tahun fiskal 2027.
Namun, target tersebut masih merupakan proyeksi dan bergantung pada perkembangan bisnis perusahaan.
Qualcomm Perluas Bisnis Pusat Data AI
Qualcomm sedang memperluas kehadirannya dalam pasar pusat data AI.
Industri tersebut membutuhkan chip berperforma tinggi untuk menjalankan komputasi dalam skala besar.
Permintaan infrastruktur AI membuka peluang bagi perusahaan semikonduktor untuk mengembangkan produk di luar prosesor smartphone.
Qualcomm menargetkan pertumbuhan bisnis pusat data sebagai salah satu sumber pendapatan baru.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan teknologi untuk otomotif dan perangkat terhubung.
Strategi diversifikasi ini bertujuan memperluas pasar dan mengurangi ketergantungan pada satu kategori produk.
Bisnis Non-Smartphone Jadi Fokus Tahun Fiskal 2027
Qualcomm memperkirakan sebagian besar penjualan chipnya pada tahun fiskal 2027 akan berasal dari bisnis selain smartphone.
Proyeksi tersebut menunjukkan perubahan penting dalam strategi perusahaan.
Selama bertahun-tahun, Qualcomm dikenal luas melalui platform Snapdragon yang digunakan pada berbagai perangkat seluler.
Kini, perusahaan berupaya memperbesar kontribusi sektor komputasi, otomotif, pusat data, dan teknologi konektivitas.
Perubahan arah bisnis membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai.
Karena itu, penyesuaian organisasi menjadi salah satu langkah yang ditempuh manajemen.
Meski demikian, keberhasilan ekspansi ke sektor baru belum dapat dipastikan.
Industri Semikonduktor Menghadapi Perubahan Besar
Perkembangan Qualcomm mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam industri semikonduktor.
Permintaan chip untuk AI dan pusat data meningkat, sementara beberapa kategori elektronik konsumen menghadapi perlambatan.
Perusahaan semikonduktor harus menyesuaikan investasi, kapasitas produksi, dan pengembangan produk.
Di sisi lain, persaingan dalam pengembangan chip semakin ketat.
Produsen juga menghadapi tantangan rantai pasok, biaya komponen, dan perubahan kebutuhan pelanggan.
Kondisi tersebut membuat strategi bisnis yang fleksibel semakin penting.
Apakah PHK Qualcomm Berdampak pada Indonesia?
Hingga 21 Oktober 2026, belum ada informasi resmi mengenai jumlah atau lokasi pekerja Qualcomm yang akan terdampak PHK.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah kebijakan tersebut akan berdampak langsung pada tenaga kerja perusahaan di Indonesia.
Namun, perubahan strategi Qualcomm tetap relevan bagi industri teknologi nasional.
Qualcomm merupakan salah satu perusahaan yang teknologinya digunakan dalam berbagai perangkat elektronik dan smartphone.
Perubahan harga komponen serta permintaan perangkat global dapat memengaruhi dinamika pasar elektronik di berbagai negara.
Dampaknya terhadap Indonesia tetap perlu dinilai berdasarkan perkembangan pasar dan informasi resmi berikutnya.
Kesimpulan
Qualcomm siapkan PHK global mulai November 2026 melalui kebijakan pengurangan tenaga kerja berdasarkan evaluasi kinerja.
Rencana tersebut disampaikan CEO Cristiano Amon dalam memo internal yang diperoleh Reuters.
Hingga saat ini, jumlah pekerja dan lokasi kantor yang terdampak belum diumumkan.
Kebijakan tersebut berlangsung ketika penjualan elektronik konsumen melemah dan kenaikan harga memori menekan pasar smartphone.
Di sisi lain, Qualcomm sedang memperluas bisnis ke pusat data AI, otomotif, dan teknologi di luar perangkat seluler.
Perkembangan ini menunjukkan tantangan perusahaan semikonduktor dalam menyeimbangkan efisiensi operasional dengan kebutuhan pertumbuhan jangka panjang.

































































































































































































































































































































































































































