
PANDUTEKNO.ID – Misi kargo SpaceX ke ISS kembali menjadi perhatian dunia antariksa. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersama SpaceX bersiap meluncurkan pesawat kargo Dragon yang membawa lebih dari 2,8 ton perlengkapan, pasokan, dan eksperimen ilmiah menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS).
Berdasarkan pengumuman resmi NASA pada 7 Oktober 2026, peluncuran ditargetkan berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, pukul 06.33 waktu Amerika Serikat bagian timur (EDT).
Misi tersebut dikenal sebagai SpaceX CRS-35, yaitu penerbangan pengiriman logistik komersial ke-35 yang dilaksanakan SpaceX untuk NASA.
Pesawat Dragon akan diterbangkan menggunakan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat.
Pengiriman ini bertujuan mendukung kebutuhan astronaut, penelitian ilmiah, serta operasional laboratorium luar angkasa yang mengorbit Bumi.
Misi Kargo SpaceX ke ISS Bawa Lebih dari 2,8 Ton Pasokan
NASA menyatakan pesawat Dragon akan membawa lebih dari 6.300 pon kargo atau sekitar 2.858 kilogram.
Muatan tersebut mencakup perlengkapan penelitian, peralatan operasional, dan kebutuhan pendukung aktivitas di ISS.
Jumlah kargo yang besar menunjukkan pentingnya sistem transportasi antariksa untuk menjaga keberlangsungan kegiatan di stasiun luar angkasa.
ISS tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhannya secara mandiri.
Karena itu, pengiriman berkala dari Bumi diperlukan agar astronaut dapat menjalankan penelitian dan pemeliharaan fasilitas dengan baik.
Melalui program Commercial Resupply Services, NASA bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk menyediakan layanan pengangkutan kargo menuju ISS.
Roket Falcon 9 Dijadwalkan Meluncur 13 Oktober 2026
Peluncuran SpaceX CRS-35 direncanakan menggunakan roket Falcon 9.
Roket tersebut akan membawa kapsul Dragon dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Space Force Station.
NASA menargetkan peluncuran pada 13 Oktober 2026 pukul 06.33 EDT, atau sekitar pukul 17.33 WIB pada hari yang sama.
Namun, jadwal peluncuran masih dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, kesiapan teknis, dan keputusan tim pengendali misi.
SpaceX juga menyiapkan peluang peluncuran cadangan pada 14 Oktober 2026 apabila jadwal utama tidak dapat dilaksanakan.
Falcon 9 merupakan roket yang digunakan SpaceX untuk berbagai misi, termasuk pengiriman satelit, penerbangan astronaut, dan pengangkutan logistik ke ISS.
Pesawat Dragon Akan Merapat Secara Otomatis
Setelah diluncurkan, pesawat Dragon akan melakukan perjalanan menuju orbit ISS.
SpaceX memperkirakan perjalanan berlangsung sekitar 52 jam sebelum kapsul mencapai stasiun luar angkasa.
Dragon dijadwalkan melakukan proses penyandaran otomatis atau autonomous docking pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Pesawat tersebut akan merapat ke port modul Harmony yang menghadap ke luar angkasa.
Teknologi penyandaran otomatis memungkinkan kapsul melakukan pendekatan dan penyambungan dengan ISS menggunakan sistem navigasi serta kendali penerbangan.
Meski demikian, proses tersebut tetap diawasi oleh tim pengendali misi di Bumi dan awak stasiun luar angkasa.
Setelah penyandaran berhasil, astronaut dapat mulai memindahkan pasokan dan peralatan dari Dragon.
NASA Kirim Panel Surya untuk Stasiun Luar Angkasa
Salah satu muatan penting dalam misi SpaceX CRS-35 adalah perangkat panel surya untuk ISS.
NASA menyebut penerbangan ini akan membawa set terakhir dari International Space Station Roll-Out Solar Arrays atau iROSA.
Perangkat tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pembangkitan listrik di stasiun luar angkasa.
Energi listrik sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai sistem ISS.
Peralatan komunikasi, komputer, pengendali suhu, serta instrumen penelitian semuanya memerlukan pasokan listrik yang stabil.
Dengan peningkatan kapasitas pembangkitan listrik, ISS dapat terus mendukung aktivitas ilmiah dan operasionalnya.
Pengiriman perangkat tersebut menjadi salah satu bagian penting dari upaya mempertahankan kemampuan stasiun luar angkasa.
Penelitian Ilmiah Jadi Fokus Pengiriman Dragon
Selain membawa kebutuhan operasional, misi kargo SpaceX ke ISS juga mendukung berbagai penelitian ilmiah.
Lingkungan mikrogravitasi di ISS memungkinkan ilmuwan mempelajari proses yang sulit diamati dalam kondisi gravitasi normal di Bumi.
Penelitian di stasiun luar angkasa mencakup berbagai bidang, mulai dari ilmu material hingga biologi.
Eksperimen dapat membantu ilmuwan memahami perubahan perilaku sel, cairan, dan bahan ketika berada dalam kondisi hampir tanpa bobot.
Hasil penelitian tersebut berpotensi mendukung pengembangan teknologi serta pengetahuan ilmiah di Bumi.
Namun, manfaat praktis dari setiap eksperimen tetap harus dibuktikan melalui analisis dan penelitian lanjutan.
ISS Menjadi Laboratorium Penelitian di Orbit Bumi
International Space Station merupakan fasilitas penelitian antariksa yang dikembangkan melalui kerja sama internasional.
Stasiun tersebut digunakan untuk menjalankan berbagai eksperimen yang memanfaatkan kondisi mikrogravitasi.
Astronaut di ISS juga melakukan pengamatan Bumi, pengujian teknologi, serta pemeliharaan sistem pendukung kehidupan.
Kegiatan tersebut membutuhkan pasokan makanan, pakaian, perangkat ilmiah, dan suku cadang.
Tanpa pengiriman logistik secara berkala, operasional stasiun akan menghadapi keterbatasan sumber daya.
