
PANDUTEKNO.ID – Keamanan infrastruktur energi Eropa menjadi sorotan setelah peneliti menemukan 8.547 sistem pembangkit listrik Eropa terpapar internet. Temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi serangan siber yang dapat mengganggu operasional pembangkit energi terbarukan.
Penelitian dilakukan oleh perusahaan intelijen internet Modat bersama Pusat Keamanan Siber Nasional Belanda atau NCSC-NL. Hasilnya diumumkan pada 6 Oktober 2026 dalam konferensi keamanan ONE Conference di Den Haag, Belanda.
Peneliti menemukan ribuan antarmuka administrasi dan sistem pengendalian pembangkit listrik tenaga surya serta angin yang dapat dijangkau melalui internet publik.
Sebagian sistem tersebut memiliki akses ke fungsi operasional penting. Jika perlindungannya lemah, kondisi ini berpotensi dimanfaatkan pihak tidak berwenang.
Ribuan Sistem Pembangkit Listrik Eropa Terpapar Internet
Tim peneliti memetakan infrastruktur pembangkit energi surya dan angin di 40 negara Eropa, termasuk negara anggota Uni Eropa, Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa, dan negara kandidat anggota Uni Eropa.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8.547 sistem yang terhubung ke internet dan seharusnya tidak dapat diakses secara terbuka.
Sistem tersebut ditemukan di 35 negara.
Dari jumlah itu, sebanyak 7.942 sistem berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga surya. Sementara itu, 605 sistem lainnya ditemukan pada fasilitas pembangkit listrik tenaga angin.
Temuan ini memperlihatkan bahwa ancaman keamanan siber tidak hanya menyasar perusahaan teknologi atau lembaga keuangan.
Infrastruktur energi yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat juga menghadapi risiko serupa.
Namun, perlu dipahami bahwa angka 8.547 merujuk pada sistem atau antarmuka yang terpapar internet, bukan jumlah pembangkit yang telah diretas.
Spanyol dan Yunani Catat Paparan Sistem Tenaga Surya Terbanyak
Berdasarkan penelitian Modat dan NCSC-NL, Spanyol menjadi negara dengan jumlah sistem pembangkit tenaga surya terpapar internet terbanyak.
Peneliti mengidentifikasi 2.766 sistem di Spanyol, setara sekitar 35 persen dari total temuan pada sektor tenaga surya.
Yunani berada di posisi berikutnya dengan 1.860 sistem.
Sementara itu, Italia memiliki 753 sistem dan Jerman sebanyak 672 sistem.
Keempat negara tersebut menyumbang sekitar 76 persen dari keseluruhan sistem tenaga surya yang teridentifikasi.
Untuk sektor pembangkit listrik tenaga angin, Jerman mencatat jumlah tertinggi dengan 212 sistem.
Italia menyusul dengan 192 sistem yang dapat dijangkau melalui internet.
Perbedaan jumlah tersebut menunjukkan bahwa tingkat paparan sistem tidak selalu sebanding dengan kapasitas pembangkit listrik suatu negara.
Peneliti Temukan Panel Pengendali Turbin yang Bisa Diakses Online
Salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah keberadaan antarmuka pengendali turbin angin yang dapat ditemukan melalui internet.
Dalam laporan penelitian, terdapat contoh halaman web yang menampilkan informasi produksi listrik secara langsung.
Antarmuka tersebut juga memperlihatkan tombol untuk menjalankan, menghentikan, dan mengatur ulang sistem turbin.
Selain itu, halaman tertentu menampilkan lokasi fasilitas pembangkit melalui peta digital.
Informasi semacam ini berpotensi membantu pihak tidak berwenang memahami konfigurasi dan kondisi operasional fasilitas energi.
Peneliti menilai sebagian sistem memiliki risiko lebih tinggi karena menyediakan fungsi pengendalian, bukan sekadar menampilkan informasi.
Menurut laporan Reuters, peneliti memperkirakan sekitar 181 lokasi berpotensi memungkinkan pengendalian operasional secara menyeluruh apabila aksesnya dapat disalahgunakan.
Meski demikian, keberadaan antarmuka di internet tidak otomatis membuktikan bahwa penyerang sudah berhasil mengambil alih sistem tersebut.
Serangan Siber Berpotensi Mengganggu Pasokan Listrik
Paparan sistem pengendalian pembangkit listrik menjadi perhatian karena fasilitas energi merupakan bagian dari infrastruktur kritis.
Apabila penyerang berhasil memperoleh akses yang tidak sah, mereka berpotensi mengganggu pengoperasian perangkat.
Gangguan dapat mencakup penghentian turbin, perubahan pengaturan operasional, atau terputusnya komunikasi antara pembangkit dan pengelola jaringan.
Dampaknya akan bergantung pada jenis sistem, tingkat akses yang diperoleh, dan perlindungan tambahan yang diterapkan operator.
Dalam kondisi tertentu, gangguan terhadap sejumlah fasilitas dapat memengaruhi stabilitas layanan kelistrikan.
Risiko tersebut semakin penting ketika pembangkit energi berada di dekat kawasan perkotaan, fasilitas transportasi, atau infrastruktur publik lainnya.
Karena itu, peneliti meminta pengelola energi memperlakukan keamanan sistem digital sebagai bagian dari keselamatan operasional.
Serangan terhadap Fasilitas Energi Polandia Jadi Peringatan
Kekhawatiran terhadap keamanan pembangkit listrik Eropa juga berkaitan dengan insiden yang pernah terjadi di Polandia.
