PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Xerox Kembali ke Indonesia, Persaingan Printer Bisnis Makin Panas

JAKARTA – Xerox kembali ke Indonesia dengan membawa portofolio gabungan bersama Lexmark. Perusahaan akan menyasar kebutuhan pencetakan bisnis, infrastruktur teknologi informasi, dan layanan digital melalui dukungan distribusi lokal dari PT Galva Technologies Tbk atau GTC.

Kehadiran tersebut ditandai dengan peluncuran printer warna dan multifunction printer Xerox C200 serta C300 series. Kedua lini produk itu ditujukan untuk membantu perusahaan meningkatkan produktivitas dan menyederhanakan pengelolaan dokumen.

Langkah ini menambah persaingan di pasar printer bisnis Indonesia. Xerox-Lexmark akan berhadapan dengan berbagai merek yang lebih dahulu memiliki jaringan produk, penjualan, dan layanan purnajual di dalam negeri.

Namun, kembalinya Xerox tidak berarti perusahaan langsung membuka pabrik baru di Indonesia. Strateginya berfokus pada peluncuran produk, perluasan saluran penjualan, dan dukungan layanan melalui mitra lokal.

Xerox Kembali ke Indonesia Bersama Lexmark

Kehadiran baru Xerox membawa perubahan penting pada strategi bisnisnya. Xerox dan Lexmark kini beroperasi sebagai satu perusahaan teknologi dengan cakupan yang lebih luas.

Keduanya menggabungkan pengalaman di bidang printer, perangkat multifungsi, pengelolaan dokumen, infrastruktur TI, dan layanan digital. Kombinasi tersebut memungkinkan perusahaan menawarkan perangkat sekaligus sistem pendukungnya.

Regional Sales Director Asia Pacific Central Xerox-Lexmark, Keith Leong, mengatakan Indonesia mempunyai posisi penting dalam strategi perusahaan.

“Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Xerox-Lexmark,” kata Keith Leong dalam keterangan resminya.

Menurut Keith, penggabungan kemampuan Xerox dan Lexmark akan menghasilkan platform yang lebih kuat. Platform tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan tempat kerja yang terus berubah.

Perusahaan juga ingin membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan mitra penjualan. Karena itu, dukungan lokal menjadi bagian penting dalam strategi Xerox kembali ke Indonesia.

GTC Menangani Distribusi dan Dukungan Lokal

Xerox-Lexmark menggandeng PT Galva Technologies Tbk sebagai mitra distribusi. GTC akan menyediakan dukungan lokal untuk pelanggan dan mitra kanal di Indonesia.

GTC memiliki 75 titik layanan dan 11 kantor cabang. Jaringan tersebut akan membantu distribusi produk, layanan teknis, ketersediaan suku cadang, dan penanganan kebutuhan pelanggan.

Dalam industri printer, jaringan purnajual menjadi faktor penting. Pelanggan bisnis tidak hanya mempertimbangkan harga perangkat. Mereka juga menilai kecepatan perbaikan, ketersediaan tinta atau toner, serta kemudahan memperoleh komponen pengganti.

Printer bisnis biasanya digunakan setiap hari. Gangguan pada perangkat dapat memengaruhi dokumen operasional, kegiatan administrasi, layanan pelanggan, dan produksi materi pemasaran.

Oleh karena itu, kemampuan GTC dalam memberikan dukungan akan menentukan keberhasilan ekspansi Xerox-Lexmark. Produk yang baik tetap membutuhkan layanan yang mudah dijangkau oleh pelanggan.

Xerox C200 dan C300 Series Jadi Produk Pembuka

Sebagai langkah awal, Xerox kembali ke Indonesia dengan memperkenalkan C200 dan C300 series. Lini tersebut terdiri dari printer warna serta perangkat multifungsi atau MFP.

Perangkat multifungsi menggabungkan beberapa kemampuan dalam satu mesin. Selain mencetak, perangkat dapat menyediakan fungsi pemindaian dan penyalinan dokumen.

