PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

AT&T Tantang Starlink Mobile, Strategi Ponsel Satelit SpaceX Dinilai Belum Layak

WASHINGTON – Strategi ponsel satelit SpaceX mendapat respons skeptis dari CEO AT&T John Stankey. Ia menilai rencana SpaceX menjadikan Starlink sebagai pesaing global operator telekomunikasi belum layak secara teknis maupun ekonomi.

SpaceX berencana menggabungkan jaringan satelit dengan stasiun seluler kecil yang ditempatkan di rumah dan lokasi usaha. Infrastruktur tersebut akan menambah kapasitas ketika koneksi langsung dari satelit belum mencukupi.

Namun, Stankey menilai pembangunan stasiun kecil dalam jumlah besar dapat membutuhkan biaya setara dengan jaringan menara seluler konvensional. Selain itu, SpaceX harus menghadapi persoalan izin, kapasitas jaringan, cakupan dalam ruangan, dan pengelolaan spektrum.

Meski demikian, teknologi satelit tetap dinilai memiliki peluang besar untuk melayani daerah terpencil, wilayah laut, jalur transportasi, serta lokasi yang terkena bencana.

Strategi Ponsel Satelit SpaceX Dipertanyakan

John Stankey mengatakan rencana SpaceX belum menunjukkan model ekonomi yang lebih baik daripada pembangunan jaringan seluler biasa.

“Biayanya bisa sama mahal dengan membangun jaringan makro untuk menangani kemampuan tersebut,” kata Stankey.

Menurutnya, pemasangan stasiun seluler kecil di rumah atau bangunan milik pelanggan juga menghadapi persoalan hukum. Perusahaan tidak dapat memancarkan sinyal seluler dari properti seseorang tanpa persetujuan pemilik.

Aturan penggunaan spektrum dan izin lokasi dapat berbeda di setiap wilayah. Karena itu, SpaceX harus memperoleh persetujuan regulator sebelum mengoperasikan jaringan tersebut dalam skala besar.

Stankey mengatakan AT&T sebenarnya dapat memasang antena pada jaringan serat optiknya sendiri jika pendekatan tersebut efisien dan mudah diterapkan.

Bagaimana Rencana Starlink Mobile Bekerja?

SpaceX ingin menggunakan satelit Starlink untuk mengirim koneksi langsung ke ponsel. Perusahaan kemudian akan menambahkan stasiun darat berukuran kecil di lokasi pelanggan untuk meningkatkan kapasitas.

Stasiun tersebut dapat dipasang di dekat antena Starlink pada rumah dan tempat usaha. Jaringan darat akan membantu ketika satelit tidak mampu menangani jumlah pengguna yang besar.

Pendekatan ini berbeda dari operator tradisional. AT&T, Verizon, dan T-Mobile menggunakan menara seluler, kabel serat optik, pusat data, serta ribuan lokasi pemancar untuk melayani pelanggan.

SpaceX percaya jaringan satelit dan stasiun kecil dapat mengurangi kebutuhan membangun menara besar. Elon Musk bahkan mengatakan sistem tersebut berpotensi menawarkan kapasitas yang lebih tinggi daripada layanan seluler saat ini.

Namun, kemampuan nyata jaringan akan bergantung pada jumlah satelit, spektrum, kepadatan pengguna, dan kapasitas stasiun darat.

SpaceX Ingin Menjadi Operator Seluler Baru

Starlink telah menjadi pesaing operator internet tetap untuk pelanggan rumah dan perusahaan. Kini, SpaceX ingin memperluas persaingan ke layanan ponsel.

Presiden SpaceX Gwynne Shotwell sebelumnya mengatakan perusahaan memiliki peluang mengambil pelanggan operator lama karena yakin dapat menawarkan layanan lebih baik.

Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian investor. Saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile sempat turun setelah SpaceX mengumumkan ambisi telekomunikasinya.

Akan tetapi, menjadi operator seluler penuh membutuhkan jaringan yang jauh lebih besar. Seorang analis memperkirakan pembangunan infrastruktur darat setara operator tradisional dapat menelan biaya lebih dari 100 miliar dolar AS.

SpaceX berusaha menghindari pengeluaran tersebut dengan memakai stasiun kecil dan jaringan satelit yang sudah dimiliki.

Starlink Telah Memiliki 12 Juta Pelanggan

Hingga 30 Juni 2026, Starlink dilaporkan memiliki sekitar 12 juta pelanggan. Jaringannya menggunakan 10.200 satelit untuk menjangkau 167 negara.

Bisnis konektivitas menjadi sumber pendapatan terbesar SpaceX. Berdasarkan laporan keuangan pertamanya setelah menjadi perusahaan publik, layanan tersebut menyumbang sekitar 55 persen dari penjualan perusahaan.

Jumlah pelanggan dan satelit memberikan SpaceX fondasi yang kuat. Perusahaan tidak memulai persaingan dari nol karena telah memiliki jaringan orbit, peluncuran roket, stasiun bumi, dan basis pengguna global.

Namun, internet satelit berbeda dari layanan seluler berkapasitas tinggi. Jaringan ponsel harus menangani jutaan perangkat dalam kawasan padat secara bersamaan.

Karena itu, strategi ponsel satelit SpaceX membutuhkan infrastruktur tambahan sebelum mampu bersaing langsung dengan jaringan operator besar.

