
PANDUTEKNO.ID – WASHINGTON. Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat atau Federal Communications Commission (FCC) menyiapkan langkah baru untuk memperluas layanan HP terhubung langsung ke satelit tanpa harus mengandalkan menara seluler konvensional.
FCC berencana menggelar pemungutan suara pada 29 Oktober 2026 untuk membahas usulan lelang frekuensi baru yang mendukung teknologi komunikasi direct-to-device (D2D).
Teknologi tersebut memungkinkan smartphone berkomunikasi langsung dengan satelit di orbit Bumi menggunakan spektrum radio yang sesuai.
Langkah ini diharapkan membuka peluang perluasan jaringan komunikasi, terutama di wilayah terpencil yang belum terjangkau infrastruktur operator seluler.
Menurut laporan Reuters pada 7 Oktober 2026, FCC mengusulkan lelang spektrum sebesar 25 megahertz untuk mendukung layanan komunikasi generasi berikutnya.
Selain itu, regulator Amerika Serikat tersebut mempertimbangkan penyediaan tambahan spektrum sebesar 482 megahertz untuk memperluas cakupan komunikasi dari luar angkasa.
FCC Siapkan Lelang Frekuensi Baru untuk Internet Satelit
FCC menjadwalkan pembahasan usulan lelang spektrum dalam rapat terbuka pada 29 Oktober 2026.
Spektrum yang akan dibahas mencakup pita frekuensi 1675–1695 MHz dan 2020–2025 MHz.
Kedua pita tersebut memiliki total lebar 25 megahertz dan berpotensi digunakan untuk berbagai layanan komunikasi.
Penggunaannya dapat mencakup jaringan seluler darat, layanan komunikasi langsung ke satelit, atau kombinasi keduanya.
Melalui pendekatan tersebut, FCC ingin memberikan fleksibilitas kepada perusahaan telekomunikasi untuk mengembangkan layanan baru.
Namun, rapat pada 29 Oktober merupakan tahap pembahasan dan pemungutan suara atas usulan regulasi.
Artinya, lelang frekuensi belum otomatis dilaksanakan pada tanggal tersebut.
Jadwal pelaksanaan lelang masih bergantung pada keputusan regulator dan tahapan lanjutan.
HP Terhubung Langsung ke Satelit Tanpa Menara Seluler
Teknologi direct-to-device menjadi salah satu inovasi penting dalam industri telekomunikasi.
Berbeda dengan jaringan seluler biasa, teknologi ini memungkinkan perangkat tertentu berkomunikasi langsung dengan satelit yang mendukung layanan tersebut.
Sistem ini dapat membantu pengguna tetap memperoleh akses komunikasi ketika berada di luar jangkauan menara seluler.
Sebagai contoh, pengguna yang sedang berada di pegunungan, wilayah pedalaman, atau kawasan terpencil berpotensi tetap dapat mengirimkan pesan melalui jaringan satelit.
Teknologi tersebut juga dapat membantu komunikasi dalam kondisi darurat ketika infrastruktur jaringan darat mengalami gangguan.
Meski demikian, kemampuan layanan bergantung pada perangkat, operator, dukungan satelit, dan ketentuan spektrum yang berlaku.
Tidak semua smartphone otomatis dapat menggunakan koneksi satelit hanya karena regulasi baru disiapkan.
FCC Pertimbangkan Tambahan Spektrum 482 MHz
Selain rencana lelang 25 megahertz, FCC juga mengusulkan pembaruan aturan mengenai Supplemental Coverage from Space atau SCS.
Skema tersebut memungkinkan layanan satelit melengkapi jaringan komunikasi seluler yang telah beroperasi.
FCC mempertimbangkan tambahan spektrum sebesar 482 megahertz untuk mendukung pengembangan layanan ini.
Regulator juga ingin memperbarui ketentuan yang mengatur kerja sama antara perusahaan satelit dan operator seluler.
Tujuannya adalah menciptakan model bisnis yang lebih fleksibel serta memperluas akses komunikasi bagi masyarakat.
Namun, tambahan spektrum tersebut masih berupa usulan yang membutuhkan proses regulasi lebih lanjut.
SpaceX dan Amazon Kembangkan Teknologi Direct-to-Device
Pengembangan teknologi HP terhubung langsung ke satelit menjadi perhatian sejumlah perusahaan teknologi besar.
SpaceX melalui Starlink termasuk perusahaan yang aktif mengembangkan komunikasi satelit untuk perangkat seluler.
Sementara itu, Amazon melalui proyek Amazon Leo juga mengembangkan infrastruktur satelit untuk memperluas konektivitas.
Kedua perusahaan melihat peluang besar dalam penyediaan jaringan komunikasi bagi wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur darat.
Persaingan tersebut berpotensi mempercepat pengembangan layanan komunikasi berbasis satelit.
Namun, implementasi layanan tetap membutuhkan persetujuan regulator, kerja sama operator, serta dukungan perangkat yang sesuai.
SpaceX Perluas Jaringan Starlink hingga 15.000 Satelit
Menurut Reuters, FCC sebelumnya menyetujui permintaan SpaceX untuk mengoperasikan tambahan 7.500 satelit Starlink generasi kedua.
Persetujuan tersebut meningkatkan jumlah satelit yang diizinkan dalam sistem terkait menjadi 15.000 unit.
Pengembangan konstelasi satelit tersebut menjadi bagian dari strategi SpaceX memperluas layanan komunikasi global.
SpaceX juga memperoleh spektrum sebesar 65 megahertz dari EchoStar melalui dua transaksi yang diumumkan pada 2025.
