PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Micron Cetak Rekor Laba, Demam Chip Memori Angkat Bursa Teknologi Asia

BOISE – Laba Micron melonjak tajam pada kuartal fiskal keempat 2026 seiring tingginya permintaan cip memori untuk pusat data dan komputasi kecerdasan buatan. Kinerja tersebut ikut mengangkat saham teknologi di sejumlah pasar utama Asia.

Micron Technology membukukan laba bersih berdasarkan standar akuntansi GAAP sebesar US$37,70 miliar. Angka tersebut meningkat dari US$3,20 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perusahaan juga melonjak menjadi US$54,23 miliar. Pada kuartal yang sama tahun lalu, pendapatan Micron hanya mencapai US$11,32 miliar.

Perusahaan menyebut permintaan produk memori dan penyimpanan untuk infrastruktur AI menjadi pendorong utama pertumbuhan.

Laba Micron Melonjak Lebih dari Sepuluh Kali Lipat

Laporan resmi perusahaan menunjukkan laba Micron per saham mencapai US$32,87 pada kuartal fiskal keempat. Sementara itu, laba bersih non-GAAP tercatat US$38,40 miliar atau US$33,42 per saham.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih Micron berada di kisaran US$3,20 miliar. Dengan demikian, laba perusahaan meningkat lebih dari sepuluh kali lipat secara tahunan.

Arus kas dari kegiatan operasi juga mencapai US$43,97 miliar. Jumlah tersebut naik dari US$25,39 miliar pada kuartal sebelumnya dan US$5,73 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan arus kas memberikan ruang bagi perusahaan untuk memperluas kapasitas produksi. Namun, pembangunan fasilitas semikonduktor membutuhkan waktu dan biaya besar.

Micron harus membangun ruang produksi bersih, memasang mesin, melakukan pengujian, dan memperoleh kualifikasi dari pelanggan sebelum fasilitas baru dapat menghasilkan cip secara massal.

Pendapatan Micron Tembus US$54,23 Miliar

Pendapatan Micron pada kuartal fiskal keempat meningkat menjadi US$54,23 miliar. Nilai tersebut lebih tinggi daripada pendapatan kuartal sebelumnya yang mencapai US$41,46 miliar.

Secara tahunan, pertumbuhannya bahkan lebih tajam. Pendapatan kuartal yang sama pada 2025 hanya sebesar US$11,32 miliar.

Untuk keseluruhan tahun fiskal 2026, Micron mencatat pendapatan sebesar US$133,19 miliar. Angka tersebut meningkat dari US$37,38 miliar pada tahun fiskal sebelumnya.

Laba bersih GAAP setahun penuh mencapai US$84,97 miliar. Sementara itu, laba bersih non-GAAP tercatat sebesar US$86,76 miliar.

Ketua dan CEO Micron, Sanjay Mehrotra, menyebut perusahaan mencatat hasil terbaik sepanjang tahun fiskal 2026.

“Micron membukukan hasil rekor pada tahun fiskal 2026,” kata Sanjay Mehrotra.

Ia juga memperkirakan kinerja perusahaan dapat menjadi lebih kuat pada tahun fiskal 2027. Namun, pencapaian tersebut tetap bergantung pada permintaan, harga memori, kapasitas produksi, dan kondisi ekonomi global.

Komitmen Pasokan Naik Menjadi US$32 Miliar

Kinerja laba Micron didukung oleh meningkatnya permintaan pelanggan. Komitmen finansial dalam perjanjian pasokan jangka panjang mencapai US$32 miliar.

Nilai tersebut naik dari US$22 miliar yang dilaporkan pada Juni 2026. Sebagian besar komitmen pelanggan diberikan dalam bentuk deposito tunai.

Sementara itu, kewajiban pelaksanaan tersisa atau remaining performance obligations meningkat menjadi sekitar US$150 miliar. Pada kuartal sebelumnya, nilainya berada di kisaran US$100 miliar.

Peningkatan tersebut memberi gambaran mengenai kuatnya permintaan memori dalam jangka menengah. Perusahaan teknologi ingin memastikan ketersediaan cip ketika kapasitas produksi masih terbatas.

Namun, komitmen pasokan bukan pendapatan yang langsung diterima seluruhnya. Pendapatan baru dicatat secara bertahap ketika produk dikirim dan kewajiban perusahaan kepada pelanggan telah dipenuhi.

Cip HBM Menjadi Komponen Penting AI

Micron merupakan salah satu produsen high-bandwidth memory atau HBM. Jenis memori tersebut digunakan bersama prosesor akselerator untuk menjalankan beban kerja AI.

HBM memiliki jalur transfer data yang sangat lebar. Teknologi itu memungkinkan prosesor memperoleh data dengan lebih cepat dibandingkan memori konvensional.

Kebutuhan tersebut meningkat karena pelatihan dan pengoperasian model AI menggunakan data dalam jumlah besar. Prosesor yang cepat tidak akan bekerja maksimal apabila pasokan data dari memori terlalu lambat.

Karena itu, HBM menjadi bagian penting dalam server AI. Micron memasok produk memori kepada sejumlah perusahaan teknologi, termasuk untuk platform yang menggunakan prosesor Nvidia.

Permintaan HBM juga memengaruhi pasar DRAM secara keseluruhan. Produsen harus mengalokasikan kapasitas wafer dan fasilitas pengemasan canggih untuk membuat produk tersebut.

Ramalan Pendapatan Lampaui Perkiraan Pasar

Micron memperkirakan pendapatan kuartal pertama tahun fiskal berikutnya mencapai sekitar US$61,5 miliar. Proyeksi tersebut berada di atas perkiraan analis sekitar US$57,02 miliar.

