PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Kacamata Pintar Meta Laris Manis, Regulator Dunia Soroti Ancaman Rekaman Diam-Diam

PANDUTEKNO.ID – Jakarta. Kacamata pintar Meta semakin populer di pasar teknologi global. Namun, pertumbuhan perangkat yang dilengkapi kamera, mikrofon, dan kecerdasan buatan (AI) tersebut mulai menghadapi pengawasan ketat dari regulator karena risiko pelanggaran privasi.

Mengutip Reuters pada Selasa (20/10/2026), keberhasilan kacamata pintar Ray-Ban Meta menjadi perhatian menjelang laporan kinerja kuartal III EssilorLuxottica, perusahaan pembuat kacamata yang bekerja sama dengan Meta.

Produk tersebut memungkinkan pengguna mengambil foto, merekam video, mendengarkan audio, dan mengakses asisten AI tanpa harus selalu memegang smartphone.

Namun, desainnya yang menyerupai kacamata biasa menimbulkan kekhawatiran. Orang di sekitar pengguna mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang direkam.

Kacamata Pintar Meta Kuasai Pasar Global

Kacamata pintar Meta menjadi salah satu produk utama dalam pertumbuhan pasar perangkat wearable berbasis AI.

Menurut data perusahaan riset Omdia yang dikutip Reuters, pengiriman kacamata dengan kemampuan AI secara global mencapai sekitar 8,4 juta unit pada 2025.

Angka tersebut meningkat tajam dari sekitar 2,1 juta unit pada 2024.

Dengan demikian, pengiriman perangkat dalam kategori ini meningkat sekitar empat kali lipat dalam satu tahun.

Ray-Ban Meta juga menjadi salah satu merek yang mendominasi pasar tersebut.

Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa konsumen mulai tertarik menggunakan teknologi AI melalui perangkat yang lebih praktis dan mudah dikenakan.

Mengapa Kacamata Pintar Semakin Populer?

Kacamata pintar menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan smartphone.

Pengguna dapat mengambil gambar atau merekam video dari sudut pandang mata tanpa harus memegang kamera.

Perangkat ini juga dapat digunakan untuk mendengarkan musik, menerima panggilan, dan mengakses asisten digital.

Pada model tertentu, AI membantu pengguna memperoleh informasi tentang objek yang dilihat melalui kamera.

Kemampuan tersebut membuat kacamata pintar menarik bagi pengguna yang membutuhkan perangkat praktis untuk aktivitas sehari-hari.

Namun, semakin banyak fitur yang terhubung dengan kamera dan mikrofon, semakin besar pula kebutuhan terhadap perlindungan privasi.

Regulator Eropa Soroti Risiko Rekaman Diam-Diam

Pertumbuhan kacamata pintar Meta mendapat perhatian dari otoritas perlindungan data Eropa.

Pada 13 Oktober 2026, European Data Protection Board (EDPB) menerbitkan pernyataan mengenai tantangan perlindungan data yang ditimbulkan oleh kacamata pintar.

EDPB menyoroti bahwa perangkat tersebut dapat terlihat seperti kacamata biasa, padahal dilengkapi kamera, mikrofon, dan koneksi internet.

Kondisi ini berpotensi membuat seseorang terekam tanpa mengetahui atau menyetujui proses pengambilan gambar maupun suara.

Risikonya semakin besar ketika perangkat digunakan di lingkungan sensitif.

Contohnya adalah rumah sakit, sekolah, tempat kerja, dan lokasi yang menangani informasi pribadi.

EDPB menilai pengembangan teknologi perlu disertai perlindungan yang memadai terhadap hak dan kebebasan individu.

Privasi Pengguna dan Orang Sekitar Jadi Perhatian

Masalah privasi kacamata pintar tidak hanya berkaitan dengan pemilik perangkat.

Orang yang berada di sekitar pengguna juga dapat masuk ke dalam rekaman kamera atau mikrofon.

Sebagai contoh, percakapan pribadi berpotensi terekam ketika seseorang menggunakan kacamata pintar di ruang publik.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan tentang pemberitahuan perekaman, persetujuan, penyimpanan data, dan penggunaan rekaman.

Risiko dapat meningkat apabila foto atau video kemudian dibagikan ke media sosial.

Karena itu, regulator menilai perlindungan privasi perlu mempertimbangkan hak orang yang tidak menggunakan perangkat tersebut.

Sejumlah Negara Pertimbangkan Pembatasan

Pengawasan terhadap kacamata pintar mulai berkembang di berbagai negara.

Reuters melaporkan bahwa pemerintah, pengadilan, dan sejumlah organisasi sedang mempertimbangkan pembatasan penggunaan perangkat berkamera di lokasi tertentu.

Di Inggris, penggunaan kacamata pintar Meta dilarang di pengadilan Inggris dan Wales karena aturan yang membatasi pengambilan foto serta video.

Sementara itu, pemerintah Australia telah mempertimbangkan pembatasan kacamata pintar berkamera di lingkungan kerja pemerintahan.

