
PANDUTEKNO.ID, PENNSYLVANIA – Pusat data AWS Pennsylvania menjadi sorotan setelah Amazon Web Services (AWS) mengajukan rencana pembangunan kompleks pusat data berskala besar di Homer City, Amerika Serikat.
Proyek tersebut direncanakan mencakup 36 gedung pusat data di kawasan Homer City Energy Campus, Indiana County, Pennsylvania. Infrastruktur ini diproyeksikan mendukung kebutuhan komputasi awan dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Namun, pembangunan pusat data dalam jumlah besar juga menimbulkan pertanyaan mengenai kebutuhan listrik dan dampaknya terhadap lingkungan.
Mengutip laporan Data Center Dynamics pada 6 Oktober 2026, AWS telah mengajukan dokumen rencana awal pengembangan lahan atau Preliminary Land Development Plan.
Rencana tersebut masih harus melalui proses peninjauan dan tahapan pengembangan sebelum seluruh fasilitas dapat beroperasi.
Pusat Data AWS Pennsylvania Direncanakan Memiliki 36 Gedung
AWS berencana mengembangkan kawasan pusat data seluas sekitar 1.100 acre atau sekitar 445 hektare.
Lokasinya berada di Center Township dan Blacklick Township, Indiana County, sekitar 80 kilometer sebelah timur Pittsburgh.
Kompleks tersebut akan terbagi menjadi enam area pengembangan.
Keenam lokasi itu dikenal dengan nama Bruner, Helen, Green, West, Harvey/Gaston, dan Rura.
Berdasarkan rencana yang dilaporkan, masing-masing gedung pusat data akan memiliki dua lantai.
Tinggi bangunan diperkirakan mencapai 70 kaki atau sekitar 21 meter.
Sementara itu, luas lantai setiap gedung diperkirakan mencapai 225.000 kaki persegi.
Selain pusat data, kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantor, gudang, gardu listrik, sistem keamanan, dan infrastruktur pembangkit cadangan.
Pembangkit Gas 4,5 Gigawatt Jadi Penopang Energi
Salah satu aspek paling menonjol dari pusat data AWS Pennsylvania adalah rencana penyediaan listrik.
Kawasan Homer City akan didukung fasilitas pembangkit listrik berbahan bakar gas alam dengan kapasitas hingga 4,5 gigawatt.
Pembangkit tersebut dikembangkan oleh Homer City Redevelopment.
Sebagian besar energi yang dihasilkan direncanakan digunakan untuk mendukung kompleks pusat data.
Sementara itu, lebih dari 1 gigawatt kapasitas pembangkit diproyeksikan dapat disalurkan ke jaringan listrik.
Namun, angka tersebut masih merupakan bagian dari rencana pengembangan.
Kapasitas pembangkit 4,5 gigawatt juga tidak berarti seluruh energi tersebut akan digunakan oleh server AWS.
Kebutuhan listrik aktual akan bergantung pada jumlah gedung yang beroperasi, konfigurasi perangkat, dan tahapan pembangunan.
Bekas Pembangkit Batu Bara Diubah Menjadi Kawasan Teknologi
Homer City Energy Campus memiliki sejarah panjang sebagai kawasan pembangkit listrik.
Sebelumnya, lokasi tersebut menjadi tempat beroperasinya Homer City Generating Station.
Pembangkit berbahan bakar batu bara itu memiliki kapasitas sekitar 2 gigawatt.
Fasilitas tersebut beroperasi sejak 1969 sebelum ditutup pada 2023.
Kini, kawasan bekas pembangkit batu bara direncanakan berubah menjadi pusat pengembangan energi dan infrastruktur digital.
Homer City Redevelopment mengumumkan rencana transformasi kawasan tersebut pada April 2025.
Pengembang menargetkan penggunaan gas alam sebagai sumber energi utama untuk mendukung pusat data berskala besar.
Perubahan ini menunjukkan meningkatnya hubungan antara industri energi dan teknologi digital.
Pengembangan AI Mendorong Kebutuhan Pusat Data
Permintaan infrastruktur pusat data terus meningkat seiring perkembangan AI generatif.
Perusahaan teknologi membutuhkan kapasitas komputasi besar untuk melatih dan menjalankan model AI.
Kebutuhan tersebut melibatkan server berperforma tinggi, sistem penyimpanan, jaringan cepat, dan perangkat pemrosesan grafis atau GPU.
