
PANDUTEKNO.ID – PANDI dan BSSN memperkuat langkah keamanan siber nasional. Kedua lembaga tersebut mengkaji pembentukan tim tanggap insiden siber untuk menghadapi ancaman PHP2Shell yang berpotensi menyerang berbagai website di Indonesia.
Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) berencana bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat koordinasi penanganan serangan siber.
Langkah tersebut muncul setelah ditemukannya kerentanan serius pada PHP, teknologi yang banyak digunakan untuk menjalankan website dan aplikasi digital.
Ancaman PHP2Shell menjadi perhatian karena berpotensi memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh tanpa harus masuk menggunakan akun resmi.
PANDI dan BSSN Dorong Pembentukan Tim Tanggap Siber
PANDI dan BSSN berencana mendorong pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) di lingkungan registrar domain.
Tim tersebut diharapkan mampu mempercepat identifikasi ancaman, koordinasi keamanan, dan penanganan insiden yang menyerang layanan digital.
Ketua PANDI, Isnawan, menjelaskan bahwa pembentukan CSIRT merupakan bagian dari upaya memperkuat perlindungan ekosistem domain Indonesia.
“PANDI bersama BSSN akan menggalakan pembentukan CSIRT di masing-masing registrar. Dengan adanya CSIRT, deteksi dan penanganan kejadian keamanan bisa berjalan lebih cepat dan terkoordinasi,” ujar Isnawan, sebagaimana dikutip dari Katadata.co.id pada Jumat (23/10/2026).
PANDI juga telah melakukan pembaruan keamanan pada sistem yang dikelolanya. Selain itu, koordinasi dengan registrar dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pengguna domain .id mengenai pentingnya memperbarui perangkat lunak.
Ancaman PHP2Shell Berpotensi Mengambil Alih Server
PHP2Shell merupakan sebutan untuk dua kerentanan keamanan serius yang teridentifikasi sebagai CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619.
Kedua celah tersebut berkaitan dengan masalah pengelolaan memori pada PHP.
Dalam kondisi tertentu, penyerang dapat memanfaatkan kelemahan tersebut untuk melakukan Remote Code Execution (RCE).
Apabila eksploitasi berhasil, pelaku berpotensi mencuri informasi sensitif, mengubah tampilan website, mengganggu layanan, hingga memasang program berbahaya pada server.
Ancaman ini tidak terbatas pada website pemerintah. Situs perusahaan, lembaga pendidikan, dan layanan digital lainnya yang menggunakan PHP rentan juga perlu meningkatkan kewaspadaan.
BSSN Tingkatkan Kesiapsiagaan Keamanan Digital
BSSN sebelumnya menggelar Apel Kesiapsiagaan Tim Tanggap Insiden Siber pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kesiapan Gov-CSIRT dalam menghadapi potensi serangan terhadap sistem elektronik pemerintah.
Dalam pengarahan tersebut, pengelola sistem diminta melakukan inventarisasi aset digital, memeriksa versi PHP, dan memastikan pembaruan keamanan diterapkan.
Langkah pemeriksaan juga mencakup website yang menggunakan Content Management System (CMS) maupun framework berbasis PHP.
Selain itu, pengelola layanan digital perlu meningkatkan pemantauan aktivitas mencurigakan untuk mengurangi risiko serangan.
Pengguna Website Diminta Segera Memperbarui PHP
Pengembang PHP telah merilis pembaruan keamanan pada 21 Oktober 2026 untuk mengatasi kerentanan PHP2Shell.
Versi yang telah mendapatkan perbaikan meliputi:
- PHP 8.2.35
- PHP 8.3.36
- PHP 8.4.27
- PHP 8.5.12
Pengelola website disarankan menggunakan versi aman terbaru sesuai cabang PHP yang digunakan.
Sementara itu, sistem yang masih menggunakan PHP lama dan sudah tidak mendapatkan dukungan keamanan perlu dievaluasi serta direncanakan migrasinya.
Administrator juga perlu memeriksa konfigurasi server, membatasi akses yang tidak diperlukan, dan melakukan pemantauan log keamanan.
Penggunaan Web Application Firewall (WAF) dapat membantu mengurangi risiko, tetapi tidak menggantikan kebutuhan pembaruan keamanan.
Kolaborasi PANDI dan BSSN Penting bagi Keamanan Internet Indonesia
Rencana kerja sama PANDI dan BSSN menunjukkan pentingnya koordinasi dalam menghadapi ancaman keamanan siber yang semakin kompleks.
Pembentukan tim tanggap insiden di lingkungan registrar diharapkan membantu mempercepat pertukaran informasi dan penanganan gangguan keamanan.
Meski demikian, pembentukan tim tersebut masih dalam tahap rencana dan koordinasi, bukan berarti seluruh registrar telah memiliki CSIRT baru.
Bagi pengelola website, ancaman PHP2Shell menjadi pengingat bahwa pembaruan perangkat lunak merupakan bagian penting dari perlindungan sistem.
Dengan penguatan koordinasi PANDI dan BSSN, peningkatan kesiapsiagaan pengelola website, serta penerapan pembaruan keamanan, risiko gangguan terhadap layanan digital Indonesia diharapkan dapat ditekan.


























































































































































































































































































































































































































































