PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Ratusan Supermarket Eropa Diserang Hacker, Suhu Freezer Tembus 50 Derajat dan Makanan Rusak!

PANDUTEKNO.ID, JAKARTA – Serangan siber supermarket Eropa menjadi perhatian setelah peretas mengganggu sistem pendingin di ratusan toko ritel, terutama di Prancis. Serangan tersebut membuat suhu lemari pendingin dan freezer melonjak hingga 50 derajat Celsius.

Insiden yang terungkap pada Senin, 12 Oktober 2026, menyebabkan produk makanan segar dan beku rusak. Sejumlah supermarket bahkan melaporkan kebakaran akibat gangguan sistem pendingin.

Serangan ini menyasar perangkat pengendali pendingin yang terhubung ke jaringan internet. Akibatnya, peretas diduga dapat mengubah pengaturan suhu dari jarak jauh.

Pemerintah Prancis telah memerintahkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Serangan Siber Supermarket Eropa Ganggu Ratusan Toko

Serangan terhadap sistem pendingin supermarket terjadi pada malam 11 hingga 12 Oktober 2026.

Menurut laporan Reuters dan AFP, gangguan tersebut memengaruhi sejumlah jaringan supermarket besar di Prancis.

Beberapa perusahaan yang melaporkan dampak serangan adalah Intermarché, Netto, Coopérative U, Carrefour, Monoprix, dan E.Leclerc.

Carrefour mengonfirmasi sekitar 80 supermarket terdampak. Sementara itu, Monoprix melaporkan gangguan pada sekitar 5 persen dari 490 tokonya.

Kelompok Intermarché dan Netto melaporkan ratusan gerai menjadi sasaran, sedangkan Coopérative U menyebut lebih dari 100 gerainya terdampak.

Perbedaan angka dalam sejumlah laporan awal menunjukkan bahwa pendataan masih berkembang. Karena itu, jumlah keseluruhan toko terdampak belum dapat dianggap final.

Hacker Naikkan Suhu Freezer hingga 50 Derajat Celsius

Peretas diduga memanfaatkan akses jarak jauh ke perangkat pengendali pendingin.

Sistem tersebut biasanya digunakan untuk mengatur suhu lemari es dan freezer di dalam supermarket.

Dengan perangkat yang terhubung ke internet, teknisi dapat melakukan pemantauan dan perawatan tanpa harus datang langsung ke lokasi.

Namun, konektivitas tersebut juga menimbulkan risiko apabila sistem memiliki kelemahan keamanan.

Dalam insiden ini, suhu sejumlah perangkat dilaporkan meningkat hingga 50 derajat Celsius.

Beberapa laporan menyebut penyerang mengaktifkan proses pencairan es atau defrost secara paksa.

Akibatnya, freezer yang seharusnya menjaga produk tetap beku justru mengalami peningkatan suhu secara drastis.

Produk Makanan Rusak dan Terpaksa Dibuang

Gangguan sistem pendingin menyebabkan kerusakan pada produk yang membutuhkan suhu penyimpanan tertentu.

Produk seperti daging, susu, makanan laut, es krim, dan makanan beku termasuk yang berisiko terdampak.

Sejumlah supermarket terpaksa membuang persediaan makanan untuk menghindari risiko kesehatan konsumen.

Reuters melaporkan bahwa petugas di salah satu gerai Intermarché di Paris terlihat membuang produk beku yang telah mencair.

Chief Executive Officer Intermarché, Thierry Cotillard, memperkirakan kerugian akibat serangan dapat mencapai puluhan juta euro secara nasional dalam satu hari.

Namun, angka tersebut merupakan perkiraan awal, bukan hasil audit final seluruh kerugian industri ritel.

Selain merusak produk makanan, gangguan pendingin juga dilaporkan memicu kebakaran di beberapa lokasi.

Pemerintah Prancis Turun Tangan

Kantor kejaksaan Paris mengonfirmasi penyelidikan terhadap serangan berskala besar yang menyasar lemari pendingin terhubung di sejumlah perusahaan ritel.

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu juga memerintahkan Badan Keamanan Siber Nasional Prancis, ANSSI, untuk menyelidiki insiden tersebut.

Pemerintah berkoordinasi dengan negara-negara Eropa lainnya untuk memeriksa kemungkinan dampak serupa.

Felix Aimé, analis intelijen ancaman siber senior di Sekoia, mengatakan bahwa gangguan juga ditemukan di Spanyol, Portugal, Polandia, Jerman, dan Belgia.

Meski demikian, sebagian besar data terperinci mengenai kerusakan supermarket yang telah dikonfirmasi berasal dari Prancis.

Sistem Pendingin Danfoss Jadi Sorotan

Penyelidikan awal mengarah pada perangkat pengendali pendingin yang dipasok perusahaan asal Denmark, Danfoss.

Perangkat tersebut digunakan untuk mengelola suhu berbagai unit pendingin dalam satu lokasi.

Danfoss mengakui adanya insiden di Prancis yang memengaruhi sejumlah sistem pengelolaan pendingin.

