PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

RISC-V Melesat di China, MIPS Perkuat Kolaborasi di Tengah Rivalitas Teknologi AS-China

SHANGHAI, pandutekno.id – RISC-V di China semakin mendapat tempat di tengah persaingan teknologi antara Beijing dan Washington. MIPS, perusahaan penyedia teknologi prosesor asal Amerika Serikat yang kini berada di bawah GlobalFoundries, justru memperdalam kolaborasi dengan industri China untuk mengembangkan dan menstandardisasi arsitektur chip terbuka tersebut.

Perkembangan ini menarik karena terjadi ketika Amerika Serikat dan China masih bersaing ketat dalam teknologi semikonduktor.

Namun di balik pembatasan teknologi dan persaingan chip canggih, ekosistem RISC-V tetap menjadi ruang kolaborasi bagi perusahaan, universitas dan pengembang dari berbagai negara.

Chief Technology Officer MIPS, Yankin Tanurhan, mengatakan perusahaannya bekerja sangat dekat dengan China dalam upaya standardisasi RISC-V.

RISC-V di China Semakin Kuat

RISC-V berbeda dari arsitektur prosesor komersial yang penggunaannya bergantung pada lisensi dari satu perusahaan.

Arsitektur tersebut menggunakan instruction set architecture (ISA) terbuka, sehingga perusahaan dan pengembang dapat membangun prosesor yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Model terbuka inilah yang membuat RISC-V di China semakin menarik.

Di tengah pembatasan teknologi Amerika Serikat terhadap industri semikonduktor China, RISC-V menawarkan jalur alternatif bagi perusahaan lokal untuk mengembangkan prosesor dan ekosistem perangkat lunak dengan ketergantungan berbeda dibanding arsitektur proprietary.

Namun, RISC-V sendiri merupakan standar internasional. Karena itu, pertumbuhannya di China tidak berarti teknologi tersebut merupakan milik China.

MIPS: Kerja Sama dengan China Sangat Dekat

MIPS menjadi salah satu perusahaan Amerika yang aktif dalam ekosistem tersebut.

Dalam pengarahan media di Shanghai pada September, CTO MIPS Yankin Tanurhan mengatakan perusahaan mendorong standardisasi RISC-V:

“very closely with China.”

Kolaborasi itu dilakukan dalam kerangka yang lebih luas melalui RISC-V International, organisasi yang mengembangkan dan menjaga standar RISC-V secara global.

Organisasi tersebut mempertemukan perusahaan dan institusi dari Amerika Serikat, Eropa, China serta kalangan akademik.

MIPS sendiri tercatat sebagai salah satu anggota organisasi RISC-V.

Bukan Hanya untuk Chip Sederhana

Perkembangan RISC-V tidak lagi terbatas pada mikrokontroler sederhana.

Ekosistemnya sekarang bergerak menuju prosesor untuk pusat data, kendaraan, robotika dan berbagai perangkat komputasi berkinerja tinggi.

Tanurhan mengatakan platform MIPS sudah memasuki produksi massal untuk infrastruktur pusat data.

Menurut pernyataannya yang dilaporkan media:

“Of the 15 largest AI infrastructure and data centre chip vendors globally, 13 are MIPS customers.”

Pernyataan tersebut menunjukkan luasnya basis pelanggan MIPS, meskipun tidak berarti seluruh perusahaan itu menggunakan produk yang sama atau seluruhnya beroperasi di China.

China Bangun Ekosistem RISC-V Sendiri

Pertumbuhan RISC-V di China juga didorong oleh proyek domestik.

Salah satu yang paling menonjol adalah XiangShan, proyek prosesor RISC-V berkinerja tinggi dan open-source.

Dokumentasi resmi XiangShan menyebut proyek tersebut dimulai pada 2019 dengan dukungan Chinese Academy of Sciences dan dipimpin Institute of Computing Technology.

Proyek itu telah menghasilkan beberapa generasi mikroarsitektur.

Generasi pertamanya bernama Yanqihu, disusul Nanhu, sedangkan generasi ketiga Kunminghu masih terus dikembangkan.

Pada Maret 2026, Chinese Academy of Sciences juga memperkenalkan pengembangan bersama prosesor open-source XiangShan dan sistem operasi Ruyi OS sebagai bagian dari upaya membangun platform RISC-V yang lebih lengkap.

XiangShan Terus Dikembangkan

Pengembangan XiangShan belum berhenti.

Laporan proyek pada 30 September 2026 menunjukkan tim masih melakukan berbagai perbaikan dan optimalisasi pada bagian frontend, backend, sistem memori, cache, serta infrastruktur pengujian.

Tim XiangShan juga dijadwalkan mempresentasikan perkembangan mikroarsitektur terbaru pada RISC-V Summit China 2026.

Acara tersebut akan berlangsung pada 18–20 Oktober 2026 di Shenzhen Convention & Exhibition Center.

