
NEW DELHI, pandutekno.id – Kamera keamanan India menjadi sorotan setelah ratusan produk yang dijual melalui Amazon dan Flipkart ditemukan tidak tercantum dalam basis data publik perangkat yang mendapat persetujuan regulator.
Amazon dan Flipkart kini mulai memeriksa kamera pengawas berbasis internet yang dijual oleh pihak ketiga dan berbagai merek melalui platform mereka. Produk yang tidak memiliki persetujuan pemerintah akan dihapus, menurut dua sumber yang mengetahui pemeriksaan tersebut kepada Reuters.
Temuan itu menjadi perhatian karena kamera pengawas modern tidak sekadar merekam gambar. Banyak perangkat terhubung langsung ke internet dan memungkinkan pengguna melihat rekaman dari jarak jauh.
Lebih dari 700 Listing Kamera Jadi Sorotan
Investigasi Reuters menemukan jumlah produk yang cukup besar.
Dari sekitar 770 listing kamera keamanan berbasis internet yang diperiksa di Amazon dan Flipkart, lebih dari 700 listing merupakan model yang tidak tercantum dalam basis data publik Bureau of Indian Standards (BIS) untuk merek atau kamera yang telah disetujui.
Temuan tersebut tidak otomatis berarti setiap kamera terbukti berbahaya atau digunakan untuk kegiatan ilegal. Persoalan utamanya adalah perangkat itu tidak ditemukan dalam basis data persetujuan yang diperiksa Reuters.
India mewajibkan produsen kamera pengawasan menjalani pengujian perangkat keras dan perangkat lunak untuk memperoleh sertifikasi sebelum produknya dapat dijual.
Ketentuan tersebut berlaku sejak April 2026 setelah sebelumnya diumumkan pada 2024.
Amazon dan Flipkart Mulai Periksa Produk
Amazon dan Flipkart kemudian melakukan pemeriksaan terhadap listing kamera yang tersedia melalui platform mereka.
Setidaknya 12 listing telah dihapus sejak Selasa ketika laporan Reuters diterbitkan. Produk tersebut termasuk sedikitnya dua model dari merek EZVIZ milik Hikvision yang kemudian ditampilkan Amazon sebagai tidak tersedia.
Namun, Reuters melaporkan ratusan listing lainnya masih tersedia pada Kamis.
Amazon menolak berkomentar mengenai proses pemeriksaan tersebut. Flipkart tidak memberikan tanggapan atas pertanyaan Reuters.
BIS juga belum memberikan tanggapan terkait listing yang ditemukan saat laporan tersebut diterbitkan.
Kamera Terhubung Internet Bisa Menjadi Celah Siber
Persoalan kamera keamanan India tidak hanya menyangkut izin penjualan.
Perangkat yang terkoneksi internet dapat mengirimkan informasi melalui jaringan. Apabila keamanan perangkat lemah dan berhasil diretas, kamera berpotensi membuka akses terhadap rekaman maupun jaringan yang terhubung dengannya.
Mantan kepala keamanan siber untuk Perdana Menteri India periode 2015–2019, Gulshan Rai, menyebut penjualan kamera tanpa persetujuan sebagai persoalan serius.
“A compromised camera can become both a surveillance risk and a cybersecurity entry point.”
Artinya, kamera yang disusupi dapat menimbulkan risiko pengawasan sekaligus menjadi pintu masuk bagi serangan siber.
India Perketat Pengawasan CCTV
Aturan baru tersebut muncul ketika pemerintah India meningkatkan perhatian terhadap keamanan perangkat pengawasan.
Salah satu kekhawatirannya adalah kemungkinan rekaman sensitif dikirim ke luar negeri melalui kamera yang terkoneksi internet.
Pada April 2026, Kepolisian Delhi mengatakan telah membongkar jaringan mata-mata terkait Pakistan.
Menurut kepolisian yang dikutip Reuters, jaringan tersebut menggunakan kamera CCTV buatan China yang dilengkapi kartu SIM di sekitar fasilitas militer di India utara. Kamera itu diduga digunakan untuk mengirim tayangan langsung kepada pihak di Pakistan.
Kasus tersebut berbeda dari persoalan sertifikasi kamera yang ditemukan di marketplace. Namun, peristiwa itu ikut menjadi bagian dari kekhawatiran India terhadap keamanan perangkat pengawasan yang terkoneksi jaringan.
Hikvision dan Dahua Ikut Diperiksa
Reuters menemukan sedikitnya delapan model kamera Wi-Fi Hikvision dan Dahua tanpa persetujuan yang dibutuhkan dalam listing Amazon yang diperiksanya.
