
CUPERTINO – Perombakan besar Apple mulai dipertimbangkan di bawah kepemimpinan CEO baru John Ternus. Perusahaan teknologi tersebut dikabarkan ingin memperkuat peran tim teknik, mempercepat pengembangan produk, dan membentuk struktur organisasi yang lebih ramping.
Rencana awal juga mencakup kemungkinan perubahan jadwal peluncuran produk. Apple selama ini mengandalkan acara besar pada periode tertentu, terutama konferensi pengembang pada Juni dan peluncuran perangkat pada September.
Namun, perubahan tersebut belum menjadi keputusan final. Informasi mengenai rencana itu berasal dari laporan Bloomberg News yang mengutip sejumlah sumber terkait. Apple belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut.
Perombakan Besar Apple Berfokus pada Tim Teknik
John Ternus dikabarkan ingin mengembalikan tim teknik ke posisi yang lebih sentral dalam pengambilan keputusan. Langkah itu diharapkan dapat mempercepat proses dari perancangan hingga peluncuran produk.
Selama ini, pengembangan perangkat Apple melibatkan banyak tim. Insinyur perangkat keras, pengembang perangkat lunak, tim desain, manajer program, bagian pemasaran, serta pimpinan perusahaan harus bekerja dalam jadwal yang ketat.
Struktur berlapis dapat membantu menjaga kualitas. Namun, terlalu banyak tahapan persetujuan berpotensi memperlambat keputusan dan mengurangi ruang eksperimen.
Melalui struktur baru, Ternus ingin memperkecil jarak antara insinyur dan eksekutif puncak. Dengan demikian, keputusan mengenai desain, teknologi, serta kelayakan produk dapat diambil lebih cepat.
Lapisan Manajemen Berpotensi Dikurangi
Salah satu gagasan yang dipertimbangkan dalam perombakan besar Apple adalah pengurangan sejumlah posisi manajemen menengah. Kebijakan tersebut akan membuat organisasi lebih ramping dan memperpendek rantai komunikasi.
Divisi rekayasa perangkat keras dilaporkan telah mengurangi posisi manajemen program teknik. Pemangkasan itu mencakup sejumlah manajer dan sekitar setengah lusin direktur.
Manajer program selama ini berperan menghubungkan berbagai tim, mengawasi jadwal, serta memastikan produk memenuhi target peluncuran. Namun, Apple dikabarkan ingin memberikan tanggung jawab lebih besar secara langsung kepada insinyur.
Langkah tersebut dapat mempercepat keputusan. Meski demikian, pengurangan manajemen juga membawa risiko apabila koordinasi antardivisi tidak berjalan baik.
Apple memiliki rantai pasok dan portofolio produk yang sangat luas. Karena itu, perusahaan tetap membutuhkan pengawasan yang kuat agar percepatan tidak menurunkan kualitas perangkat.
Apple Bisa Mengubah Siklus Peluncuran Produk
Ternus juga mempertimbangkan perubahan terhadap jadwal peluncuran tradisional Apple. Selama bertahun-tahun, perusahaan memusatkan pengumuman perangkat utama pada musim semi dan musim gugur.
Acara pada September biasanya digunakan untuk memperkenalkan iPhone, Apple Watch, dan perangkat konsumen lainnya. Sementara itu, pembaruan perangkat lunak diumumkan dalam Worldwide Developers Conference pada Juni.
Melalui pendekatan baru, Apple dapat meluncurkan produk dengan frekuensi lebih tinggi sepanjang tahun. Perusahaan tidak harus menunggu satu acara besar apabila sebuah perangkat telah siap dipasarkan.
Perubahan tersebut dapat membantu Apple merespons persaingan dengan lebih cepat. Perusahaan juga dapat mengurangi risiko terlalu banyak perangkat diumumkan dalam waktu bersamaan.
Namun, strategi itu perlu dijalankan secara hati-hati. Peluncuran yang terlalu sering dapat membingungkan konsumen dan mengurangi perhatian terhadap produk tertentu.
John Ternus Gantikan Tim Cook
John Ternus mengambil alih posisi CEO Apple dari Tim Cook pada musim gugur 2026. Pergantian tersebut menandai perubahan kepemimpinan terbesar di perusahaan sejak Cook menggantikan Steve Jobs.
Ternus bukan orang baru di Apple. Ia telah bekerja di perusahaan selama sekitar 25 tahun dan sebelumnya memimpin divisi rekayasa perangkat keras.
Dalam posisi tersebut, Ternus mengawasi pengembangan beberapa generasi iPhone, iPad, Mac, serta perangkat lainnya. Pengalaman itu membuatnya dikenal sebagai pemimpin dengan latar belakang teknik yang kuat.
Analis menilai penunjukan Ternus menegaskan pentingnya ekosistem perangkat keras bagi pertumbuhan Apple. Produk fisik tetap menjadi pintu utama menuju layanan, aplikasi, dan ekosistem perusahaan.
Pengembangan Produk Harus Lebih Eksperimental
Menurut laporan yang dikutip Reuters, Ternus telah menyampaikan kepada internal perusahaan bahwa Apple perlu mengembangkan produk dengan lebih cepat dan berani bereksperimen.
