PANDUANTEKNO

| Panduan Informasi Dan Teknologi

Thales Perkuat Keamanan Siber Indonesia, Infrastruktur Imperva Kedua Hadir di Jakarta

PANDUTEKNO.ID – JAKARTA. Perusahaan teknologi global Thales memperkuat layanan keamanan digital di Indonesia dengan menghadirkan infrastruktur kedua untuk solusi Imperva di Jakarta. Langkah ini bertujuan meningkatkan perlindungan aplikasi, layanan digital, dan sistem bisnis dari berbagai ancaman siber.

Keamanan siber Thales di Indonesia menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan aplikasi berbasis internet. Perusahaan, lembaga keuangan, hingga penyedia layanan digital memerlukan sistem keamanan yang mampu menghadapi serangan semakin kompleks.

Infrastruktur baru tersebut berupa Point of Presence (PoP) kedua yang mendukung layanan keamanan aplikasi Imperva.

Melalui penambahan PoP, Thales berupaya memperkuat ketersediaan layanan serta mendukung kebutuhan pelanggan di Indonesia.

Thales Perkuat Keamanan Siber Indonesia

Thales mengumumkan pengoperasian Point of Presence kedua untuk layanan Imperva di Jakarta pada Oktober 2026.

Penambahan infrastruktur tersebut memperluas dukungan layanan keamanan aplikasi dan antarmuka pemrograman aplikasi atau Application Programming Interface (API).

Selain itu, kehadiran PoP kedua diharapkan membantu pelanggan mengakses layanan perlindungan dengan konektivitas yang lebih baik.

Langkah ini juga menunjukkan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap sistem keamanan yang dekat dengan infrastruktur digital lokal.

Namun, Point of Presence bukan berarti Thales membangun pusat data baru berskala penuh. PoP merupakan titik infrastruktur jaringan untuk menghadirkan layanan lebih dekat kepada pengguna.

Infrastruktur Imperva Kedua Hadir di Jakarta

Layanan Imperva menjadi bagian penting dari strategi Thales dalam memperluas perlindungan aplikasi digital.

Imperva menyediakan solusi keamanan untuk membantu organisasi melindungi website, aplikasi, dan API.

Melalui infrastruktur kedua di Jakarta, perusahaan dapat memperkuat penyediaan layanan bagi pelanggan Indonesia.

Selain itu, pengoperasian PoP tambahan dapat meningkatkan ketahanan jaringan apabila terjadi gangguan pada salah satu jalur layanan.

Meski demikian, manfaat aktual tetap bergantung pada arsitektur jaringan, konfigurasi pelanggan, dan jenis layanan yang digunakan.

Karena itu, perusahaan tetap perlu mengelola sistem keamanan internal secara menyeluruh.

Perlindungan Aplikasi Digital Semakin Penting

Pertumbuhan layanan digital membuat aplikasi berbasis internet menjadi bagian penting dari kegiatan bisnis.

Perbankan, perdagangan elektronik, pendidikan, dan layanan publik semakin bergantung pada aplikasi online.

Namun, perkembangan tersebut juga meningkatkan potensi serangan terhadap sistem digital.

Penyerang dapat mencoba mengeksploitasi celah aplikasi, mencuri informasi, atau mengganggu ketersediaan layanan.

Karena itu, organisasi memerlukan sistem perlindungan yang mampu mendeteksi dan menyaring lalu lintas mencurigakan.

Layanan keamanan aplikasi seperti Imperva dapat menjadi salah satu lapisan pertahanan.

Selain itu, perusahaan tetap perlu memperbarui perangkat lunak, menerapkan autentikasi kuat, dan melakukan pemantauan keamanan secara rutin.

Thales Tingkatkan Perlindungan API

Selain website, API menjadi komponen penting dalam ekosistem digital.

API memungkinkan berbagai aplikasi dan sistem bertukar informasi secara otomatis.

Sebagai contoh, layanan pembayaran menggunakan API untuk menghubungkan aplikasi dengan sistem transaksi.

Namun, API yang tidak diamankan dengan baik dapat membuka peluang penyalahgunaan akses dan kebocoran data.

Karena itu, Thales menyediakan kemampuan perlindungan API melalui solusi Imperva.

Teknologi tersebut membantu organisasi memantau lalu lintas serta mendeteksi aktivitas yang berpotensi berbahaya.

Selain itu, pengelola sistem dapat menerapkan kebijakan keamanan untuk membatasi permintaan yang tidak sesuai.

Dengan demikian, perlindungan API menjadi bagian penting dari strategi keamanan aplikasi modern.