Kedua perusahaan memiliki pangsa cukup besar di India.
Data Counterpoint Research yang diberikan kepada Reuters pada tahun sebelumnya menunjukkan Hikvision dan Zhejiang Dahua Technology secara bersama-sama menguasai sekitar 30 persen pasar kamera keamanan India.
Hikvision dan Dahua tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.
138 Kamera Wi-Fi Maizic Juga Ditemukan
Produk dari Maizic Smarthomes turut muncul dalam pemeriksaan.
Reuters menemukan 138 produk yang dipasarkan sebagai “wifi camera” oleh Maizic di Amazon tidak tercantum memiliki persetujuan India dalam situs biro standar yang diperiksa. Beberapa perangkat bahkan berbentuk kamera yang terintegrasi ke dalam lampu.
Salah satu listing menawarkan kamera 360 derajat yang dapat terhubung ke Wi-Fi sehingga pengguna dapat melihat tayangan langsung melalui ponsel atau tablet dari lokasi lain.
Co-founder Maizic, Santosh Kumar Singh, mengatakan perusahaan telah menonaktifkan fungsi Wi-Fi yang memungkinkan tayangan langsung dari kameranya.
Perangkat sementara hanya akan mendukung koneksi langsung dengan ponsel di dekatnya sampai persetujuan pemerintah diperoleh.
Setelah laporan diterbitkan, Singh menambahkan bahwa regulasi tersebut tidak berlaku terhadap banyak kamera perusahaan. Menurutnya, produk yang membutuhkan izin telah dihapus dari situs e-commerce selama proses persetujuan.
“The brand is committed to full compliance with government laws and regulations.”
Maizic dengan demikian menyatakan berkomitmen mematuhi peraturan yang berlaku.
Pasar Kamera Keamanan India Capai US$4,4 Miliar
Pengawasan regulasi menjadi semakin penting karena penggunaan CCTV di India berkembang pesat.
Kamera pengawas kini digunakan mulai dari rumah, tempat usaha hingga jalan dan fasilitas publik.
Perkembangan tersebut telah menciptakan industri kamera keamanan bernilai sekitar US$4,4 miliar di India, menurut Reuters.
Besarnya pasar juga membuat pengawasan marketplace menjadi lebih kompleks karena produk berasal dari banyak produsen dan penjual pihak ketiga.
Konsumen Perlu Perhatikan Keamanan Perangkat
Kasus kamera keamanan India tersebut menunjukkan bahwa konsumen perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar resolusi, fitur, dan harga ketika membeli CCTV terkoneksi internet.
Sertifikasi perangkat, keamanan akun, pembaruan firmware, perlindungan kata sandi dan kebijakan penyimpanan data juga penting.
Terlebih, kamera keamanan dapat ditempatkan di lokasi pribadi seperti rumah, kantor, toko maupun fasilitas sensitif.
Karena itu, kelemahan keamanan pada perangkat dapat memiliki konsekuensi berbeda dibandingkan perangkat elektronik biasa.
Pemeriksaan Marketplace Terus Berjalan
Amazon dan Flipkart melakukan pemeriksaan setelah investigasi menemukan ratusan listing yang tidak tercantum dalam basis data persetujuan BIS.
Produk yang tidak memenuhi persyaratan pemerintah disebut akan dihapus. Namun, Reuters mencatat ratusan listing masih tersedia ketika laporannya diterbitkan.
Kasus kamera keamanan India akhirnya memperlihatkan tantangan baru bagi industri perangkat pintar. Ketika kamera semakin terkoneksi dengan internet, keamanan siber dan kepatuhan regulasi menjadi bagian penting dari perlindungan pengguna.















































































































































































































































































































































