PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Waspada! Diskon iPhone 18 Sebesar 25 Persen Jadi Jebakan, Kaspersky Ungkap Modus Pencurian Data

PANDUTEKNO.ID, JAKARTA – Penipuan iPhone 18 menjadi ancaman bagi konsumen yang sedang mencari smartphone terbaru Apple. Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan sejumlah situs belanja palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan diskon hingga 25 persen untuk memancing calon pembeli.

Situs tersebut dirancang menyerupai toko daring resmi. Pelaku menampilkan informasi produk, pilihan pembayaran, hingga penawaran harga menarik agar pengunjung percaya.

Namun, di balik promosi tersebut, pelaku berupaya memperoleh data pribadi dan informasi pembayaran pengguna.

Temuan Kaspersky yang diumumkan pada 24 September 2026 kembali menjadi perhatian setelah diberitakan Bisnis.com pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Kaspersky mengingatkan konsumen agar tidak mudah percaya pada promosi iPhone dengan harga jauh lebih murah tanpa memeriksa keaslian penjual.

Penipuan iPhone 18 Gunakan Diskon Palsu 25 Persen

Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan pembelian iPhone 18 dengan potongan harga sebesar 25 persen.

Penawaran tersebut dilengkapi spesifikasi perangkat dan tampilan toko daring yang terlihat meyakinkan.

Pelaku juga menyediakan sejumlah metode pembayaran, termasuk Bitcoin.

Keberadaan pilihan pembayaran tersebut dapat membuat situs tampak seperti toko daring biasa.

Namun, menurut Kaspersky, tujuan situs palsu adalah mendorong calon pembeli menyerahkan informasi pribadi dan mengirimkan uang.

Akibatnya, konsumen berisiko kehilangan dana tanpa menerima perangkat yang dijanjikan.

Karena itu, harga murah tidak boleh menjadi satu-satunya pertimbangan sebelum melakukan transaksi.

Situs Pre-Order iPhone 18 Dibuat dalam Berbagai Bahasa

Penipuan iPhone 18 tidak hanya menyasar konsumen di satu negara.

Kaspersky menemukan situs penipuan dalam sejumlah bahasa, termasuk Inggris, Arab, dan Portugis.

Penggunaan berbagai bahasa memungkinkan pelaku menjangkau calon korban dari pasar yang berbeda.

Salah satu situs palsu yang ditemukan menyasar konsumen di Brasil.

Situs tersebut menggunakan bahasa Portugis dan menawarkan pemesanan iPhone 18 Pro.

Calon pembeli dapat memilih warna dan kapasitas penyimpanan perangkat.

Namun, beberapa pilihan warna yang ditampilkan tidak sesuai dengan informasi resmi Apple.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa penawaran perlu diperiksa lebih lanjut.

Modus Penipuan iPhone 18 Mencuri Data Pribadi

Selain menawarkan harga murah, situs palsu berusaha mengumpulkan informasi calon pembeli.

Dalam proses pemesanan, pengguna diminta memasukkan nama lengkap, nomor telepon, alamat email, dan alamat tempat tinggal.

Beberapa situs juga meminta informasi kontak WhatsApp.

Data tersebut berpotensi digunakan untuk penipuan lanjutan melalui pesan, panggilan telepon, atau komunikasi digital lainnya.

Setelah mengisi formulir, calon korban dapat diarahkan ke halaman pembayaran.

Pada tahap ini, pelaku berusaha memperoleh informasi kartu bank.

Apabila data pembayaran disalahgunakan, korban berisiko mengalami transaksi tidak sah atau kehilangan uang.

Karena itu, pengguna perlu berhati-hati ketika sebuah situs meminta terlalu banyak informasi pribadi.

Penipu Tawarkan Cicilan dan Pengembalian Dana

Kaspersky juga menemukan situs yang menggunakan skema pembayaran bertahap.

Calon pembeli ditawari kesempatan memesan iPhone 18 Pro tanpa harus langsung membayar seluruh harga perangkat.

Selain itu, situs tersebut menjanjikan pengembalian dana penuh apabila pesanan dibatalkan.

Penawaran seperti ini dapat membuat calon pembeli merasa lebih aman.

Namun, janji pengembalian dana tidak membuktikan bahwa penjual benar-benar memiliki barang atau menjalankan usaha resmi.

Konsumen perlu memeriksa identitas penjual, ketentuan transaksi, dan reputasi toko sebelum melakukan pembayaran.

Kaspersky Ingatkan Bahaya Promo Smartphone Terbaru

Senior Web Content Analyst Kaspersky, Olga Altukhova, menjelaskan bahwa pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap peluncuran perangkat populer.

Ketertarikan konsumen terhadap produk baru dapat membuat promosi palsu lebih mudah menarik perhatian.

Penipu memanfaatkan situasi tersebut dengan membuat situs yang menyerupai toko resmi.