“Apple perlu memperkenalkan produk lebih cepat dan menjadi lebih eksperimental agar tetap kompetitif,” demikian pesan internal Ternus yang dilaporkan Bloomberg.
Pendekatan eksperimental dapat membuka peluang bagi Apple untuk menguji lebih banyak jenis perangkat. Namun, strategi tersebut berbeda dari budaya perusahaan yang biasanya menunggu teknologi dianggap matang sebelum memasuki pasar.
Apple sering kali bukan perusahaan pertama yang meluncurkan kategori produk tertentu. Namun, perusahaan berusaha menyempurnakan desain dan pengalaman pengguna sebelum menawarkan produknya kepada konsumen.
Strategi itu terlihat pada pemutar musik, ponsel pintar, tablet, jam tangan pintar, dan earbud nirkabel. Apple memasuki beberapa kategori setelah pesaing, tetapi kemudian membantu menjadikannya produk massal.
iPhone Lipat Menjadi Ujian Pertama
Pada September 2026, Apple memasuki pasar ponsel lipat melalui perangkat iPhone Duo dengan harga mulai 1.999 dolar AS.
Peluncuran tersebut menjadi salah satu ujian awal bagi kepemimpinan Ternus. Perangkat lipat membutuhkan koordinasi rumit antara layar fleksibel, engsel, baterai, perangkat lunak, dan desain bodi.
Analis menilai masuknya Apple dapat mendorong ponsel lipat semakin diterima pasar. Pengaruh serupa pernah terlihat ketika perusahaan memasuki kategori jam tangan pintar dan earbud nirkabel.
Namun, harga tinggi dan daya tahan perangkat masih menjadi pertimbangan konsumen. Apple harus membuktikan bahwa perangkat lipatnya menawarkan manfaat lebih dari sekadar bentuk yang berbeda.
Efisiensi Biaya Sudah Mulai Dijalankan
Selain mempercepat pengembangan produk, manajemen Apple juga dikabarkan menjalankan efisiensi biaya. Perusahaan mencari sumber pendapatan baru sekaligus berusaha memperoleh nilai lebih besar dari produk yang telah tersedia.
Pemangkasan dilaporkan terjadi pada sejumlah tim yang menangani asisten digital Siri, perangkat Vision Pro, dan rekayasa perangkat lunak. Sebagian pengurangan dikaitkan dengan penilaian kinerja pegawai.
Langkah efisiensi dapat meningkatkan margin keuntungan. Akan tetapi, pemotongan yang terlalu besar berisiko menghambat penelitian dan pengembangan jangka panjang.
Karena itu, tantangan Ternus adalah membangun organisasi yang lebih cepat tanpa kehilangan kemampuan Apple menghasilkan produk dengan kualitas tinggi.
Strategi Baru Membawa Peluang dan Risiko
Rencana perombakan besar Apple dapat membuat perusahaan lebih responsif terhadap perubahan pasar. Insinyur berpeluang memperoleh akses lebih langsung kepada pimpinan, sedangkan produk dapat diluncurkan ketika sudah siap.
Namun, percepatan pengembangan juga membawa risiko. Produk yang dirilis terlalu cepat berpotensi memiliki masalah perangkat keras, gangguan perangkat lunak, atau keterbatasan pasokan.
Reputasi Apple dibangun melalui integrasi perangkat keras dan perangkat lunak. Karena itu, perusahaan tidak dapat mengorbankan pengujian hanya untuk mengejar jadwal yang lebih cepat.
Perubahan struktur juga dapat memengaruhi budaya kerja. Pengurangan posisi manajemen dapat mempercepat komunikasi, tetapi dapat pula menambah tanggung jawab tim teknik.
Pasar Menunggu Keputusan Resmi Apple
Untuk saat ini, sejumlah gagasan masih berada dalam tahap pertimbangan. Apple belum mengumumkan struktur baru, jadwal peluncuran berbeda, maupun rincian efisiensi secara resmi.
Oleh sebab itu, laporan tersebut tidak boleh dipahami sebagai keputusan final. Beberapa rencana dapat berubah setelah melewati evaluasi internal.
Meski demikian, arah kepemimpinan Ternus mulai terlihat. Ia ingin Apple menjadi perusahaan yang lebih ramping, berorientasi teknik, serta berani meluncurkan produk dengan lebih cepat.
Jika berhasil, perombakan besar Apple dapat membuka era baru setelah kepemimpinan Tim Cook. Namun, keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga keseimbangan antara kecepatan, eksperimen, efisiensi, dan kualitas.




































































































































































































































































