Penyelenggara memperkirakan konferensi itu akan menarik lebih dari 3.600 peserta profesional secara langsung dan lebih dari 450 peserta pameran serta lembaga penelitian.

MIPS Kini Berada di Bawah GlobalFoundries

Posisi MIPS dalam industri chip juga mengalami perubahan besar.

GlobalFoundries menyelesaikan akuisisi bisnis Processor IP Solutions milik Synopsys pada Juni 2026. Transaksi tersebut memasukkan MIPS dan teknologi RISC-V-nya ke dalam portofolio GlobalFoundries.

Dengan dukungan perusahaan manufaktur semikonduktor tersebut, MIPS mempunyai posisi yang lebih luas daripada sekadar pemasok intellectual property prosesor.

Perusahaan kini mengembangkan platform berbasis RISC-V untuk berbagai penggunaan, termasuk otomotif, industri, robotika dan edge computing.

Robot Humanoid Jadi Pasar Baru

China juga menjadi salah satu pusat perkembangan robot humanoid.

Menurut Tanurhan, sejumlah pelanggan MIPS di China sebelumnya mengembangkan chip RISC-V untuk sistem bantuan pengemudi atau ADAS.

Desain tersebut kemudian dapat digunakan kembali untuk robotika.

Tanurhan mengatakan:

“Robotics, especially humanoid robotics, is getting tremendous attention in China.”

Ia menambahkan sektor tersebut berkembang dengan baik di negara itu.

Hal ini memperlihatkan salah satu keunggulan RISC-V: desain prosesor dapat disesuaikan untuk kebutuhan yang sangat berbeda.

Eswin Ikut Dorong Komersialisasi

Perusahaan China juga mulai mendorong RISC-V menuju tahap komersial yang lebih besar.

Beijing Eswin Computing Technology dijadwalkan melakukan pencatatan saham di Bursa Hong Kong pada 9 Oktober 2026.

Menurut laporan yang tersedia, perusahaan itu akan menjadi perusahaan RISC-V murni pertama yang tercatat di bursa tersebut.

Eswin juga membangun ekosistem yang menggabungkan RISC-V dengan berbagai kebutuhan komputasi modern.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa arsitektur terbuka mulai bergerak dari proyek penelitian menuju industri komersial.

Mengapa RISC-V Penting bagi China?

Bagi China, RISC-V mempunyai nilai strategis karena spesifikasinya bersifat terbuka dan dikembangkan melalui komunitas internasional.

Perusahaan dapat mengembangkan desain prosesor sendiri tanpa menggunakan model lisensi ISA yang sama seperti pada arsitektur proprietary.

Namun ada batas yang perlu dipahami.

RISC-V tidak otomatis membuat China bebas dari seluruh teknologi asing.

Produksi chip canggih tetap membutuhkan foundry, perangkat lunak desain elektronik, peralatan litografi, teknologi packaging, memori dan rantai pasok lainnya.

Dengan demikian, RISC-V dapat membantu diversifikasi teknologi prosesor, tetapi tidak sendirian menyelesaikan seluruh persoalan kemandirian semikonduktor.

Rivalitas AS-China Tidak Menghentikan Kolaborasi

Hal paling menarik dari perkembangan terbaru adalah kerja sama masih terjadi meski hubungan teknologi Washington-Beijing penuh persaingan.

DIGITIMES melaporkan kolaborasi di sekitar standar terbuka RISC-V terus berkembang meski kompetisi teknologi AS-China berlangsung intens.

SCMP juga melaporkan MIPS bekerja dengan perusahaan China pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut seorang eksekutif senior perusahaan.

RISC-V International menjadi salah satu ruang yang memungkinkan kolaborasi lintas negara tersebut tetap berlangsung.

Standardisasi bersama dibutuhkan agar prosesor, perangkat lunak dan berbagai komponen dari perusahaan berbeda dapat bekerja dalam ekosistem yang sama.

RISC-V di China Siap Masuk Babak Baru

Pertumbuhan RISC-V di China menunjukkan bahwa persaingan semikonduktor global tidak hanya terjadi pada teknologi fabrikasi chip.

Arsitektur prosesor kini ikut menjadi arena strategis.

China mengembangkan proyek domestik seperti XiangShan dan memperluas ekosistem komersialnya. Pada saat bersamaan, MIPS dari Amerika Serikat tetap memperdalam kerja sama dengan industri China dalam standardisasi RISC-V.

Perkembangan itu menunjukkan paradoks industri teknologi saat ini: Amerika Serikat dan China dapat bersaing ketat dalam teknologi chip, tetapi perusahaan dan pengembang kedua negara masih membutuhkan kolaborasi dalam standar terbuka.

RISC-V Summit China di Shenzhen pada 18–20 Oktober akan menjadi salah satu panggung berikutnya untuk melihat seberapa cepat ekosistem tersebut berkembang.