Nilai kesepakatan tersebut mencapai sekitar US$19,6 miliar.
Spektrum itu memberikan peluang bagi SpaceX untuk mengembangkan layanan komunikasi langsung ke perangkat seluler.
FCC juga telah menyetujui rencana SpaceX untuk menggunakan spektrum yang diperolehnya guna memperluas layanan direct-to-device.
Operator Seluler Amerika Serikat Hadapi Persaingan Baru
Perkembangan teknologi satelit langsung ke smartphone dapat mengubah persaingan industri telekomunikasi.
Selama ini, layanan seluler bergantung pada pembangunan menara dan infrastruktur jaringan darat.
Teknologi satelit berpotensi menjadi pelengkap jaringan tersebut, terutama untuk memperluas cakupan wilayah.
Namun, kemajuan layanan satelit juga dapat membuka persaingan baru bagi operator telekomunikasi konvensional.
Reuters melaporkan bahwa AT&T, T-Mobile, dan Verizon telah membentuk usaha patungan untuk memperluas layanan komunikasi seluler berbasis satelit.
Ketiga perusahaan tersebut menunjuk Paul Roth sebagai pemimpin sementara usaha patungan tersebut.
Langkah ini menunjukkan bahwa operator besar mulai menyiapkan strategi menghadapi perubahan industri komunikasi.
Brendan Carr Ingin Hilangkan Wilayah Tanpa Sinyal
Ketua FCC Brendan Carr menilai teknologi komunikasi satelit dapat membantu mengatasi wilayah yang belum memiliki cakupan sinyal seluler.
Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Carr menekankan bahwa pengembangan direct-to-device diarahkan untuk mengakhiri masalah wilayah tanpa sinyal dan menyediakan layanan langsung dari konstelasi satelit generasi baru ke smartphone.
FCC juga berupaya memperluas penggunaan spektrum untuk berbagai teknologi komunikasi.
Selain layanan satelit, regulator tersebut membahas pembaruan aturan penggunaan pita seluler 800 MHz untuk operasi drone.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari agenda pengembangan komunikasi nirkabel Amerika Serikat.
Apa Dampaknya bagi Pengguna Smartphone?
Jika pengembangan direct-to-device berjalan sesuai rencana, pengguna smartphone berpotensi memperoleh akses komunikasi yang lebih luas.
Layanan ini dapat membantu masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, pelancong, pekerja lapangan, dan petugas darurat.
Konektivitas satelit juga berpotensi menjadi jaringan cadangan ketika menara seluler tidak dapat digunakan.
Namun, ada sejumlah hal yang masih perlu diperhatikan.
Dukungan perangkat, biaya berlangganan, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan akan menentukan pengalaman pengguna.
Kecepatan komunikasi satelit juga belum tentu setara dengan jaringan 4G atau 5G yang tersedia melalui menara seluler.
Karena itu, teknologi direct-to-device lebih tepat dipandang sebagai pengembangan dan pelengkap jaringan seluler, bukan pengganti seluruh infrastruktur darat.
Kapan HP Bisa Terhubung Langsung ke Satelit?
Sebagian layanan komunikasi langsung ke satelit sudah mulai dikembangkan dan digunakan melalui kerja sama perusahaan satelit serta operator seluler.
Namun, perluasan layanan secara menyeluruh masih membutuhkan pengembangan teknologi dan dukungan regulasi.
Rapat FCC pada 29 Oktober 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam menentukan arah kebijakan spektrum Amerika Serikat.
Jika usulan disetujui, regulator dapat melanjutkan proses penyusunan aturan dan persiapan lelang frekuensi.
Meskipun demikian, belum ada kepastian bahwa semua smartphone akan segera mendapatkan akses komunikasi satelit.
Ketersediaan layanan akan bergantung pada operator, negara, perangkat, dan kesiapan infrastruktur.
FCC Dorong Masa Depan Komunikasi Satelit
Rencana FCC menyiapkan lelang spektrum baru menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap teknologi HP terhubung langsung ke satelit.
Usulan lelang 25 megahertz dan penyediaan tambahan 482 megahertz menjadi langkah penting untuk mendukung pengembangan komunikasi direct-to-device.
Perusahaan seperti SpaceX dan Amazon berpotensi memperoleh peluang baru melalui kebijakan tersebut.
Bagi pengguna, perkembangan ini membuka harapan terhadap akses komunikasi yang lebih luas, termasuk di wilayah tanpa sinyal seluler.
Namun, keputusan FCC pada 29 Oktober 2026 masih menjadi tahap regulasi awal yang perlu diikuti sebelum layanan dapat diperluas secara nyata




















































































































































































































































































































































