PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Tak Perlu Berhenti Ngecas, Honda Siapkan Jalan yang Bisa Isi Daya EV Saat Melaju

TOKYO, pandutekno.id – Teknologi pengisian EV Honda memasuki tahap baru. Honda R&D bersama Taisei Corporation dan Taisei Rotec Corporation mengembangkan sistem yang memungkinkan kendaraan listrik menerima daya secara nirkabel ketika masih bergerak di jalan.

Teknologi tersebut dinamakan Dynamic Wireless Power Transfer (DWPT). Sistem memanfaatkan perangkat pengirim daya yang ditanam di permukaan jalan dan perangkat penerima yang dipasang pada kendaraan.

Dengan pendekatan ini, kendaraan listrik pada masa depan berpotensi memperoleh tambahan energi tanpa harus selalu berhenti di stasiun pengisian.

Honda bahkan merancang teknologinya agar dapat digunakan bukan hanya oleh mobil penumpang, tetapi juga kendaraan listrik komersial berukuran besar seperti truk.

Teknologi Pengisian EV Honda Tanpa Kabel

Berbeda dengan fast charging konvensional, teknologi pengisian EV Honda tidak mengharuskan pengemudi menghubungkan kabel ke kendaraan.

Perangkat pengirim daya dipasang di jalan.

Ketika kendaraan yang dilengkapi perangkat penerima melintasi bagian jalan tersebut, energi listrik dapat ditransfer secara nirkabel ke kendaraan yang sedang bergerak.

Honda telah mengembangkan DWPT sejak 2021.

Sementara penelitian bersama Taisei dan Taisei Rotec mengenai sistem jalan magnetic coupling wireless power transfer dimulai pada 2025.

Hasil penelitian itu kini menghasilkan teknologi dasar yang akan dibawa menuju tahap pengujian berikutnya.

Bisa Kurangi Frekuensi Berhenti untuk Ngecas

Salah satu tujuan utama teknologi ini adalah mengatasi masalah waktu pengisian kendaraan listrik.

Honda mengatakan DWPT diharapkan meningkatkan kenyamanan penggunaan EV karena kendaraan dapat memperoleh listrik ketika sedang bergerak.

Dengan demikian, frekuensi pengisian di rumah maupun stasiun pengisian berpotensi dikurangi.

Bagi kendaraan pribadi, teknologi tersebut dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan.

Namun manfaatnya bisa menjadi lebih besar untuk sektor transportasi dan logistik, karena kendaraan komersial biasanya menempuh perjalanan panjang dan waktu berhenti dapat memengaruhi produktivitas.

Truk Listrik Jadi Target Awal

Honda justru berencana memprioritaskan penggunaan teknologi tersebut untuk sektor logistik dan transportasi.

Sistem yang dikembangkan memiliki kemampuan transfer daya tinggi sehingga dirancang untuk berbagai jenis kendaraan, mulai mobil penumpang hingga kendaraan listrik komersial besar.

Honda R&D engineer Taku Ueda mengatakan:

“We hope to provide the new option of receiving electricity while driving.”

Menurut Honda, kemampuan mendapatkan listrik saat kendaraan bergerak dapat membuka kemungkinan baru bagi penggunaan EV.

Untuk kendaraan komersial, konsep tersebut menarik karena truk dapat memperoleh energi selama perjalanan dan berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap waktu berhenti khusus untuk pengisian.

Teknologi Ditanam Langsung di Jalan

Sistem yang dikembangkan Honda dan mitranya tidak hanya melibatkan teknologi di dalam kendaraan.

Infrastruktur jalan menjadi komponen penting.

Honda mengembangkan unit penerima dan pengirim dengan kepadatan daya tinggi. Taisei mengembangkan sistem suplai listrik DC berrespons tinggi, sementara Taisei Rotec membawa teknologi untuk menanam perangkat tersebut ke dalam permukaan jalan.

Ketiganya kemudian digabungkan menjadi sebuah sistem pengisian nirkabel berdaya tinggi.

Desainnya juga dibuat dengan mempertimbangkan pemasangan pada jalan yang sudah ada.

Honda Klaim Terobosan pada Unit DWPT

Salah satu bagian penting berada pada sistem yang disebut GA system.

Menurut Honda, sistem yang ditanam di jalan tersebut mengintegrasikan inverter dan koil menjadi satu unit DWPT.

Honda mengklaim konfigurasi tersebut sebagai yang pertama di dunia untuk unit DWPT yang telah diumumkan kepada publik hingga akhir September 2026, berdasarkan riset perusahaan sendiri.

Penggunaan distribusi daya DC juga dirancang untuk menghasilkan transfer daya yang stabil dan berdaya tinggi.

Tetapi klaim “pertama di dunia” tersebut perlu dipahami sebagai klaim Honda berdasarkan penelitiannya, bukan verifikasi independen terhadap seluruh proyek pengisian jalan di dunia.

Jalan Lama Juga Dipertimbangkan

Persoalan besar dari teknologi pengisian melalui jalan adalah biaya dan kerumitan pembangunan infrastrukturnya.

Karena itu, Honda dan mitranya merancang sistem agar dapat dipasang pada perkerasan jalan yang sudah ada.

Struktur perangkat dibuat untuk mendukung metode pemasangan dengan mengikis sebagian permukaan jalan kemudian menanam perangkat ke dalamnya.

Distribusi DC juga digunakan untuk menyederhanakan kabel pada bagian yang tertanam.

