
SEOUL, pandutekno.id – Kerja sama AMD Samsung berpotensi memasuki babak baru. CEO AMD Lisa Su mengonfirmasi perusahaan terus mengeksplorasi peluang kerja sama dengan Samsung Electronics, bukan hanya dalam pasokan memori tetapi juga bisnis foundry atau manufaktur chip berdasarkan kontrak.
Pernyataan tersebut disampaikan Su saat berkunjung ke Seoul, Korea Selatan, pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Jika pembicaraan berlanjut menjadi kontrak manufaktur, Samsung berpeluang memproduksi chip generasi mendatang milik AMD. Namun sampai saat ini kedua perusahaan masih berada dalam tahap pembahasan sehingga belum ada kepastian produk AMD tertentu akan diproduksi Samsung.
Kerja Sama AMD Samsung Terus Dijajaki
Lisa Su mengatakan AMD masih melihat berbagai peluang untuk memperluas hubungan dengan Samsung.
“We continue to explore partnership opportunities with Samsung.”
Menurut Reuters, pembicaraan mencakup bisnis memori dan foundry.
Foundry merupakan bisnis manufaktur semikonduktor berdasarkan kontrak. Dalam skenario tersebut, perusahaan seperti AMD merancang prosesor, sementara perusahaan manufaktur seperti Samsung memproduksi chip berdasarkan desain tersebut.
Namun pernyataan Su tidak berarti AMD sudah menandatangani kontrak produksi baru dengan Samsung.
Lisa Su Temui Raksasa Chip Korea Selatan
Kunjungan Su ke Korea Selatan dilakukan setelah perjalanan ke Taiwan untuk bertemu sejumlah mitra rantai pasok AMD.
Di Seoul, Su mengatakan telah bertemu jajaran eksekutif SK Hynix dan dijadwalkan bertemu eksekutif Samsung Electronics.
Korea Selatan mempunyai posisi strategis karena menjadi rumah bagi dua produsen memori terbesar dunia.
Su mengatakan:
“I think we very much rely on the Korean supply chain.”
Ia menambahkan Samsung dan SK Hynix merupakan mitra penting untuk membantu AMD mencapai ambisinya di pasar pusat data.
Pasokan Memori Jadi Perhatian AMD
Selain kapasitas manufaktur prosesor, AMD membutuhkan pasokan memori dalam jumlah besar.
Su mengatakan perusahaan sedang bekerja dengan pelanggan untuk mengoptimalkan penggunaan memori di tengah kondisi pasokan yang ketat.
“We are working with our customers to optimise their memory footprint.”
AMD juga mendorong pemasok memori meningkatkan produksi secepat mungkin untuk memenuhi permintaan komputasi yang terus meningkat.
Situasi tersebut membuat hubungan dengan Samsung dan SK Hynix semakin strategis bagi AMD.
AMD dan Samsung Sudah Punya Kesepakatan
Pembicaraan foundry sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru.
Pada 18 Maret 2026, AMD dan Samsung menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk memperluas kolaborasi teknologi memori dan komputasi generasi berikutnya.
Salah satu bagian utama kesepakatan tersebut adalah pasokan HBM4 Samsung untuk AMD Instinct MI455X.
Kedua perusahaan juga bekerja sama mengembangkan solusi DDR5 yang dioptimalkan untuk prosesor AMD EPYC generasi keenam dan platform AMD Helios.
Samsung Bisa Produksi Chip AMD
Bagian paling menarik dari MoU tersebut justru berada pada sektor manufaktur.
AMD dan Samsung secara resmi menyatakan akan membahas peluang kerja sama foundry.
Dalam skenario tersebut, Samsung dapat menyediakan layanan manufaktur chip untuk produk AMD generasi berikutnya.
Belum diumumkan produk mana yang akan diproduksi, proses fabrikasi apa yang digunakan, berapa kapasitas yang dipesan, ataupun kapan produksi dapat dimulai.
Karena itu, belum tepat menyatakan Samsung sudah mendapatkan pesanan produksi chip AMD.
Hubungan AMD-Samsung Sudah Berjalan Hampir Dua Dekade
Kerja sama AMD Samsung juga bukan hubungan bisnis yang baru dibangun tahun ini.
Kedua perusahaan telah berkolaborasi selama hampir dua dekade dalam teknologi grafis, perangkat mobile, memori dan komputasi.
Samsung sebelumnya menjadi mitra utama HBM3E untuk AMD.
Memori tersebut digunakan pada akselerator AMD Instinct MI350X dan MI355X.
Kerja sama kemudian diperluas ke HBM4 untuk MI455X.
Artinya, hubungan kedua perusahaan telah berkembang dari komponen memori menuju kemungkinan kolaborasi manufaktur yang lebih luas.
Samsung Jadi Pemasok Utama HBM4 AMD
Dalam MoU Maret, Samsung diposisikan sebagai salah satu pemasok penting HBM4 untuk AMD Instinct MI455X.
HBM atau High Bandwidth Memory merupakan memori berkecepatan tinggi yang dirancang untuk menangani transfer data dalam jumlah sangat besar.
Permintaan terhadap HBM meningkat tajam seiring bertambahnya kebutuhan komputasi pusat data.
AMD juga membutuhkan pasokan memori yang semakin besar seiring ekspansi bisnis akselerator dan server.
AMD Ingin Tingkatkan Pasokan Chip pada 2027
Pembicaraan dengan Samsung berlangsung ketika AMD bersiap meningkatkan kapasitas.