AT&T Pertaruhkan Masa Depan pada Serat Optik

AT&T memilih memperluas jaringan serat optik untuk memperkuat bisnis internet. Perusahaan menilai serat tetap menawarkan kapasitas, kecepatan, dan stabilitas yang lebih tinggi daripada satelit.

AT&T mengumumkan kesepakatan senilai 3 miliar dolar AS dengan Corning untuk menyediakan infrastruktur serat optik.

Stankey mengatakan serat dapat memberikan kecepatan sekitar tiga kali lebih tinggi daripada satelit. Bahkan jika teknologi satelit berkembang optimal selama sepuluh tahun, menurutnya, koneksi tersebut masih belum dapat mengalahkan serat.

Investasi serat membutuhkan modal besar dan waktu pengembalian yang panjang. Stankey menyebut perusahaan biasanya memerlukan enam hingga delapan tahun untuk memperoleh hasil dari pembangunan jaringan.

AT&T tetap melihat investasi tersebut sebagai strategi jangka panjang. Serat dapat melayani rumah, perusahaan, pusat data, jaringan seluler, dan layanan digital berkapasitas tinggi.

Satelit dan Serat Memiliki Kegunaan Berbeda

Persaingan SpaceX dan AT&T tidak selalu menghasilkan satu pemenang. Kedua teknologi memiliki keunggulan pada kondisi berbeda.

Serat optik menawarkan kapasitas besar dan latensi rendah. Teknologi itu cocok untuk kota padat, pusat data, perusahaan, dan rumah yang dapat dijangkau kabel.

Sebaliknya, satelit lebih cepat menjangkau wilayah yang sulit dilalui kabel. Daerah pegunungan, pulau, kapal, pesawat, dan lokasi terpencil dapat memperoleh koneksi tanpa menunggu pembangunan jaringan darat.

Jaringan satelit juga bermanfaat ketika bencana merusak menara atau kabel. Terminal Starlink dapat membantu memulihkan komunikasi selama memiliki sumber listrik dan pandangan ke langit.

Karena itu, satelit diperkirakan melengkapi jaringan darat sebelum benar-benar menggantikannya.

Analis Nilai Menara Seluler Belum Akan Hilang

Analis Bernstein Madison Rezaei menilai SpaceX belum dapat dengan cepat mengambil pangsa pasar besar dari operator lama.

Menurutnya, perusahaan masih harus menyelesaikan masalah jangkauan sinyal di dalam bangunan, kapasitas jaringan, pengenalan merek sebagai operator seluler, dan keengganan pelanggan berpindah penyedia layanan.

Sinyal satelit lebih sulit menembus atap, dinding, gedung bertingkat, dan ruang bawah tanah. Karena itu, jaringan darat tetap dibutuhkan untuk memberikan layanan yang stabil di kawasan perkotaan.

Rezaei memperkirakan Starlink Mobile dapat mengisi kesenjangan di daerah terpencil, kawasan perdesaan, laut, dan situasi bencana. Namun, teknologinya masih jauh dari kemampuan menggantikan seluruh jaringan operator darat.

SpaceX Belum Menanggapi Kritik AT&T

Perwakilan SpaceX belum memberikan tanggapan langsung terhadap pernyataan Stankey ketika laporan diterbitkan.

Karena itu, penilaian bahwa strategi tersebut tidak layak merupakan pandangan CEO AT&T, bukan kesimpulan regulator atau hasil pengujian independen.

SpaceX dapat mengembangkan pendekatan teknis baru sebelum layanan diluncurkan secara luas. Perusahaan juga memiliki pengalaman menurunkan biaya peluncuran dan membangun jaringan satelit dalam skala besar.

Sebaliknya, operator lama memiliki keunggulan berupa spektrum, pelanggan, jaringan menara, kabel serat, toko, dan hubungan dengan regulator.

Kombinasi tersebut membuat persaingan tidak hanya ditentukan oleh satelit. Harga layanan, kualitas koneksi, perangkat yang didukung, dan ketersediaan jaringan akan menjadi faktor utama.

Persaingan Telekomunikasi Semakin Memanas

Ambisi SpaceX menunjukkan bahwa batas antara operator satelit dan perusahaan telekomunikasi mulai menghilang. Perusahaan satelit tidak lagi hanya menyediakan internet untuk lokasi terpencil, tetapi juga ingin terhubung langsung dengan ponsel biasa.

Sementara itu, operator tradisional memperluas serat dan membangun kemitraan dengan penyedia satelit. Langkah itu memungkinkan mereka menjaga layanan ketika pelanggan berada di luar jangkauan menara.

Dalam jangka pendek, strategi ponsel satelit SpaceX kemungkinan berfungsi sebagai pelengkap jaringan seluler. Pelanggan dapat memakai koneksi satelit ketika jaringan darat tidak tersedia.

Namun, jika SpaceX mampu menyelesaikan masalah kapasitas dan biaya, perusahaan berpotensi menjadi pesaing yang lebih serius.

AT&T menghadapi tantangan untuk tidak meremehkan inovasi baru. SpaceX juga harus membuktikan bahwa rencananya dapat bekerja dalam skala besar, memenuhi aturan, dan menghasilkan keuntungan.

Persaingan tersebut pada akhirnya dapat memberikan lebih banyak pilihan konektivitas kepada konsumen, terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau layanan berkualitas.