Tujuannya adalah mengurangi jumlah komponen serta pekerjaan yang dibutuhkan selama instalasi.

Desain tersebut juga mempertimbangkan proses perawatan dan pembaruan jalan pada masa depan.

Uji Coba di Jalan Tol Jepang Mulai 2027

Tahap berikutnya akan menjadi ujian penting.

Honda, Taisei dan Taisei Rotec berencana melakukan demonstrasi teknologi pada jalan umum mulai tahun fiskal Jepang 2027, yang dimulai 1 April 2027.

Ketiga perusahaan akan mengikuti Tateyama Project yang dijalankan East Nippon Expressway Company atau NEXCO East.

Pengujian akan dilakukan di Tateyama Expressway, Prefektur Chiba.

Uji coba tersebut akan membantu mengevaluasi performa suplai daya serta ketahanan sistem ketika digunakan dalam kondisi jalan nyata.

Sudah Diuji di Jalur Eksperimental

Sebelum masuk jalan umum, teknologi ini telah menjalani pengujian.

Honda bersama Taisei dan Taisei Rotec melakukan eksperimen pada jalan uji Future Technology Field for Taisei Group/Satte atau T-FIELD/SATTE.

Pengujian mencakup sistem transfer daya, struktur jalan dan metode konstruksi yang dibutuhkan untuk penggunaan kendaraan komersial.

Tahapan tersebut penting karena teknologi tidak hanya harus mampu mengirimkan listrik.

Perangkat yang ditanam juga harus menghadapi beban kendaraan, kondisi cuaca dan penggunaan jalan dalam jangka panjang.

Belum Diketahui Berapa Biayanya

Meski menjanjikan, ada pertanyaan besar yang belum terjawab: berapa biaya membangun jalan pengisian listrik tersebut?

Reuters melaporkan seorang insinyur Honda belum memberikan perbandingan biaya antara sistem baru ini dengan jaringan fast charging konvensional.

Honda mengatakan kelayakan ekonominya masih perlu dievaluasi.

Ini menjadi faktor penting.

Teknologi dapat bekerja secara teknis, tetapi implementasi luas baru realistis apabila biaya pembangunan dan pemeliharaannya masuk akal.

Karena sistem membutuhkan perangkat di dalam jalan, skala investasi infrastrukturnya berpotensi menjadi salah satu tantangan utama.

Bukan Pengganti Fast Charging dalam Waktu Dekat

Pengembangan DWPT juga tidak berarti Honda akan meninggalkan pengisian konvensional.

Perusahaan tetap memperluas berbagai opsi pengisian EV.

Di Jepang, Honda telah meluncurkan layanan jaringan Honda Charge. Di Amerika Utara, Honda dan sejumlah produsen mobil lain juga mendukung jaringan pengisian IONNA, yang menargetkan sedikitnya 30.000 charger pada 2030.

Honda dan Acura juga telah memperoleh akses ke lebih dari 23.500 port Tesla Supercharger di Amerika Utara melalui dukungan NACS.

Jadi teknologi jalan listrik lebih tepat dilihat sebagai opsi tambahan untuk masa depan, terutama pada rute yang mempunyai lalu lintas kendaraan komersial tinggi.

Pengisian Sambil Jalan Bisa Ubah Desain EV

Apabila teknologi pengisian EV Honda akhirnya digunakan secara luas, dampaknya berpotensi lebih besar daripada sekadar mengurangi waktu berhenti.

Kendaraan yang dapat memperoleh energi secara rutin selama perjalanan secara teoritis dapat mengubah cara produsen menentukan kebutuhan kapasitas baterai.

Namun Honda belum mengumumkan angka resmi mengenai seberapa besar baterai dapat diperkecil, berapa daya yang akan diterima kendaraan dalam penggunaan komersial, atau seberapa jauh teknologi tersebut dapat menambah jarak tempuh.

Karena itu, manfaat tersebut masih harus dibuktikan melalui pengujian nyata.

Honda Kejar Mobilitas Rendah Emisi

Pengembangan teknologi tersebut juga menjadi bagian dari strategi lingkungan Honda.

Perusahaan menargetkan netralitas karbon pada 2050 untuk seluruh produk dan aktivitas korporasinya.

Honda melihat perluasan infrastruktur pengisian sebagai salah satu faktor penting untuk membuat kendaraan listrik lebih mudah digunakan.

Daripada hanya mempercepat charger konvensional, Honda mencoba pendekatan berbeda: memindahkan sebagian infrastruktur pengisian langsung ke jalan.

Teknologi Pengisian EV Honda Masuk Babak Penting

Teknologi pengisian EV Honda menawarkan konsep yang berbeda dari stasiun pengisian biasa: kendaraan menerima listrik tanpa kabel ketika masih melaju.

Honda, Taisei dan Taisei Rotec telah menyelesaikan pengembangan teknologi dasarnya dan berencana membawa sistem tersebut ke pengujian jalan umum mulai tahun fiskal 2027.

Target awalnya adalah sektor logistik dan transportasi, termasuk kendaraan komersial besar.

Namun jalan menuju penggunaan massal masih panjang. Honda harus membuktikan ketahanan perangkat, kemampuan transfer daya dalam kondisi nyata dan—yang tidak kalah penting—kelayakan ekonominya.

Jika ketiga tantangan tersebut dapat diatasi, jalan raya pada masa depan mungkin bukan hanya tempat EV melaju, tetapi sekaligus menjadi tempat kendaraan mendapatkan energi.