Selain harga diskon, pelaku menggunakan tampilan produk yang terlihat profesional untuk meningkatkan kepercayaan calon korban.

Kaspersky menekankan pentingnya memeriksa penawaran yang tampak terlalu menguntungkan.

Konsumen juga perlu mewaspadai situs yang menawarkan varian produk berbeda dari informasi resmi produsen.

Cara Mengenali Situs iPhone 18 Palsu

Ada beberapa tanda yang dapat membantu konsumen mengenali situs belanja mencurigakan.

Pertama, periksa alamat situs atau URL sebelum memasukkan informasi pribadi.

Penipu sering menggunakan nama domain yang menyerupai merek terkenal dengan tambahan kata atau perubahan ejaan.

Kedua, bandingkan harga dan pilihan produk dengan informasi dari Apple atau penjual resmi.

Ketiga, hindari situs yang meminta pembayaran melalui metode yang sulit dibatalkan tanpa memberikan perlindungan pembeli yang jelas.

Keempat, perhatikan apakah situs meminta informasi sensitif yang tidak diperlukan untuk proses pembelian.

Kelima, jangan terburu-buru melakukan transaksi hanya karena promosi diklaim berlaku dalam waktu terbatas.

Pemeriksaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan.

Tips Aman Membeli iPhone 18 Secara Online

Kaspersky menyarankan konsumen membeli perangkat melalui situs resmi atau pengecer tepercaya.

Untuk produk Apple, pengguna dapat memulai pemeriksaan melalui situs resmi Apple dan mencari informasi penjual yang memiliki otorisasi.

Selain itu, pengguna sebaiknya menghindari tautan belanja yang berasal dari pesan tidak dikenal.

Saat bertransaksi, penggunaan kartu virtual atau metode pembayaran dengan perlindungan tambahan dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan data.

Konsumen juga dianjurkan mengaktifkan autentikasi multifaktor pada akun penting.

Perangkat yang digunakan untuk berbelanja sebaiknya memiliki perlindungan keamanan yang diperbarui.

Terakhir, periksa riwayat transaksi secara berkala untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengisi Data?

Pengguna yang sudah memasukkan informasi pribadi ke situs mencurigakan perlu segera mengambil langkah pengamanan.

Apabila informasi kartu pembayaran telah diberikan, hubungi bank atau penerbit kartu melalui saluran resmi.

Minta pemeriksaan transaksi dan pertimbangkan pemblokiran atau penggantian kartu jika diperlukan.

Jika pengguna memasukkan kata sandi akun, segera ubah kata sandi melalui situs atau aplikasi resmi.

Aktifkan autentikasi multifaktor untuk meningkatkan keamanan.

Pengguna juga sebaiknya menyimpan bukti transaksi dan komunikasi dengan pihak yang mengaku sebagai penjual.

Jika mengalami kerugian, laporkan kejadian kepada bank dan pihak berwenang sesuai prosedur yang berlaku.

Mengapa Penipuan Gadget Baru Terus Bermunculan?

Peluncuran smartphone populer sering meningkatkan aktivitas pencarian informasi dan pembelian secara daring.

Situasi tersebut memberikan peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk membuat promosi palsu.

Penawaran diskon besar, stok terbatas, dan pemesanan lebih awal dapat digunakan untuk mendorong keputusan pembelian yang tergesa-gesa.

Selain itu, tampilan situs palsu semakin mudah dibuat menyerupai toko asli.

Karena itu, konsumen tidak cukup hanya menilai keamanan dari desain halaman.

Keaslian alamat situs, identitas penjual, serta metode pembayaran tetap perlu diperiksa.

Penipuan iPhone 18 Jadi Peringatan bagi Konsumen

Penipuan iPhone 18 memperlihatkan bahwa popularitas produk teknologi dapat dimanfaatkan untuk kejahatan digital.

Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan diskon hingga 25 persen dan menggunakan berbagai cara untuk memperoleh data calon pembeli.

Modus tersebut mencakup promosi harga murah, pemesanan produk, pilihan pembayaran, dan janji pengembalian dana.

Namun, konsumen dapat mengurangi risiko dengan memeriksa keaslian toko dan menghindari pengisian informasi sensitif pada situs tidak dikenal.

Keamanan transaksi harus menjadi prioritas, terutama ketika penawaran terlihat jauh lebih menarik dibandingkan harga pasar.

Kesimpulan

Kaspersky mengungkap keberadaan situs penipuan iPhone 18 yang menawarkan diskon palsu sebesar 25 persen.

Situs tersebut dibuat menyerupai toko daring dan ditemukan dalam beberapa bahasa.

Pelaku berupaya memperoleh data pribadi serta informasi pembayaran calon korban.

Kaspersky menyarankan masyarakat membeli perangkat hanya melalui penjual resmi atau tepercaya.

Dengan memeriksa alamat situs, metode pembayaran, dan informasi produk, konsumen dapat mengurangi risiko kehilangan uang maupun data pribadi.