PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Taiwan Tancap Gas Teknologi Kuantum, Program Lima Tahun Baru Siap Dimulai

TAIPEI, pandutekno.id – teknologi kuantum Taiwan memasuki babak baru. Pemerintah Taiwan menyiapkan program riset lima tahun berikutnya untuk mempercepat pengembangan komputasi kuantum, teknologi fotonik, perangkat lunak, hingga penerapan teknologi tersebut di industri.

National Science and Technology Council (NSTC) mengumumkan rincian program tersebut ketika Taiwan bersiap menuntaskan proyek National Quantum Team yang berjalan saat ini pada akhir 2026.

Program yang sedang berjalan memiliki anggaran sekitar NT$8 miliar atau US$252,14 juta.

Langkah berikutnya menunjukkan Taiwan tidak ingin berhenti pada penelitian dasar. Pemerintah mulai mengarahkan strategi dari pengembangan komponen menuju integrasi sistem dan penerapan teknologi kuantum.

Teknologi Kuantum Taiwan Masuk Program Lima Tahun Baru

NSTC secara resmi membuka program penelitian Quantum Leap Project atau proyek lompatan kuantum.

Berdasarkan pengumuman resmi NSTC yang diperbarui pada 29 September 2026, proyek yang memperoleh persetujuan dapat berjalan mulai 1 Maret 2027 dengan durasi maksimal lima tahun.

Program tersebut memungkinkan proposal penelitian multiyear sehingga tim akademik dan peneliti mempunyai periode lebih panjang untuk mengejar terobosan teknologi.

Ada tiga bidang utama yang menjadi sasaran, yakni:

  • teknologi perangkat keras komputer kuantum universal;
  • teknologi kuantum fotonik; dan
  • teknologi perangkat lunak kuantum.

Ketiga bidang tersebut memperlihatkan bahwa Taiwan ingin membangun kemampuan yang lebih lengkap, bukan hanya mengembangkan satu komponen komputer kuantum.

Fase Pertama Telan NT$8 Miliar

Program baru merupakan kelanjutan dari investasi yang sudah berjalan selama beberapa tahun.

DIGITIMES melaporkan proyek National Quantum Team saat ini memiliki nilai sekitar NT$8 miliar atau US$252,14 juta dan dijadwalkan berakhir pada penghujung 2026.

Investasi itu telah membantu Taiwan membangun fondasi penelitian dalam komputasi kuantum, komunikasi kuantum, pengembangan talenta serta kolaborasi dengan industri dan mitra internasional.

NSTC mengatakan fase selanjutnya akan meningkatkan strategi dari sekadar pembuatan komponen menuju integrasi sistem.

Ini menjadi perubahan penting karena tantangan komputer kuantum bukan hanya membuat qubit.

Sistem kuantum juga membutuhkan perangkat kontrol, perangkat lunak, sistem pembacaan, teknologi komunikasi, infrastruktur komputasi serta kemampuan mengintegrasikan semuanya menjadi platform yang dapat digunakan.

Taiwan Ingin Bangun “Otak Kuantum”

Dalam rencana resminya, NSTC mengatakan Taiwan akan terus mengejar pengembangan qubit dan teknologi kontrol serta pembacaan.

Namun pemerintah juga ingin memperbesar tim lintas disiplin pada bidang perangkat lunak dan keamanan siber untuk membangun apa yang disebut sebagai “quantum brain” atau otak kuantum.

Strategi tersebut menunjukkan fokus Taiwan mulai bergeser dari komponen menuju sebuah ekosistem.

Perangkat keras tanpa perangkat lunak yang mampu mengendalikan dan memanfaatkan mesin kuantum memiliki kegunaan yang terbatas.

Karena itu, teknologi kuantum Taiwan pada fase berikutnya akan melibatkan lebih banyak disiplin ilmu.

Komputer Kuantum Akan Digabung dengan HPC

Salah satu proyek paling menarik adalah rencana membangun sistem nasional yang menggabungkan High-Performance Computing (HPC) dengan Quantum Computing (QC).

NSTC menyebutnya sebagai platform:

“HPC-QC heterogeneous hybrid computing.”

Platform nasional tersebut direncanakan dibangun di wilayah selatan Taiwan.

Konsepnya adalah menggabungkan kemampuan komputer konvensional berkinerja tinggi dengan prosesor kuantum.

Dalam pendekatan ini, komputer kuantum tidak harus menggantikan superkomputer.

Sebaliknya, masing-masing sistem dapat menangani jenis perhitungan yang paling sesuai dengan karakteristiknya.

Komputer Kuantum dari Finlandia Siap Dibuka

Taiwan juga telah mendatangkan komputer kuantum melalui kerja sama internasional.

NSTC menyatakan komputer kuantum yang diperoleh melalui kerja sama Taiwan dengan perusahaan Finlandia IQM telah menyelesaikan proses penerimaan dan dijadwalkan mulai tersedia untuk layanan pada 2026.

Keberadaan perangkat tersebut penting untuk memberi peneliti Taiwan akses langsung ke perangkat keras kuantum.