Selain itu, fasilitas pusat data membutuhkan pendinginan agar perangkat dapat bekerja secara stabil.
Seluruh komponen tersebut memerlukan pasokan listrik yang andal.
Karena itu, perusahaan teknologi semakin memperhatikan ketersediaan energi ketika menentukan lokasi pembangunan pusat data.
AWS sendiri merupakan salah satu penyedia layanan komputasi awan terbesar di dunia.
Perusahaan menyediakan berbagai layanan untuk bisnis, pengembang perangkat lunak, dan organisasi yang menggunakan teknologi AI.
Pusat Data AWS Pennsylvania Ditargetkan Dibangun Bertahap
Pembangunan kompleks Homer City direncanakan berlangsung dalam empat tahap.
Menurut Data Center Dynamics, tahap awal dijadwalkan dimulai pada Desember 2026.
Sementara itu, tahap pembangunan terakhir direncanakan dimulai pada Januari 2032.
Seluruh kawasan ditargetkan selesai pada Juni 2036.
Dengan demikian, pengembangan proyek diperkirakan berlangsung selama hampir satu dekade.
Namun, jadwal tersebut masih dapat berubah mengikuti proses perizinan, kesiapan infrastruktur, dan keputusan investasi.
Karena itu, target penyelesaian tidak boleh dianggap sebagai tanggal operasional yang sudah pasti.
Proyek Diperkirakan Membuka Ribuan Lapangan Kerja
Selain meningkatkan kapasitas komputasi, proyek ini diperkirakan memberikan dampak ekonomi bagi wilayah Pennsylvania.
Berdasarkan rencana yang dilaporkan, kompleks pusat data berpotensi menciptakan sekitar 1.500 hingga 2.000 pekerjaan ketika beroperasi.
Perkiraan gaji tahunan untuk posisi tersebut berada pada kisaran 80.000 hingga 100.000 dolar AS.
Namun, angka tersebut merupakan proyeksi, bukan jumlah tenaga kerja yang telah direkrut.
Kegiatan konstruksi juga berpotensi melibatkan pekerja dari berbagai bidang.
Di antaranya adalah tenaga teknik, konstruksi, kelistrikan, keamanan, dan pemeliharaan fasilitas.
AWS juga dilaporkan berkomitmen menyusun kesepakatan manfaat bagi masyarakat setempat.
Kesepakatan tersebut ditujukan untuk mengurangi dampak pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi komunitas sekitar.
Kebutuhan Listrik Pusat Data Jadi Sorotan
Besarnya kebutuhan listrik pusat data menjadi perhatian di Amerika Serikat.
Pertumbuhan AI mendorong pembangunan fasilitas komputasi dalam skala yang semakin besar.
Menurut laporan Reuters pada 8 Oktober 2026, konsumsi listrik pusat data Amerika Serikat diperkirakan meningkat tajam hingga 2030.
Electric Power Research Institute memperkirakan konsumsi listrik pusat data dapat mencapai 383 hingga 793 terawatt-jam pada 2030.
Sebagai perbandingan, konsumsi pada 2024 diperkirakan berada pada kisaran 177 hingga 192 terawatt-jam.
Peningkatan tersebut menimbulkan tantangan bagi jaringan listrik.
Perusahaan listrik harus memastikan kapasitas pembangkit, transmisi, dan distribusi mampu mengikuti pertumbuhan permintaan.
Dampak Lingkungan Pembangkit Gas Perlu Diperhatikan
Penggunaan gas alam untuk mendukung pusat data juga memunculkan diskusi mengenai emisi.
Pembangkit gas umumnya menghasilkan emisi karbon dioksida lebih rendah dibandingkan pembangkit batu bara untuk setiap unit listrik yang dihasilkan.
Namun, gas alam tetap merupakan bahan bakar fosil.
Pembakarannya menghasilkan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, proses produksi dan distribusi gas alam berpotensi menimbulkan kebocoran metana.
Karena itu, dampak lingkungan proyek perlu dinilai berdasarkan emisi aktual, efisiensi pembangkit, dan pengelolaan sumber daya.
Homer City Redevelopment sebelumnya memperkirakan pembangkit baru dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca per megawatt-jam yang lebih rendah dibandingkan fasilitas batu bara lama.
