PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Hacker Retas Kulkas Supermarket Prancis, Suhu Tembus 50°C dan Ratusan Toko Terdampak

Pandutekno.id – 18 Oktober 2026. Serangan siber besar-besaran melumpuhkan sistem pendingin di ratusan supermarket Prancis. Peretas berhasil memanipulasi pengaturan suhu kulkas dan freezer hingga mencapai 50 derajat Celsius. Akibatnya, sejumlah toko mengalami kerusakan persediaan makanan dan gangguan operasional.

Serangan terhadap sistem pendingin supermarket tersebut terjadi pada malam 11–12 Oktober 2026. Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana perangkat industri yang terhubung internet dapat menjadi sasaran kejahatan siber.

Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure menyebut sekitar 700 dari 10.000 supermarket di negaranya terdampak insiden tersebut.

Hacker Retas Sistem Pendingin Supermarket Prancis

Peretas menyerang sistem pengendali pendingin yang digunakan untuk menjaga suhu makanan segar dan produk beku.

Melalui akses tidak sah, pelaku mengubah pengaturan perangkat sehingga sistem tidak lagi bekerja sebagaimana mestinya.

Sejumlah freezer dilaporkan memasuki siklus pencairan es atau defrost secara terus-menerus.

Akibatnya, suhu penyimpanan meningkat drastis ketika toko sedang tutup.

Kondisi tersebut menyebabkan makanan yang seharusnya disimpan dalam suhu rendah menjadi tidak layak dijual.

Suhu Kulkas Naik hingga 50 Derajat Celsius

Salah satu dampak paling serius adalah kenaikan suhu unit pendingin hingga 50°C.

Menurut laporan Reuters pada 12 Oktober 2026, sejumlah supermarket mengalami kenaikan suhu tersebut selama beberapa jam.

Kelompok ritel Les Mousquetaires mengungkap bahwa sekitar 150 gerai Intermarché terdampak dalam laporan awal.

Perusahaan menyebut sejumlah unit pendingin mencapai suhu 50°C selama enam jam.

Demi keselamatan konsumen, makanan yang terdampak harus dibuang.

Selain kerusakan persediaan, pihak berwenang juga menerima laporan kebakaran di sejumlah lokasi.

Sekitar 700 Supermarket Terdampak

Skala serangan semakin jelas setelah pemerintah Prancis mengumpulkan laporan dari jaringan ritel.

Pada 13 Oktober 2026, Menteri Keuangan Roland Lescure menyampaikan bahwa sekitar 700 supermarket terkena dampak.

Jaringan yang dilaporkan terdampak mencakup Intermarché, Netto, Coopérative U, Carrefour, dan sejumlah peritel lainnya.

Tidak semua toko mengalami tingkat kerusakan yang sama.

Sebagian harus membuang produk segar dan beku, sementara toko lain menghadapi gangguan pada fasilitas pendingin.

Meski demikian, pemerintah menyatakan insiden tersebut tidak sampai mengancam keseluruhan pasokan pangan nasional.

Sistem Pendingin Terhubung Internet Jadi Sasaran

Serangan ini menyoroti kelemahan perangkat Internet of Things (IoT) dan teknologi operasional atau Operational Technology (OT).

Sistem pendingin modern sering menggunakan pengendali digital yang memungkinkan teknisi memantau suhu dan melakukan perawatan dari jarak jauh.

Fitur tersebut membantu efisiensi operasional supermarket.

Namun, perangkat yang dapat diakses melalui jaringan juga berisiko disalahgunakan apabila perlindungannya lemah.

Dalam kasus Prancis, peretas dilaporkan memanfaatkan sistem pengendali pendingin yang terhubung internet.

Insiden ini memperlihatkan bahwa keamanan siber bukan hanya persoalan perlindungan data, tetapi juga keselamatan dan kelangsungan operasional fasilitas fisik.

Perangkat Danfoss dan Copeland Jadi Sorotan

Penyelidikan mengarah pada sejumlah sistem pengendali pendingin yang digunakan di jaringan supermarket.