Dengan demikian, penelitian tidak hanya dilakukan melalui simulasi komputer konvensional.

Peneliti dapat menguji algoritma dan teknologi secara langsung pada mesin kuantum.

Kekuatan Semikonduktor Jadi Modal Taiwan

Taiwan mempunyai satu modal yang tidak dimiliki banyak negara: ekosistem semikonduktor yang sangat kuat.

Pemerintah ingin memanfaatkan kemampuan manufaktur tersebut untuk mendukung perkembangan teknologi kuantum.

NSTC menyatakan Taiwan akan menggunakan keunggulan proses semikonduktornya dan memperdalam kerja sama dengan lembaga internasional agar kemampuan rantai pasok domestik dapat masuk ke dalam ekosistem kuantum global.

Strategi ini masuk akal karena komputer kuantum membutuhkan berbagai komponen presisi tinggi.

Mulai dari elektronik kontrol hingga teknologi fabrikasi chip dapat memiliki keterkaitan dengan kemampuan industri semikonduktor yang sudah dimiliki Taiwan.

Taiwan Sudah Punya Komputer Kuantum Fotonik

Riset domestik Taiwan juga telah menghasilkan pencapaian tersendiri.

Pada 2024, tim National Tsing Hua University memperkenalkan komputer kuantum fotonik berukuran sangat kecil yang dapat melakukan faktorisasi bilangan dengan menggunakan satu foton.

Sistem tersebut dapat beroperasi pada suhu ruangan dan dirancang agar kompatibel dengan teknologi silikon fotonik.

Peneliti Taiwan ketika itu melihat kemampuan industri semikonduktor domestik sebagai salah satu faktor yang dapat membantu miniaturisasi teknologi kuantum.

Sebelumnya, Taiwan juga telah menyelesaikan jaringan enkripsi kuantum pertamanya pada 2023.

Kolaborasi Global Ikut Diperluas

Pemerintah Taiwan tidak berencana mengembangkan seluruh teknologi secara sendirian.

NSTC secara eksplisit memasukkan kerja sama internasional sebagai bagian dari strategi fase kedua.

Taiwan telah menggunakan forum Quantum Taiwan untuk membangun hubungan dengan perusahaan dan organisasi teknologi internasional.

Kerja sama dengan Jerman juga mencakup penelitian komputasi kuantum. Pada September 2026, delegasi NSTC melakukan pertemuan dengan universitas, peneliti, dan perusahaan teknologi di Jerman sebagai bagian dari kerja sama teknologi kedua pihak.

Tujuannya bukan sekadar bertukar pengetahuan.

Kolaborasi internasional juga dapat membantu Taiwan memperpendek waktu pengembangan teknologi yang belum sepenuhnya dikuasai secara domestik.

Bukan Sekadar Perlombaan Membuat Komputer Kuantum

Ambisi teknologi kuantum Taiwan tidak boleh diartikan bahwa pemerintah sudah memiliki komputer kuantum universal berskala besar yang siap menggantikan komputer biasa.

Teknologi kuantum secara global masih berada dalam tahap pengembangan cepat.

Tantangan seperti stabilitas qubit, koreksi kesalahan, skalabilitas perangkat keras, perangkat lunak, dan biaya sistem masih harus diselesaikan.

Karena itu, program lima tahun Taiwan lebih tepat dilihat sebagai investasi jangka panjang untuk membangun kemampuan riset, perangkat keras, perangkat lunak, integrasi sistem, dan talenta.

Investasi Baru Belum Diumumkan Secara Terperinci

Ada satu hal penting terkait angka investasi.

Nilai NT$8 miliar yang beredar merupakan anggaran program National Quantum Team yang sedang berjalan dan akan berakhir pada 2026.

Sementara itu, dalam pengumuman program lima tahun baru yang saya periksa, NSTC menjelaskan bidang penelitian dan periode pelaksanaannya tetapi belum mencantumkan satu angka total anggaran fase baru yang bisa dipastikan.

Karena itu, judul seperti “Taiwan investasi NT$8 miliar lagi” sebaiknya tidak digunakan kecuali pemerintah kemudian mengumumkan nilai baru secara resmi.

Lebih aman mengatakan pemerintah mempercepat investasi dan program riset baru, tanpa menyamakan anggaran lama dengan pendanaan fase berikutnya.

Teknologi Kuantum Taiwan Mengejar Tahap Penerapan

Program baru menunjukkan arah kebijakan Taiwan semakin jelas.

Fase sebelumnya membangun fondasi penelitian. Fase berikutnya diarahkan menuju integrasi perangkat keras, perangkat lunak dan sistem komputasi agar teknologi dapat bergerak lebih dekat ke penerapan praktis.

Kekuatan Taiwan dalam semikonduktor menjadi modal penting, tetapi keberhasilan program tersebut tetap bergantung pada kemampuan menghasilkan teknologi kuantum yang stabil dan dapat digunakan.

Program lima tahun berikutnya yang mulai dijalankan pada 2027 akan menjadi ujian apakah teknologi kuantum Taiwan dapat bergerak dari laboratorium menuju ekosistem industri yang lebih matang.