PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Pendanaan OpenAI Bisa Tembus US$30 Miliar, Valuasi Diincar Rp23.500 Triliun

JAKARTA, pandutekno.id – Pendanaan OpenAI kembali menjadi sorotan setelah perusahaan di balik ChatGPT dikabarkan membuka pembicaraan dengan investor untuk menghimpun dana sedikitnya US$30 miliar.

Putaran pendanaan tersebut berpotensi membawa valuasi OpenAI mencapai sekitar US$1,4 triliun, belum termasuk modal baru yang dihimpun. Dengan asumsi kurs sekitar Rp16.800 per dolar AS, valuasi itu setara kurang lebih Rp23.500 triliun.

Namun, angka tersebut belum final. Pembicaraan dengan calon investor masih berada pada tahap awal sehingga nilai pendanaan, valuasi, maupun ketentuan transaksi masih dapat berubah.

Pendanaan OpenAI Jadi Jembatan Sebelum IPO

Rencana pendanaan OpenAI kali ini menarik karena dikabarkan bukan sekadar putaran investasi biasa.

Reuters, mengutip laporan Bloomberg, menyebut pendanaan tersebut dirancang sebagai bridge financing atau pendanaan jembatan untuk menyediakan tambahan modal sebagai pengganti IPO dalam jangka pendek.

Artinya, OpenAI dapat memperoleh tambahan modal besar tanpa harus segera menawarkan sahamnya kepada publik.

Perusahaan sebelumnya sempat diperkirakan menuju pasar saham. Namun, CEO OpenAI Sam Altman mengatakan perusahaan tidak akan melakukan IPO pada 2026, dengan kekhawatiran mengenai keamanan AI menjadi salah satu pertimbangannya.

Karena itu, putaran pendanaan baru dapat memberikan ruang bagi OpenAI untuk terus membiayai ekspansi sambil menunda langkah menuju bursa.

Valuasi OpenAI Diincar US$1,4 Triliun

Hal lain yang mencuri perhatian adalah valuasi yang sedang dibicarakan.

OpenAI dilaporkan mengincar valuasi sekitar US$1,4 triliun sebelum memasukkan dana baru. Angka tersebut menunjukkan lonjakan besar dibandingkan valuasi perusahaan pada putaran pendanaan sebelumnya.

Pada Maret 2026, OpenAI menutup putaran pendanaan dengan US$122 miliar modal yang dikomitmenkan dan valuasi sekitar US$852 miliar.

Apabila valuasi US$1,4 triliun benar-benar tercapai, nilainya akan meningkat sekitar 64 persen dibandingkan valuasi tersebut.

Namun sekali lagi, angka US$1,4 triliun masih merupakan target dalam pembicaraan, bukan valuasi transaksi yang sudah disepakati.

Investor Disebut Dorong Pendanaan OpenAI

Menariknya, minat investor disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pembicaraan pendanaan OpenAI.

Reuters melaporkan bahwa pembicaraan masih berada pada tahap awal dan ketentuannya dapat berubah. Laporan tersebut juga menyebut permintaan terhadap putaran investasi ini dipimpin oleh investor.

OpenAI sendiri belum memberikan tanggapan kepada Reuters mengenai laporan tersebut ketika berita diterbitkan.

Karena itu, nilai US$30 miliar sebaiknya dipahami sebagai target pendanaan yang sedang dibicarakan, bukan dana yang sudah masuk ke perusahaan.

SoftBank Rampungkan Investasi US$30 Miliar

Di tengah pembicaraan mengenai pendanaan baru, OpenAI juga baru saja menerima penyelesaian investasi besar dari SoftBank.

SoftBank Group pada 1 Oktober 2026 mengumumkan telah menyelesaikan tahap akhir investasi senilai US$30 miliar di OpenAI.

Investasi tersebut merupakan bagian dari komitmen SoftBank dalam putaran pendanaan OpenAI sebelumnya.

Ini merupakan transaksi yang berbeda dengan rencana putaran pendanaan sedikitnya US$30 miliar yang kini sedang dibicarakan.

Dengan kata lain, jangan mencampurkan investasi US$30 miliar SoftBank yang telah diselesaikan dengan target putaran pendanaan baru OpenAI.

OpenAI Butuh Modal Besar untuk Perlombaan AI

Besarnya pendanaan OpenAI tidak dapat dilepaskan dari mahalnya pengembangan kecerdasan buatan generatif.

Perusahaan AI membutuhkan infrastruktur komputasi berskala besar, mulai dari chip AI, pusat data, jaringan, energi hingga tenaga ahli.

Pada putaran sebelumnya, OpenAI telah menghimpun pendanaan dalam skala sangat besar untuk memperkuat posisinya dalam persaingan teknologi AI.

Kompetisi tersebut semakin ketat seiring perusahaan teknologi berlomba mengembangkan model AI yang lebih kuat sekaligus memperluas penggunaan AI untuk konsumen dan perusahaan.

Kebutuhan modal besar itulah yang membuat kemampuan memperoleh pendanaan menjadi faktor penting dalam persaingan industri AI.

Pendapatan OpenAI Dilaporkan Melonjak

Rencana pendanaan jumbo muncul ketika bisnis OpenAI dilaporkan terus berkembang.

Menurut Reuters, annualized revenue run rate OpenAI mendekati US$70 miliar. Angka tersebut dilaporkan meningkat lebih dari 70 persen sejak awal kuartal ketiga 2026.

Revenue run rate bukan berarti perusahaan telah membukukan pendapatan US$70 miliar selama satu tahun penuh. Angka tersebut menggambarkan tingkat pendapatan saat ini apabila lajunya diekstrapolasi selama setahun.

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator besarnya skala komersialisasi produk OpenAI.

Meski demikian, pendapatan tinggi tidak otomatis menunjukkan laba karena pengembangan dan pengoperasian AI membutuhkan biaya komputasi serta infrastruktur yang sangat besar.

IPO OpenAI Belum Punya Jadwal Pasti

Laporan mengenai pendanaan OpenAI juga kembali memunculkan pertanyaan mengenai kapan perusahaan akan melantai di bursa.

Saat ini, IPO belum dapat dianggap sebagai agenda dengan tanggal yang sudah pasti.

Sam Altman sebelumnya menegaskan OpenAI tidak akan melakukan penawaran saham perdana pada 2026. Sumber lain melaporkan pendanaan baru dapat berfungsi sebagai jembatan menuju IPO yang diperkirakan berlangsung setelah tahun ini.

Dengan demikian, penyebutan “pra-IPO” harus dipahami sebagai pendanaan menjelang kemungkinan pencatatan saham di masa depan, bukan berarti OpenAI sudah menetapkan tanggal IPO.

Pendanaan OpenAI Masih dalam Tahap Pembicaraan

Rencana menghimpun sedikitnya US$30 miliar menunjukkan betapa besarnya kebutuhan modal dalam perlombaan AI global.

Jika target valuasi sekitar US$1,4 triliun terealisasi, OpenAI akan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan teknologi swasta dengan valuasi terbesar di dunia.

Namun, status rencana tersebut tetap penting diperhatikan.

Pendanaan OpenAI belum diumumkan sebagai transaksi final. Pembicaraan masih berada pada tahap awal dan ketentuan kesepakatan dapat berubah. OpenAI juga belum memberikan konfirmasi mengenai laporan tersebut ketika Reuters meminta komentar.

Karena itu, perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil negosiasi perusahaan dengan calon investor dan keputusan OpenAI mengenai kebutuhan modal serta rencana menuju pasar saham.