Perusahaan menyebut perangkat terdampak menggunakan firmware lama yang belum diperbarui.

Danfoss juga menegaskan bahwa pihaknya telah menganjurkan pelanggan menggunakan pembaruan firmware dan mengganti perangkat lama dengan sistem yang lebih baru.

Sebelumnya, peneliti keamanan Claroty telah mengungkap sejumlah kelemahan keamanan pada pengendali pendingin Danfoss AK-SM 800A.

Kelemahan tersebut berpotensi memungkinkan penyerang melewati proses autentikasi atau menjalankan tindakan berbahaya.

Namun, hingga laporan ini diterbitkan, belum ada kepastian bahwa celah yang sebelumnya ditemukan Claroty merupakan metode yang digunakan dalam serangan terbaru.

Pengelola Supermarket Sebut Serangan Belum Pernah Terjadi

Chief Executive Officer Coopérative U, Dominique Schelcher, mengecam serangan terhadap infrastruktur penyimpanan makanan.

Melalui pernyataan yang dikutip Reuters, Schelcher menilai serangan terhadap perangkat penting untuk menjaga produk segar dan pasokan pangan sebagai tindakan yang sangat serius serta belum pernah terjadi sebelumnya.

Perusahaan menyatakan sedang berupaya memulihkan sistem pendingin dan mengembalikan kegiatan operasional.

Sementara itu, asosiasi ritel Prancis meminta transparansi dari penyedia teknologi terkait penyebab gangguan.

Beberapa toko dilaporkan mulai kembali beroperasi setelah melakukan pemulihan sistem.

Mengapa Serangan Siber Bisa Merusak Makanan?

Serangan siber supermarket Eropa memperlihatkan bahwa ancaman digital tidak selalu berupa pencurian data atau pembobolan akun.

Dalam sistem industri, perangkat digital juga mengendalikan proses fisik.

Contohnya adalah pengaturan suhu pendingin, sistem kelistrikan, mesin produksi, dan peralatan penyimpanan.

Apabila penyerang memperoleh akses ke sistem pengendali, dampaknya dapat langsung memengaruhi kondisi barang dan keselamatan operasional.

Pada supermarket, perubahan suhu dapat merusak produk makanan hanya dalam beberapa jam.

Kerusakan tersebut juga dapat mengganggu rantai pasok karena stok harus dibuang dan diganti.

Kasus ini menjadi contoh pentingnya perlindungan keamanan siber pada perangkat teknologi operasional atau operational technology (OT).

Cara Mencegah Serangan pada Sistem Pendingin

Pengelola supermarket dan perusahaan yang menggunakan perangkat pendingin terhubung perlu meningkatkan perlindungan sistem.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  1. Memperbarui firmware perangkat. Pembaruan membantu menutup celah keamanan yang telah diketahui.
  2. Membatasi akses internet langsung. Sistem pengendali pendingin sebaiknya tidak dapat diakses secara terbuka tanpa perlindungan.
  3. Menggunakan autentikasi yang kuat. Akses teknisi dan administrator perlu dibatasi sesuai kebutuhan.
  4. Memisahkan jaringan operasional. Perangkat pendingin tidak seharusnya berada pada jaringan yang sama tanpa pengamanan dengan sistem umum.
  5. Memantau perubahan suhu secara otomatis. Alarm independen dapat membantu mendeteksi gangguan lebih cepat.
  6. Menyiapkan prosedur darurat. Perusahaan perlu memiliki rencana pemulihan dan pemeriksaan keamanan pangan ketika pendingin gagal berfungsi.

Langkah tersebut penting karena pemulihan sistem komputer tidak otomatis membuat makanan yang telah mengalami perubahan suhu menjadi aman dikonsumsi.

Insiden Berbeda Juga Terjadi di Belanda

Pada periode yang hampir bersamaan, perusahaan ritel asal Belanda, Ahold Delhaize, melaporkan masalah keamanan pada jaringannya.

Perusahaan tersebut mengoperasikan jaringan supermarket Albert Heijn dan sejumlah merek ritel lainnya.

Ahold Delhaize menonaktifkan beberapa sistem sebagai langkah pencegahan.

Namun, otoritas keamanan siber Belanda menyatakan belum ada bukti yang menghubungkan insiden tersebut dengan serangan sistem pendingin supermarket di Prancis.

Karena itu, kedua kejadian tidak dapat langsung dianggap sebagai bagian dari satu operasi peretasan yang sama.

Kesimpulan

Serangan siber supermarket Eropa menunjukkan besarnya dampak peretasan terhadap infrastruktur fisik yang terhubung ke internet.

Ratusan supermarket, terutama di Prancis, mengalami gangguan setelah suhu sistem pendingin meningkat hingga 50 derajat Celsius.

Akibatnya, sejumlah produk makanan rusak, persediaan harus dibuang, dan beberapa lokasi melaporkan kebakaran.

Pemerintah Prancis bersama otoritas keamanan siber kini menyelidiki serangan tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pengelola ritel dan industri lainnya untuk memperbarui perangkat, membatasi akses jarak jauh, serta memperkuat keamanan teknologi operasional.