Pendekatan ini sesuai dengan kebutuhan kantor yang ingin mengurangi jumlah perangkat. Perusahaan juga dapat menyederhanakan perawatan dan pengelolaan dokumen.

C200 dan C300 series memperluas pilihan bagi usaha kecil, perusahaan menengah, serta organisasi yang membutuhkan pencetakan warna. Namun, kebutuhan setiap pelanggan tetap berbeda.

Calon pengguna perlu menilai volume cetak, kecepatan, resolusi, kapasitas kertas, konektivitas, serta biaya penggunaan. Harga toner dan komponen juga perlu masuk dalam perhitungan.

Dengan demikian, keputusan pembelian tidak seharusnya hanya berpatokan pada harga awal mesin.

Bukan Kelanjutan Langsung Fuji Xerox

Konsumen Indonesia mungkin mengenal nama Fuji Xerox yang telah lama hadir melalui Astragraphia. Namun, Xerox-Lexmark yang kini masuk ke pasar perlu dibedakan dari entitas tersebut.

Fuji Xerox merupakan perusahaan patungan Xerox dan Fujifilm yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik. Setelah perubahan hubungan kedua perusahaan, Fuji Xerox berganti nama menjadi FUJIFILM Business Innovation pada 1 April 2021.

Astragraphia tetap menjadi distributor eksklusif FUJIFILM Business Innovation di Indonesia. Karena itu, kehadiran Xerox-Lexmark merupakan jalur bisnis yang berbeda dari FUJIFILM Business Innovation.

Perbedaan ini penting agar konsumen tidak menganggap seluruh produk dengan sejarah nama Xerox berada di bawah jaringan yang sama.

Informasi mengenai merek, distributor, garansi, dan layanan resmi perlu diperiksa sebelum membeli perangkat. Pelanggan juga sebaiknya memastikan perusahaan yang bertanggung jawab atas layanan purnajual.

Pasar Printer Bisnis Kembali Kompetitif

Langkah Xerox kembali ke Indonesia dapat meningkatkan persaingan pasar. Pelanggan kini memiliki pilihan tambahan untuk kebutuhan printer warna, MFP, dan pengelolaan dokumen.

Persaingan tidak hanya terjadi pada perangkat keras. Produsen juga berlomba menawarkan perangkat lunak, keamanan, koneksi awan, pemantauan jarak jauh, dan otomatisasi alur kerja.

Perusahaan membutuhkan sistem yang mampu mengatur hak akses pengguna. Selain itu, dokumen harus terlindungi ketika dikirim, disimpan, atau dicetak.

Printer modern terhubung dengan jaringan perusahaan. Karena itu, perangkat tersebut perlu mempunyai perlindungan keamanan yang memadai.

Produsen yang mampu menggabungkan kualitas cetak, keamanan, dan layanan akan memiliki peluang lebih besar. Sebaliknya, perusahaan yang hanya menjual perangkat akan menghadapi persaingan semakin berat.

Transformasi Digital Tidak Menghapus Kebutuhan Cetak

Penggunaan dokumen digital memang terus bertambah. Meski demikian, kebutuhan pencetakan belum sepenuhnya hilang.

Perusahaan masih mencetak kontrak, dokumen hukum, materi promosi, laporan, label, dan dokumen operasional. Sekolah, rumah sakit, lembaga keuangan, pemerintahan, dan usaha ritel juga masih membutuhkan perangkat cetak.

Namun, pola penggunaannya berubah. Organisasi ingin mencetak lebih efisien dan mengurangi pemborosan kertas.

Mereka juga membutuhkan perangkat yang dapat terhubung dengan penyimpanan awan dan sistem kerja hibrida. Karyawan ingin mengirim dokumen dari laptop atau perangkat seluler tanpa proses yang rumit.