Karena itu, misi pengiriman kargo seperti SpaceX CRS-35 memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ISS.
Dragon Merupakan Pesawat Kargo yang Dapat Kembali ke Bumi
Salah satu keunggulan kapsul Dragon adalah kemampuannya membawa kembali muatan dari orbit ke Bumi.
Setelah menyelesaikan tugas di ISS, pesawat dapat mengangkut sampel penelitian dan perangkat yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Kemampuan tersebut membantu ilmuwan mempelajari hasil eksperimen yang telah dilakukan dalam lingkungan mikrogravitasi.
Sampel dapat dianalisis menggunakan peralatan laboratorium di Bumi yang tidak tersedia di ISS.
Pengembalian muatan juga memungkinkan evaluasi kondisi perangkat setelah digunakan di luar angkasa.
Dengan demikian, Dragon tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan pengiriman pasokan, tetapi juga mendukung proses pengembalian hasil penelitian.
Kerja Sama NASA dan SpaceX Terus Berlanjut
SpaceX CRS-35 menjadi bagian dari kerja sama jangka panjang NASA dengan perusahaan transportasi antariksa swasta.
Melalui program Commercial Resupply Services, NASA membeli layanan pengiriman kargo untuk mendukung kebutuhan ISS.
Pendekatan tersebut memungkinkan badan antariksa memanfaatkan kemampuan perusahaan komersial dalam pengembangan dan pengoperasian kendaraan antariksa.
SpaceX menjadi salah satu mitra penting dalam program tersebut melalui penggunaan Falcon 9 dan Dragon.
Kerja sama ini juga menunjukkan perkembangan industri antariksa komersial yang semakin berperan dalam misi pemerintah.
Namun, NASA tetap bertanggung jawab terhadap perencanaan kebutuhan penelitian dan operasional stasiun luar angkasa.
SpaceX Gunakan Kembali Kapsul Dragon
Menurut informasi SpaceX, kapsul Dragon yang digunakan pada misi CRS-35 sebelumnya telah menjalankan tiga penerbangan.
Kapsul tersebut pernah digunakan pada misi CRS-26, CRS-29, dan CRS-33.
Dengan demikian, penerbangan CRS-35 akan menjadi misi keempat bagi pesawat Dragon tersebut.
Penggunaan kembali kendaraan antariksa merupakan bagian dari pendekatan operasional SpaceX.
Strategi ini bertujuan memanfaatkan perangkat yang telah menjalani penerbangan sebelumnya setelah melalui pemeriksaan dan persiapan teknis.
Namun, setiap kendaraan tetap harus memenuhi persyaratan keselamatan sebelum diizinkan menjalankan misi berikutnya.
NASA Siapkan Siaran Langsung Peluncuran
Masyarakat yang ingin menyaksikan peluncuran SpaceX CRS-35 dapat mengikuti informasi melalui saluran resmi NASA dan SpaceX.
NASA telah mengumumkan rencana liputan peluncuran serta proses kedatangan Dragon di ISS.
Sementara itu, SpaceX menyediakan informasi misi dan rencana siaran langsung melalui situs resminya.
Liputan tersebut memungkinkan publik mengikuti proses peluncuran, perjalanan pesawat, hingga penyandaran di stasiun luar angkasa.
Namun, jadwal siaran dapat berubah apabila terdapat penyesuaian waktu peluncuran.
Pengguna disarankan memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi sebelum menyaksikan acara.
Mengapa Misi Kargo SpaceX ke ISS Penting?
Misi kargo SpaceX ke ISS menunjukkan pentingnya sistem logistik dalam kegiatan eksplorasi antariksa.
Keberhasilan penelitian di orbit tidak hanya bergantung pada astronaut dan peralatan ilmiah.
Pasokan yang memadai juga diperlukan untuk menjaga keselamatan awak serta memastikan seluruh sistem dapat beroperasi.
Pengiriman perangkat panel surya, kebutuhan penelitian, dan perlengkapan operasional membantu ISS menjalankan tugasnya sebagai laboratorium luar angkasa.
Selain itu, penggunaan layanan komersial memberikan kesempatan bagi perusahaan swasta untuk terus mengembangkan kemampuan transportasi antariksa.
Pengalaman dari misi-misi tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran untuk pengembangan teknologi penerbangan antariksa berikutnya.
Kesimpulan
Misi kargo SpaceX ke ISS melalui penerbangan CRS-35 dijadwalkan berlangsung pada 13 Oktober 2026.
NASA dan SpaceX akan menggunakan roket Falcon 9 untuk meluncurkan pesawat Dragon yang membawa lebih dari 2,8 ton pasokan, perlengkapan, dan eksperimen ilmiah.
Salah satu muatan pentingnya adalah set terakhir panel surya iROSA untuk mendukung kebutuhan energi stasiun luar angkasa.
Dragon kemudian dijadwalkan merapat secara otomatis ke ISS pada 15 Oktober 2026.
Misi ini memperlihatkan bagaimana kerja sama NASA dan SpaceX terus mendukung penelitian ilmiah, kebutuhan astronaut, dan keberlangsungan operasional Stasiun Luar Angkasa Internasional.















































































































































































































































































































