Sejumlah otoritas Eropa juga memeriksa apakah penggunaan perangkat tersebut sesuai dengan aturan perlindungan data.

Namun, perkembangan ini tidak berarti seluruh negara telah memberlakukan larangan umum terhadap kacamata pintar.

Sebagian kebijakan masih berupa kajian, penyelidikan, atau pembatasan di lokasi tertentu.

Regulator Australia Mulai Lakukan Pemeriksaan

Australia menjadi salah satu negara yang meningkatkan pengawasan terhadap perangkat wearable berkamera.

Office of the Australian Information Commissioner (OAIC) menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah penyedia perangkat keras dan perangkat lunak kacamata pintar.

Langkah tersebut bertujuan memahami bagaimana data pribadi dikumpulkan, digunakan, dan dilindungi.

OAIC juga menyoroti meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kemungkinan pengawasan tersembunyi melalui perangkat yang dikenakan sehari-hari.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa isu privasi kacamata pintar tidak hanya menjadi perhatian di Eropa.

Meta Klaim Sudah Menyediakan Indikator Perekaman

Meta menyatakan bahwa kacamata pintarnya memiliki fitur untuk membantu orang lain mengetahui ketika kamera sedang digunakan.

Salah satu fitur tersebut adalah lampu indikator atau capture LED.

Lampu putih pada bagian depan perangkat akan menyala atau berkedip ketika pengguna mengambil foto atau merekam video.

Meta juga menjelaskan bahwa kamera pada model tertentu dapat dinonaktifkan secara otomatis jika sistem mendeteksi indikator perekaman ditutup atau dirusak.

Perusahaan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari pendekatan perlindungan privasi sejak tahap perancangan produk.

Namun, keberadaan indikator belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran regulator.

Masih terdapat pertanyaan mengenai seberapa mudah orang lain melihat indikator tersebut dan memahami bahwa perekaman sedang berlangsung.

Insiden Perekaman Audio Tambah Kekhawatiran

Perhatian terhadap keamanan kacamata pintar juga meningkat setelah muncul laporan mengenai masalah perekaman audio pada perangkat Ray-Ban Meta.

Menurut laporan Ars Technica pada Oktober 2026, sejumlah pengguna mengeluhkan rekaman percakapan yang tersimpan tanpa mereka sengaja mengaktifkan asisten AI.

Meta menyatakan bahwa masalah tersebut telah diperbaiki.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa pengguna dapat mengelola, meninjau, dan menghapus catatan interaksi suara melalui pengaturan.

Namun, belum ada informasi publik yang memastikan berapa banyak perangkat terdampak.

Insiden tersebut menunjukkan bahwa perlindungan privasi juga bergantung pada keandalan perangkat lunak, bukan hanya perilaku pengguna.

Industri Kacamata Pintar Menghadapi Tantangan Baru

Keberhasilan Ray-Ban Meta mendorong semakin banyak perusahaan teknologi mengembangkan perangkat serupa.

Kacamata pintar dinilai berpotensi menjadi salah satu cara baru untuk mengakses layanan digital.

Namun, perkembangan pasar dapat menghadapi hambatan apabila konsumen merasa tidak nyaman dengan keberadaan kamera yang sulit dikenali.

Produsen juga perlu mempertimbangkan aturan yang berbeda di setiap negara.

Selain kualitas kamera, daya tahan baterai, dan kemampuan AI, keamanan data dapat menjadi faktor penting dalam persaingan produk.

Perusahaan yang mampu menghadirkan teknologi praktis sekaligus perlindungan privasi berpotensi memperoleh kepercayaan lebih besar dari konsumen.

Cara Menggunakan Kacamata Pintar dengan Aman

Pengguna kacamata pintar perlu memahami fitur perekaman sebelum menggunakan perangkat di ruang publik.

Hindari merekam orang lain tanpa izin, terutama dalam situasi yang menyangkut informasi pribadi.

Pengguna juga perlu memperhatikan aturan di rumah sakit, sekolah, kantor, pengadilan, dan tempat lain yang membatasi penggunaan kamera.

Periksa pengaturan penyimpanan foto, video, dan rekaman suara secara berkala.

Selain itu, pastikan perangkat menggunakan pembaruan perangkat lunak terbaru.

Langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko keamanan dan melindungi privasi pengguna maupun orang di sekitarnya.

Kesimpulan

Kacamata pintar Meta semakin populer seiring pertumbuhan pasar perangkat wearable berbasis AI.

Namun, keberhasilan tersebut diikuti meningkatnya perhatian regulator terhadap risiko perekaman tanpa izin dan perlindungan data pribadi.

EDPB telah menerbitkan pernyataan mengenai tantangan privasi kacamata pintar, sementara sejumlah negara mulai meninjau pembatasan penggunaannya.

Meta menyatakan telah menyediakan indikator perekaman dan perlindungan tambahan pada perangkatnya.

Ke depan, pertumbuhan industri kacamata pintar akan bergantung bukan hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kemampuan produsen menjaga keamanan serta kepercayaan masyarakat.