Ancaman DDoS Jadi Perhatian Perusahaan

Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) menjadi salah satu ancaman yang dapat mengganggu layanan digital.

Serangan ini dilakukan dengan membanjiri sistem menggunakan lalu lintas dalam jumlah besar.

Akibatnya, website atau aplikasi dapat mengalami penurunan kinerja bahkan tidak dapat diakses.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu transaksi dan kegiatan operasional perusahaan.

Karena itu, solusi keamanan Imperva menyediakan kemampuan mitigasi DDoS.

Sistem ini dirancang untuk membantu mengenali lalu lintas serangan dan mempertahankan ketersediaan layanan.

Namun, perlindungan DDoS tidak menghilangkan seluruh risiko keamanan aplikasi.

Organisasi tetap membutuhkan pengelolaan jaringan, pengujian keamanan, dan rencana pemulihan layanan.

Infrastruktur Lokal Dukung Layanan Digital

Kehadiran PoP kedua di Jakarta menjadi bagian dari penguatan infrastruktur keamanan digital.

Dengan titik layanan yang lebih dekat, lalu lintas aplikasi berpotensi diproses melalui jalur yang lebih efisien.

Selain itu, organisasi dapat memperoleh pilihan infrastruktur tambahan untuk mendukung kebutuhan operasional.

Namun, penurunan latensi atau peningkatan performa tidak dapat dipastikan tanpa pengukuran pada jaringan pelanggan.

Manfaat tersebut bergantung pada lokasi pengguna, rute koneksi, dan konfigurasi layanan.

Karena itu, pengelola aplikasi perlu melakukan pengujian untuk memastikan hasil implementasi sesuai kebutuhan.

Thales Dorong Kepercayaan Digital di Indonesia

Perluasan layanan Imperva juga berkaitan dengan kebutuhan membangun kepercayaan terhadap layanan digital.

Pengguna membutuhkan jaminan bahwa aplikasi yang digunakan memiliki perlindungan keamanan memadai.

Sementara itu, perusahaan harus menjaga ketersediaan sistem dan kerahasiaan informasi.

Karena itu, investasi pada keamanan aplikasi menjadi bagian penting dari transformasi digital.

Selain teknologi perlindungan, perusahaan juga perlu menerapkan kebijakan pengelolaan data dan prosedur penanganan insiden.

Langkah tersebut membantu organisasi merespons ancaman secara lebih terstruktur.

Dengan demikian, keamanan digital tidak hanya bergantung pada satu produk atau penyedia layanan.

Perusahaan Perlu Menerapkan Keamanan Berlapis

Penambahan infrastruktur keamanan dari Thales memberikan pilihan layanan tambahan bagi organisasi.

Namun, pengelola website tetap perlu menerapkan pendekatan keamanan berlapis.

Pertama, perusahaan harus memastikan aplikasi dan server selalu mendapatkan pembaruan keamanan.

Kedua, akses administrator perlu dilindungi menggunakan autentikasi multifaktor.

Selain itu, pemantauan aktivitas jaringan harus dilakukan untuk mendeteksi indikasi serangan.

Organisasi juga perlu menyimpan cadangan data dan menyiapkan prosedur pemulihan.

Dengan langkah tersebut, perusahaan dapat mengurangi dampak apabila terjadi gangguan keamanan.

Prospek Keamanan Siber Indonesia

Kebutuhan layanan keamanan siber diperkirakan terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital.

Perusahaan semakin banyak menggunakan aplikasi cloud, API, dan layanan berbasis internet.

Namun, penggunaan teknologi baru juga membutuhkan perlindungan yang sesuai.

Karena itu, penyedia solusi keamanan memiliki peluang untuk memperluas layanan di Indonesia.

Kehadiran PoP kedua Imperva menunjukkan langkah Thales dalam memperkuat dukungan bagi pasar lokal.

Selain itu, persaingan layanan keamanan digital dapat mendorong peningkatan kualitas infrastruktur.

Bagi pengguna, perkembangan tersebut diharapkan mendukung layanan yang lebih andal dan terlindungi.

Kesimpulan

Keamanan siber Thales di Indonesia semakin diperkuat melalui kehadiran Point of Presence kedua untuk layanan Imperva di Jakarta.

Infrastruktur tersebut mendukung perlindungan aplikasi digital, API, dan mitigasi serangan DDoS.

Selain itu, penambahan PoP menjadi bagian dari upaya memperluas ketersediaan layanan keamanan bagi pelanggan Indonesia.

Namun, perusahaan tetap perlu menerapkan perlindungan berlapis untuk menghadapi ancaman digital.

Ke depan, penguatan infrastruktur keamanan aplikasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi digital dan kepercayaan pengguna.