Produsen asal Denmark, Danfoss, menyatakan bahwa beberapa perangkat terdampak menggunakan firmware lama.

Perusahaan sebelumnya telah menganjurkan pelanggan memperbarui perangkat dan mengganti sistem lama yang tidak lagi didukung.

Badan keamanan siber Prancis juga melaporkan adanya kompromi terhadap sistem pendingin buatan Copeland dan anak usahanya, Dixell.

Namun, penyebab teknis setiap penyusupan masih perlu dibedakan berdasarkan hasil investigasi.

Keberadaan perangkat rentan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh serangan menggunakan metode yang sama.

Pemerintah Prancis Lakukan Investigasi

Kantor kejaksaan Paris membuka penyelidikan terhadap serangan yang memengaruhi sejumlah jaringan supermarket.

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu juga meminta badan keamanan siber nasional, ANSSI, melakukan investigasi.

Pemerintah berkoordinasi dengan negara-negara Eropa lainnya untuk menilai kemungkinan dampak yang lebih luas.

Sementara itu, identitas dan motif pelaku belum dipastikan secara resmi.

Otoritas juga memeriksa apakah kelemahan serupa terdapat pada sistem perusahaan lain.

Gangguan Siber Juga Dilaporkan di Belanda

Pada periode yang berdekatan, perusahaan ritel Belanda Ahold Delhaize mengumumkan adanya masalah keamanan pada jaringannya.

Perusahaan mengambil sejumlah sistem dari jaringan sebagai langkah perlindungan.

Gangguan tersebut memengaruhi layanan digital, termasuk situs web dan aplikasi beberapa merek ritelnya.

Namun, belum ada bukti yang memastikan bahwa insiden Ahold Delhaize berkaitan langsung dengan peretasan sistem pendingin di Prancis.

Karena itu, kedua kejadian tidak dapat dinyatakan berasal dari kelompok penyerang yang sama.

Serangan Siber Mengancam Rantai Pasok Makanan

Peretasan sistem pendingin memperlihatkan bahwa serangan digital dapat menyebabkan kerugian fisik.

Ketika suhu penyimpanan tidak terkendali, produk seperti daging, susu, sayuran, dan makanan beku berisiko rusak.

Supermarket kemudian harus membuang barang yang tidak lagi memenuhi standar keamanan pangan.

Selain menimbulkan kerugian finansial, gangguan tersebut dapat memengaruhi ketersediaan produk di tingkat toko.

Serangan juga berpotensi menambah biaya perbaikan peralatan dan pemulihan operasional.

Karena itu, sistem pendingin menjadi bagian penting dari infrastruktur yang perlu dilindungi.

Cara Mencegah Peretasan Sistem Pendingin

Pakar keamanan siber menekankan pentingnya pengamanan perangkat industri yang terhubung jaringan.

Perusahaan perlu memperbarui firmware dan mengganti perangkat lama yang sudah tidak memperoleh dukungan keamanan.

Akses jarak jauh juga harus dibatasi hanya kepada pihak yang berwenang.

Selain itu, jaringan pengendali pendingin sebaiknya dipisahkan dari jaringan publik dan sistem kantor biasa.

Pemantauan suhu secara independen dapat membantu mendeteksi perubahan yang tidak wajar.

Perusahaan juga perlu menyiapkan prosedur darurat apabila sistem digital tidak dapat digunakan.

Langkah tersebut penting untuk menjaga keselamatan makanan dan mengurangi kerugian operasional.

Kesimpulan

Serangan siber terhadap sistem pendingin supermarket Prancis pada Oktober 2026 menyebabkan suhu sejumlah kulkas dan freezer meningkat hingga 50°C.

Sekitar 700 supermarket dilaporkan terdampak, dengan kerusakan persediaan makanan dan laporan kebakaran di sejumlah lokasi.

Pemerintah Prancis masih menyelidiki pelaku serta metode serangan.

Insiden ini menjadi peringatan bagi pengelola supermarket dan industri lainnya untuk memperkuat keamanan perangkat yang terhubung internet.

Perlindungan sistem digital kini menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan dan kelangsungan bisnis.