Lisa Su mengatakan AMD berencana meningkatkan pasokan secara substansial pada 2027 untuk memenuhi permintaan yang kuat.
AMD tidak hanya berbicara dengan perusahaan Korea Selatan.
Dalam perjalanan sebelumnya ke Taiwan, Su bertemu sejumlah mitra rantai pasok termasuk Foxconn dan berencana berbicara dengan TSMC mengenai kebutuhan kapasitas produksi CPU dan GPU.
Su mengatakan AMD merencanakan kebutuhan kapasitas dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun.
Langkah tersebut menunjukkan perusahaan sedang berusaha mengamankan rantai pasok jauh sebelum produk memasuki pasar.
Apakah AMD Akan Tinggalkan TSMC?
Belum ada bukti AMD akan meninggalkan TSMC.
Pembicaraan dengan Samsung lebih tepat dilihat sebagai kemungkinan penambahan atau diversifikasi sumber manufaktur, bukan bukti bahwa seluruh produksi AMD akan dialihkan.
TSMC tetap merupakan mitra manufaktur penting AMD dan Lisa Su juga membahas peningkatan kapasitas dengan perusahaan Taiwan tersebut.
Jika Samsung akhirnya memperoleh sebagian pesanan, AMD dapat memiliki pilihan manufaktur yang lebih luas.
Namun pembagian produksi sebenarnya akan bergantung pada teknologi, biaya, kapasitas, kualitas produksi dan kebutuhan masing-masing produk.
Peluang Besar bagi Samsung Foundry
Bagi Samsung, potensi kontrak AMD dapat menjadi peluang strategis.
Samsung merupakan salah satu dari sedikit perusahaan dunia yang mampu mengoperasikan teknologi manufaktur semikonduktor mutakhir dalam skala besar.
Perusahaan Korea Selatan itu juga sedang berusaha memperluas basis pelanggan foundry-nya.
Jika AMD akhirnya memberikan pesanan produksi chip generasi berikutnya, Samsung berpotensi memperoleh pelanggan bernilai tinggi sekaligus memperkuat persaingannya di industri manufaktur semikonduktor.
Namun sekali lagi, kontrak tersebut belum diumumkan.
AMD dan Samsung Perkuat Rantai Pasok
Potensi kerja sama AMD Samsung juga menunjukkan bagaimana perusahaan chip kini semakin memperhatikan ketahanan rantai pasok.
AMD membutuhkan berbagai komponen untuk menghasilkan CPU, GPU dan akselerator pusat data.
Perusahaan tidak hanya membutuhkan wafer semikonduktor, tetapi juga HBM, DRAM, teknologi pengemasan dan kapasitas produksi dalam jumlah besar.
Korea Selatan memainkan peran penting karena Samsung dan SK Hynix merupakan pemasok memori utama dunia.
AMD mengatakan permintaan pusat data secara keseluruhan tetap sangat kuat dan perusahaan melihat sinyal permintaan yang kuat di seluruh portofolio produknya.
Persaingan Chip Dunia Bisa Berubah
Jika pembicaraan foundry berkembang menjadi kontrak nyata, dampaknya dapat melampaui hubungan AMD dan Samsung.
Samsung akan mendapatkan peluang memperbesar bisnis manufaktur kontraknya, sedangkan AMD memperoleh opsi tambahan untuk memperkuat kapasitas produksi.
Namun perkembangan tersebut belum berarti peta industri langsung berubah.
TSMC tetap menjadi mitra manufaktur penting AMD, dan keputusan produksi semikonduktor generasi baru biasanya membutuhkan persiapan teknis serta investasi yang panjang.
Karena itu, perkembangan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah apakah pembicaraan AMD-Samsung menghasilkan kontrak foundry konkret, teknologi produksi yang digunakan, serta produk AMD yang akan dibuat Samsung.
Kerja Sama AMD Samsung Masuki Tahap Penting
Kerja sama AMD Samsung kini bergerak melampaui hubungan tradisional sebagai pembeli dan pemasok memori.
Samsung sudah terlibat dalam pasokan HBM3E dan HBM4 serta pengembangan DDR5 untuk platform AMD. Kedua perusahaan kini terus mengeksplorasi peluang kerja sama foundry untuk produk generasi berikutnya.
Bagi AMD, kerja sama tersebut dapat membantu memperkuat rantai pasok dan menambah pilihan manufaktur.
Bagi Samsung, mendapatkan pesanan produksi AMD dapat menjadi kemenangan penting dalam bisnis foundry.
Namun untuk saat ini, statusnya tetap jelas: AMD dan Samsung sedang menjajaki peluang tersebut, belum mengumumkan kontrak manufaktur final.











































































































































































































































































































































