Pada Desember 2025, serangan siber menyasar sedikitnya 30 fasilitas energi angin dan surya di negara tersebut.
Menurut analisis tim keamanan siber Polandia, penyerang memanfaatkan perangkat jaringan yang dapat diakses melalui internet.
Dalam sejumlah kasus, kelemahan autentikasi mempermudah penyalahgunaan akses jarak jauh.
Serangan tersebut menyebabkan gangguan komunikasi antara fasilitas pembangkit dan operator jaringan distribusi.
Namun, pembangkitan listrik dilaporkan tetap berlangsung.
Kasus Polandia menunjukkan bahwa serangan terhadap sistem komunikasi dan pengendalian energi dapat menimbulkan gangguan operasional, meskipun tidak selalu menghentikan produksi listrik.
Modat dan NCSC-NL Minta Operator Segera Memperkuat Keamanan
Peneliti menekankan pentingnya langkah cepat untuk mengurangi paparan sistem pembangkit listrik terhadap internet publik.
Salah satu rekomendasi utama adalah membatasi akses langsung ke halaman administrasi dan panel pengendalian.
Operator juga diminta memperkuat autentikasi serta menggunakan jalur komunikasi yang aman untuk kebutuhan pemeliharaan jarak jauh.
Selain itu, pengelola pembangkit perlu mengetahui seluruh perangkat yang terhubung dengan sistem operasional.
Inventarisasi tersebut mencakup akses yang digunakan pemasok, teknisi, kontraktor, dan penyedia layanan.
Pemantauan aktivitas mencurigakan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Langkah lainnya adalah menyiapkan prosedur pengoperasian manual apabila sistem digital mengalami gangguan.
Pendekatan ini penting untuk memastikan fasilitas energi tetap dapat dikelola ketika koneksi jaringan atau sistem kendali jarak jauh tidak tersedia.
Keamanan Pembangkit Listrik Eropa Jadi Tantangan Transisi Energi
Eropa terus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari transformasi sektor kelistrikan.
Pembangkit tenaga surya dan angin tersebar di berbagai wilayah, sehingga pengelolaannya membutuhkan sistem komunikasi dan pemantauan jarak jauh.
Teknologi tersebut membantu operator memantau produksi listrik, kondisi perangkat, serta kebutuhan pemeliharaan.
Namun, semakin banyak sistem yang terhubung, semakin luas pula potensi titik masuk bagi penyerang.
Kondisi ini menciptakan tantangan baru dalam menjaga keamanan operasional pembangkit.
Penguatan keamanan siber menjadi semakin penting agar perkembangan energi terbarukan tidak diikuti peningkatan risiko gangguan digital.
Peneliti Ingatkan Bahaya Infrastruktur Energi yang Terbuka
Pendiri sekaligus CEO Modat, Soufian El Yadmani, menegaskan bahwa fasilitas energi terbarukan memiliki ketahanan fisik yang baik karena tersebar di banyak lokasi.
Namun, kondisi tersebut tidak otomatis membuat infrastruktur digitalnya aman.
Dalam laporan penelitian Modat, El Yadmani menyampaikan bahwa sistem energi yang tersebar tetap dapat memiliki kelemahan apabila akses digitalnya tidak dipantau secara memadai.
Ia juga mengingatkan bahwa pemetaan sistem yang terpapar internet dapat dilakukan dengan cepat oleh pihak yang memiliki kemampuan teknis.
Karena itu, operator energi perlu meningkatkan pemantauan, pengamanan akses, dan kerja sama pertukaran informasi ancaman.
Peneliti menyatakan telah menyampaikan informasi kepada pihak terdampak melalui jaringan tim tanggap insiden keamanan siber nasional.
Ancaman Siber terhadap Infrastruktur Energi Perlu Diantisipasi
Penemuan 8.547 sistem pembangkit listrik Eropa terpapar internet menjadi peringatan penting bagi industri energi.
Sebanyak 7.942 sistem ditemukan pada fasilitas tenaga surya dan 605 lainnya berkaitan dengan pembangkit tenaga angin.
Sebagian antarmuka yang ditemukan memiliki fungsi pengendalian operasional sehingga membutuhkan perlindungan lebih ketat.
Meski belum berarti seluruh sistem telah diretas, temuan ini menunjukkan adanya risiko yang perlu segera ditangani.
Melalui pembatasan akses internet, penguatan autentikasi, dan pemantauan sistem, operator dapat mengurangi kemungkinan penyalahgunaan.
Keamanan digital kini menjadi bagian penting dari upaya menjaga keandalan pasokan listrik dan keberlanjutan infrastruktur energi Eropa.




















































































































































































































































































































