Perusahaan juga memperkirakan laba yang disesuaikan mencapai sekitar US$38,15 per saham.

Proyeksi tersebut memperkuat keyakinan bahwa permintaan cip memori untuk AI masih tinggi. Meskipun demikian, pasar mulai mempertanyakan berapa lama kelangkaan pasokan akan berlangsung.

Keseimbangan pasokan dan permintaan dapat berubah ketika pabrik baru mulai berproduksi. Apabila tambahan kapasitas datang lebih cepat daripada pertumbuhan permintaan, harga cip memori dapat tertekan.

Sebaliknya, keterlambatan pembangunan pabrik dapat mempertahankan harga tinggi. Kondisi itu menguntungkan produsen, tetapi meningkatkan biaya bagi perusahaan pusat data dan produsen perangkat elektronik.

Saham Teknologi Asia Ikut Menguat

Laporan keuangan Micron memberikan sentimen positif bagi saham teknologi Asia pada perdagangan 1 Oktober 2026.

Indeks Nikkei Jepang melonjak lebih dari 3 persen. Sementara itu, indeks KOSPI Korea Selatan berbalik dari pelemahan dan naik sekitar 1,7 persen.

Indeks saham Taiwan juga menguat sekitar 0,8 persen. Pasar tersebut mempunyai konsentrasi tinggi pada perusahaan semikonduktor dan pemasok komponen teknologi.

Kontrak berjangka Nasdaq Amerika Serikat naik sekitar 0,7 persen. Kontrak berjangka S&P 500 juga menguat sekitar 0,4 persen.

Namun, kenaikan tidak terjadi secara merata. Pasar Asia yang tidak memiliki konsentrasi besar pada saham AI menunjukkan pergerakan lebih lemah. Kontrak berjangka saham Eropa bahkan turun sekitar 0,75 persen.

Harga Obligasi Masih Membayangi Pasar

Kenaikan saham teknologi berlangsung ketika pasar obligasi global menghadapi tekanan. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat berada pada level tinggi setelah aksi jual tajam.

Harga energi yang masih mahal menimbulkan kekhawatiran mengenai inflasi. Kondisi tersebut dapat membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama.

Suku bunga dan imbal hasil obligasi yang tinggi biasanya menjadi tekanan bagi saham teknologi. Investor menggunakan tingkat bunga yang lebih tinggi untuk menghitung nilai keuntungan perusahaan pada masa depan.

Karena itu, kinerja Micron membantu memperbaiki sentimen, tetapi belum menghapus seluruh risiko pasar.

Investor tetap memantau inflasi, kebijakan bank sentral, harga energi, serta kemampuan perusahaan teknologi mengubah investasi AI menjadi pendapatan.

Saham Micron Tidak Melonjak Tajam

Meskipun laba Micron melampaui ekspektasi, saham perusahaan hanya bergerak kurang dari 1 persen dalam perdagangan setelah jam bursa.

Pergerakan terbatas tersebut dapat terjadi karena harga saham telah naik tajam sebelum laporan keuangan. Saham Micron tercatat telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sepanjang 2026.

Kenaikan sebelumnya menunjukkan investor telah memasukkan ekspektasi pertumbuhan ke dalam valuasi perusahaan. Akibatnya, laporan yang sangat kuat belum tentu memicu lonjakan harga lanjutan.

Investor juga mulai menilai risiko bahwa siklus kelangkaan memori mendekati puncak. Apabila pasokan kembali seimbang, harga memori dan margin produsen dapat menurun.

Dengan demikian, reaksi positif pada saham teknologi Asia lebih mencerminkan penguatan keyakinan terhadap permintaan AI secara luas daripada pergerakan saham Micron saja.

Micron Perlu Memperluas Kapasitas Produksi

Micron sedang memperluas produksi di Amerika Serikat, Jepang, Taiwan, dan Singapura. Langkah tersebut bertujuan memenuhi permintaan memori yang terus meningkat.

Fasilitas di Idaho ditargetkan mulai menghasilkan wafer pada pertengahan 2027. Sementara itu, pengembangan fasilitas lain akan berlangsung secara bertahap hingga beberapa tahun mendatang.

Ekspansi membutuhkan belanja modal besar. Namun, perusahaan harus berhati-hati agar penambahan kapasitas tidak menciptakan kelebihan pasokan.

Industri cip memori memiliki sejarah siklus naik dan turun. Ketika pasokan terlalu besar, harga dapat jatuh dan keuntungan produsen menyusut cepat.

Oleh sebab itu, Micron berusaha menyeimbangkan pertumbuhan kapasitas dengan kontrak jangka panjang dari pelanggan.

Prospek Micron Tetap Kuat tetapi Berisiko

Lonjakan laba Micron memperlihatkan besarnya permintaan memori untuk pusat data dan komputasi AI. Pendapatan, arus kas, serta komitmen pelanggan mencapai tingkat yang sangat tinggi.

Kinerja tersebut turut mengangkat saham teknologi Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Produsen cip serta perusahaan pemasok komponen memperoleh sentimen positif dari prospek permintaan.

Namun, investor tetap harus memperhatikan risiko. Harga saham yang telah naik tajam, biaya ekspansi, perubahan harga memori, dan tingginya imbal hasil obligasi dapat memengaruhi valuasi.

Selain itu, kontrak pasokan jangka panjang belum sepenuhnya menghapus risiko siklus industri semikonduktor.

Dalam jangka pendek, Micron berada pada posisi kuat. Akan tetapi, keberlanjutan pertumbuhan akan bergantung pada kemampuan perusahaan meningkatkan produksi tanpa menciptakan kelebihan pasokan.c