Perubahan tersebut membuat pasar tidak lagi hanya membahas mesin fotokopi. Produsen harus menawarkan ekosistem pengelolaan dokumen yang aman dan mudah digunakan.

Keamanan Menjadi Nilai Jual Penting

Xerox-Lexmark menyatakan ingin menyediakan teknologi yang praktis, aman, dan dapat disesuaikan. Fokus pada keamanan sesuai dengan meningkatnya ancaman terhadap perangkat kantor.

Printer yang terhubung ke jaringan dapat menjadi titik masuk serangan apabila tidak dikelola dengan baik. Dokumen juga dapat bocor ketika pengguna meninggalkan hasil cetak di tempat terbuka.

Perusahaan perlu mengaktifkan pembaruan perangkat lunak, autentikasi pengguna, serta pengaturan akses. Selain itu, administrator harus mengganti kata sandi bawaan dan membatasi koneksi yang tidak diperlukan.

Penyedia perangkat dapat membantu melalui pemantauan, pembaruan keamanan, dan layanan pengelolaan printer. Faktor tersebut dapat menjadi pembeda di tengah persaingan pasar.

Peluang bagi Mitra Penjualan Lokal

Strategi Xerox kembali ke Indonesia juga membuka peluang bagi mitra kanal. Distributor dan penyedia layanan dapat menawarkan perangkat, pemasangan, perawatan, serta solusi pengelolaan dokumen.

Mitra lokal memahami kondisi pelanggan di setiap daerah. Mereka juga dapat memberikan respons lebih cepat ketika terjadi gangguan teknis.

Namun, keberhasilan strategi tersebut bergantung pada konsistensi pasokan. Xerox-Lexmark dan GTC perlu memastikan produk, toner, suku cadang, dan teknisi tersedia.

Pelatihan bagi mitra juga penting. Teknisi harus memahami perangkat keras, jaringan, perangkat lunak, dan fitur keamanan dari setiap produk.

Tanpa dukungan tersebut, perluasan pasar akan sulit berlangsung secara berkelanjutan.

Persaingan Tidak Hanya Ditentukan Merek

Xerox mempunyai nama yang kuat dalam sejarah teknologi pencetakan. Bahkan, nama perusahaan sering digunakan masyarakat untuk menyebut proses fotokopi.

Namun, kekuatan merek tidak otomatis menjamin keberhasilan. Pasar Indonesia telah diisi oleh berbagai produsen dengan jaringan distribusi dan pelanggan yang mapan.

Karena itu, Xerox-Lexmark harus membuktikan kualitas produk, biaya operasional, dan kecepatan layanan. Perusahaan juga perlu menjelaskan perbedaan produknya secara jelas.

Pelanggan bisnis biasanya menghitung total biaya kepemilikan. Perhitungan itu mencakup harga perangkat, toner, listrik, perawatan, suku cadang, dan masa penggunaan.

Apabila Xerox-Lexmark dapat menawarkan biaya yang kompetitif, peluang pertumbuhan akan semakin besar.

Xerox Perlu Membuktikan Komitmen Jangka Panjang

Keputusan Xerox kembali ke Indonesia memberikan pilihan baru bagi konsumen dan perusahaan. Kolaborasi dengan Lexmark juga memperluas kemampuan perusahaan di luar perangkat pencetakan.

Sementara itu, kemitraan bersama GTC memberikan jaringan dukungan yang dibutuhkan untuk menjangkau pasar lokal. Peluncuran C200 dan C300 series menjadi langkah awal untuk menguji respons pelanggan.

Meski demikian, persaingan baru akan benar-benar memanas jika perusahaan mampu memperluas portofolio dan mempertahankan layanan. Ketersediaan perangkat serta dukungan purnajual akan menjadi ukuran utama.

Kehadiran Xerox-Lexmark akhirnya bukan hanya tentang kembalinya sebuah merek. Langkah ini juga memperlihatkan bahwa pasar pencetakan bisnis Indonesia masih dinilai mempunyai peluang.