Namun, perkiraan tersebut tidak sama dengan bukti bahwa seluruh kompleks pusat data akan bebas emisi.
AWS dan Tantangan Efisiensi Energi
AWS menghadapi tantangan untuk menyediakan kapasitas komputasi besar tanpa meningkatkan penggunaan sumber daya secara tidak terkendali.
Dalam laporan Reuters pada 8 Oktober 2026, AWS menjelaskan bahwa perusahaan menggunakan pendinginan udara untuk mengurangi kebutuhan air pada sebagian besar waktu operasionalnya.
Perusahaan juga memanfaatkan air daur ulang di sejumlah fasilitas.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa efisiensi pusat data tidak hanya berkaitan dengan listrik.
Penggunaan air, desain pendinginan, dan pengelolaan perangkat juga memengaruhi keberlanjutan operasional.
Namun, penerapan teknologi efisiensi di fasilitas lain tidak otomatis memastikan rancangan yang sama akan digunakan di Homer City.
Rincian teknis proyek tetap perlu mengikuti dokumen pengembangan dan pengumuman resmi.
Investasi AWS di Pennsylvania Terus Berkembang
AWS sebelumnya telah menyampaikan komitmen investasi besar di Pennsylvania.
Amazon mengumumkan rencana investasi sedikitnya 20 miliar dolar AS untuk pengembangan infrastruktur komputasi awan dan AI di negara bagian tersebut.
Investasi tersebut mencakup berbagai lokasi pengembangan.
Homer City menjadi salah satu kawasan yang sedang dijajaki untuk mendukung ekspansi infrastruktur.
Namun, nilai investasi keseluruhan Pennsylvania tidak boleh dianggap sebagai anggaran khusus pembangunan 36 gedung di Homer City.
Rincian pembiayaan proyek perlu dibedakan dari komitmen investasi AWS di tingkat negara bagian.
Masa Depan Pusat Data AWS Pennsylvania
Pusat data AWS Pennsylvania memperlihatkan arah perkembangan industri teknologi yang semakin bergantung pada pasokan energi besar.
Komputasi awan dan AI membutuhkan fasilitas fisik yang terus berkembang.
Di sisi lain, pembangunan tersebut harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kapasitas jaringan listrik, dan dampak lingkungan.
Rencana Homer City menggabungkan pembangunan pusat data dengan penyediaan energi berskala gigawatt.
Namun, proyek masih berada dalam proses pengembangan dan belum seluruhnya memperoleh kepastian pelaksanaan.
Keberhasilannya akan bergantung pada kesiapan investasi, perizinan, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan dampak lokal.
Kesimpulan
AWS mengajukan rencana pembangunan 36 gedung pusat data di kawasan Homer City, Pennsylvania.
Proyek tersebut dilaporkan mencakup lahan sekitar 445 hektare dan akan dikembangkan secara bertahap.
Kawasan ini direncanakan mendapat dukungan pembangkit listrik gas alam berkapasitas hingga 4,5 gigawatt.
Selain berpotensi membuka lapangan kerja, proyek tersebut menimbulkan perhatian terhadap kebutuhan energi dan emisi.
Pusat data AWS Pennsylvania menjadi contoh bagaimana pertumbuhan AI mendorong investasi besar pada infrastruktur digital sekaligus energi.
Namun, seluruh angka pembangunan, tenaga kerja, dan pasokan listrik masih perlu dipahami sebagai rencana atau proyeksi sampai realisasinya dapat dikonfirmasi.








































































































































































































































































































































































